Rabu, 30 Januari 2013

Neuromancer

Judul: Neuromancer
Judul Asli: Neuromancer
Pengarang: William Gibson
Penerbit: Jalasutra (2010)
ISBN: 9786028252430
Jumlah Halaman: 392 halaman
Penerbitan Perdana: 1984
Literary Awards: Hugo Award for Best Novel (1985), Nebula Award for Best Novel (1984), Philip K. Dick Award (1984), John W. Campbell Memorial Award Nominee for Best Science Fiction Novel (1985), British Science Fiction Award Nominee for Best Novel (1984), Tähtivaeltaja Award (1992)


Blurb di cover belakang bukunya tertulis sebagai berikut:
"Sebuah novel debut yang dirancang untuk mengejutkan otak... Fiksi ilmiah jalanan yang dengan kecerdasannya dalam mendalami karakter dan situasi membuat novel ini menjadi salah satu dari narasi tak biasa untuk dibaca dalam beberapa kesempatan yang langka" -THE TIMES-


Kenyataannya, otak saya benar-benar 'terkejut' membaca kalimat-kalimat dalam buku ini. Bukan karena ceritanya, -saya sudah menyangka ceritanya bakal dahsyat seperti itu-, tapi lebih karena tata bahasa, istilah dan... apa ya... 'keselarasan kalimat' yah katakan saja demikian. Awalnya sangka saya, memang demikianlah adanya, mengingat buku ini dianggap sebagai pelopor sebuah genre baru -cyberpunk- dalam pengkisahannya. Tapi kian lama, kok terasa makin amburadul.


Kalimat ini menjadi puncak kesabaran saya.
"Tanpa cola, tanpa amfetamin, tapi tinggi, harus tinggi." Dan terlalu berlebihan untuk itu, pikirnya murung, menahan senyum untuk perempuan itu.
"Betaphenetilamin," katanya. "Tanpa pemanis, tapi bayar dengan chipmu." (hal.197)

Ha..??!? I really don't get what this supposed to mean. *bengong*

I had enough. Let's google the original book instead!!

'No coke, no amphetamines, but up, gotta be up.' And so much for that, he thought glumly, holding his smile for her. 'Betaphenethylamine,' she said. 'No sweat, but it's on your chip.'


OMG!

Coke = cola??!

Translator, pleaseeee.... this is a drug dealer scene, not ordering menu on McD or KFC. Don't you think cocain would fits better there??!?

Not to mention sweat you see as 'pemanis' *hueekk...*.  
Check your idiom dictionary please, 'no sweat' would meant soo differently!!!



And so that's the end for this book's edition. I'd rather re-read it the original than to make sense of this one. (so glad that I do, because even after just page 1, the story is getting much more logical). It's not just mis-translated words by words, it mis-translated the whole meaning.



Here's another example:

Kawasan dermaga dan kawasan kota dipisahkan dengan jalan-jalan tua sebagai pembatas wilayah, sebuah daerah yang tak memiliki nama resmi, Night city, dengan Ninsei sebagai jantungnya. Semakin hari, bar-bar yang ada di Ninsei digusur dan tampak tak menarik, lampu-lampu neonnya mati, proyeksi hologramnya redup, menanti, di bawah langit perak yang terpolusi.(hal. 9)

Port and city were divided by a narrow borderland of older streets, an area with no official name. Night City, with Ninsei its heart. By day, the bars down Ninsei were shuttered and featureless, the neon dead, the holograms inert, waiting, under the poisoned silver sky.


Or like this smart a** odd complex translation:

Night City menjadi seperti eksperimen sosial yang menyakitkan dalam pengertian Darwinisme -transmutasi evolusi manusia menuju taraf kehidupan yang lebih buruk- yang dikembangkan oleh peneliti yang merasa jenuh dan terus saja menghendaki perubahan kehidupan umat manusia berkembang dengan sangat cepat.(hal. 10)

Night City was like a deranged experiment in social Darwinism, designed by a bored researcher who kept one thumb permanently on the fast-forward button.

So in short sentence, this book is waaaaayyyy....

LOST IN TRANSLATION


What a waste of my time.
What a shame for the original masterpiece!! :(




http://www.goodreads.com/review/show/51004629

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget