Tampilkan postingan dengan label Review 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review 2014. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Desember 2014

Dua Saudara


Judul: Dua Saudara
Judul Asli: Brotherly Love
Pengarang: Jhumpa Lahiri
Penerbit: Penerbit BukuKatta (2014)
ISBN: 978-979-1032-75-9
Jumlah Halaman: 68 halaman
Penerbitan Perdana: 2013
Literary Awards: -



Sinopsis:
Sejak kecil Subhash selalu berhati-hati. Ibunya tak pernah harus berlari mengejarnya. Dia menjadi sahabat sang ibu, melihatnya memasak atau menjahit.

Berbeda dengan Subhash, Udayan sejak kecil sering menghilang, bahkan di dalam rumah berkamar dua tempat mereka tinggal. Dia bersembunyi di bawah tempat tidur, di belakang pintu, bahkan di dalam peti kayu yang berisi selimut musim dingin. Dia juga menyelinap ke halaman belakang dan memanjat pohon. Ini membuat ibu mereka terpaksa menghentikan apa yang sedang dikerjakannya ketika Udayan tak menyahut saat namanya dipanggil.

Ketika mereka sudah agak besar dan diijinkan bermain jauh dari rumah, keduanya diingatkan untuk selalu bersama-sama. Berdua mereka menjelajahi jalan pedesaan yang berliku-liku, melintasi lembah menuju lapangan bermain, tempat mereka sesekali bertemu dengan anak-anak lainnya. Mereka pergi ke masjid di pojokan, duduk di lantai marmernya yang dingin, mendengar pertandingan sepak bola dari radio orang.

Namun orang-orang sering keliru membedakan keduanya. Karena tubuh mereka hampir mirip hingga bisa memakai baju yang sama. Warna kulit keduanya pun sama, campuran warna tembaga terang turunan dari orang tua mereka. Begitu pula dengan bentuk jari, roman wajah yang tajam, dan rambut keriting berombak.

Namun kelak nasib keduanya ternyata begitu bertolak belakang!

Novelet Dua Saudara bercerita tentang dua orang kakak beradik - Subash dan Udayan - yang saat kecil sangat erat, tapi saat dewasa memiliki pandangan hidup dan pandangan politik yang sangat berbeda. Dengan setting Calcutta saat pergerakan kekuasaan Inggris-India-Pakistan-Bangladesh, pengaruh Marxis dari Cina, sekaligus menyentil soal tempat perempuan di masyarakat. Padat berisi tapi tetap humanis. Saat membaca buku ini beberapa bulan lalu sebenarnya adalah perjumpaan pertamaku dengan Jhumpa Lahiri karena setelah membacanya barulah aku melanjutkan dengan karya masterpiecenya Interpreter of Maladies yang memenangkan penghargaan Pulitzer tahun 2000.


Kamis, 18 Desember 2014

Finnikin of the Rock

Judul: Finnikin of the Rock
Judul Asli: Finnikin of the Rock
Seri: Lumatere Chronicles #1
Pengarang: Melina Marchetta
Penerbit: Ufuk Fantasy (2011)
ISBN: 978-602-91-5948-6
Jumlah Halaman: 580 halaman
Penerbitan Perdana: 2008
Literary Awards: Aurealis Award for Young Adult Novel (2008), Australian Book Industry Award for Book of the Year for Older Children (2009), YALSA Best Fiction for Young Adults (Top Ten) (2011), and many more.

Sinopsis:
Finnikin dan pembimbingnya, Sir Topher, sudah sepuluh tahun tidak pulang ke Lumatere yang sekian lama diselimuti kutukan dan pembantaian. Sepupu Raja yang kejam telah menyatakan dirinya sendiri sebagai penguasa baru.

Suatu hari, Finnikin mendapat perintah untuk bertemu dengan Evanjalin, seorang perempuan muda yang menyatakan kalau Pangeran Balthazar, sang pewaris takhta Lumatere, masih hidup. Evanjalin harus pulang ke Lumatere karena dialah satu-satunya orang yang bisa membawa mereka kepada sang pewaris takhta.

Dalam perjalanan mereka menuju Lumatere, Finnikin terpesona oleh semangat dan keangkuhan perempuan itu. Lalu, mampukah mereka membebaskan Pangeran Balthazar dan orang-orang yang terperangkap di dalam kerajaan itu? Dan, mampukah Finnikin melepaskan ayahnya yang telah dijebloskan ke penjara dan mengembalikan kedamaian di negerinya?

Setelah begitu banyak YA dystopian-fantasy yang yaaah gitu d....., sungguh asyik baca cerita ini. Mengingatkan pada fantasi era Tolkien atau Ursula Le Guin, dengan setting high fantasy, karakter yang 'mengezutkan', romansa yang sama sekali gak abegeh, dan ending yang enak - tidak gantung tapi juga tidak selesai tamat mat. Alur ceritanya mengalir tenang, tidak bikin jantungan tiap saat, meskipun tetap penuh aksi dan riddle dan ramalan dan semua yang dimaui penggemar fantasi sepertiku. Tapi yang paling kusukai di novel ini adalah karakter ceweknya, yang bukan cuma pintar dan gahar... tapi juga rouge - licik, manipulatif, goal oriented - yang meski sambil menangis-nangis darah *yeah, ini memang membesar-besarkan* tetap tega menipu dan menjebloskan Finnikin ke penjara pertambangan super keras karena itu harus dilakukan supaya tujuan mereka berhasil.




Selasa, 16 Desember 2014

The Handmaid's Tale

Title: The Handmaid's Tale
Author: Margaret Atwood
Publisher: Anchor Books (1998)
ISBN: 978-038-54-9081-8
Pages: 311 pages
First Published: 1985
Literary Awards: Man Booker Prize Nominee (1986), Nebula Award Nominee for Best Novel (1986), Arthur C. Clarke Award for Best Novel (1987), Los Angeles Times Book Prize for Fiction (1986), Prometheus Award Nominee for Best Novel (1987), and many more.


Sinopsis:
Offred is a Handmaid in the Republic of Gilead. She may leave the home of the Commander and his wife once a day to walk to food markets whose signs are now pictures instead of words because women are no longer allowed to read. She must lie on her back once a month and pray that the Commander makes her pregnant, because in an age of declining births, Offred and the other Handmaids are valued only if their ovaries are viable.

Offred can remember the years before, when she lived and made love with her husband, Luke; when she played with and protected her daughter; when she had a job, money of her own, and access to knowledge. But all of that is gone now...


I know I should do some justification by reviewing this book, see..., it was 3 stars not because it just ordinary book (hence, Man Booker AND Nebula Award Nominee along with other awards), it's actually a really bad story in a good way.... uuhmm, no, it was a very good story in a really bad way... or...  aarrghh, you get the point. The idea was so disturbing, it made me creeps, that's why I can't pass 'Like It' level. For all the dystopian worlds I've ever known, this is the world I wish I would never ever EVER encountered. The harrasment was so badly systematic, massive and planned, there were no fighting chances whatsoever for women. Compairing this to Capitol's world, I preferred District 12 in a heartbeat *yeah, I made an inconsequent comparison, sorry, just saying* ;)

Kamis, 11 Desember 2014

The Silkworm - Ulat Sutra


Judul: Ulat Sutra
Judul Asli: The Silkworm
Seri: Cormoran Strike #2
Pengarang: Robert Galbraith
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2014)
ISBN: 978-602-03-0981-1
Jumlah Halaman: 536 halaman
Penerbitan Perdana: 2014



Sinopsis:
Seorang novelis bernama Owen Quine menghilang. Sang istri mengira suaminya hanya pergi tanpa pamit selama beberapa hari—seperti yang sering dia lakukan sebelumnya— lalu meminta Cormoran Strike untuk menemukan dan membawanya pulang.

Namun, ketika Strike memulai penyelidikan, dia mendapati bahwa perihal menghilangnya Quine tidak sesederhana yang disangka istrinya. Novelis itu baru saja menyelesaikan naskah yang menghujat orang banyak—yang berarti ada banyak orang yang ingin Quine dilenyapkan.

Kemudian mayat Quine ditemukan dalam kondisi ganjil dengan bukti-bukti telah dibunuh secara brutal. Kali ini Strike berhadapan dengan pembunuh keji, yang mendedikasikan waktu dan pikiran untuk merancang pembunuhan yang biadab tak terkira.

Oh wow, sekali lagi angkat dua jempol buat JKR... eh Galbraith deng.... ^^

Kasus ini, jika dibandingkan kasus Cuckoo's Calling sebelumnya, akan terasa lebih gory dan sadis. Gory menyeramkannya bukan hanya dalam cara membunuh korbannya, melainkan lebih pada metafora-metafora psikologis dan tentang skandal-skandal kehidupan karakter-karakter yang berperan. Semuanya dituliskan dalam novel Bombyx Mory, yang jadi biang keladi semua masalah yg terjadi. Pokoknya, meskipun tidak ditunjukkan secara vulgar menjijikan, tetapi terasa sekali bahwa jalan pikiran Si Ulat Sutra ini benar-benar JAHAT. Namun untuk perkembangan karakterisasi tokoh-tokohnya, terasa jauh lebih baik di sini dan kadar misterinya pun lebih gelap dan misterius.


Jumat, 28 November 2014

Mr. Penumbra's 24-Hour Bookstore


Title: Mr. Penumbra's 24-Hour Bookstore
Author: Robin Sloan
Publisher: HarperCollins (2012)
ISBN: 978-144-34-1580-4
Pages: ebook, 256 pages
First published: 2012
Literary Awards: ALA Alex Award (2013), The Kitschies Nominee for Golden Tentacle (Debut) (2013)



Sinopsis:
The Great Recession has shuffled Clay Jannon out of his life as a web-design drone, and serendipity, sheer curiosity and the ability to climb a ladder like a monkey have landed him a new gig working the night shift at Mr. Penumbra’s 24-Hour Bookstore. But Clay begins to realize that this store is even more curious than its name suggests. There are only a few customers, but they come in repeatedly and never seem to actually buy anything. Instead they check out impossibly obscure volumes from strange corners of the store, all according to some elaborate, long-standing arrangement with the gnomic Mr. Penumbra. The store must be a front for something larger, Clay concludes, and soon he has embarked on a complex analysis of the customers’ behaviour and roped his friends into helping him figure out just what’s going on. But once they take their findings to Mr. Penumbra, they discover the secrets extend far beyond the walls of the bookstore.

Evoking both the fairy-tale charm of Haruki Murakami and the enthusiastic novel-of-ideas wizardry of Neal Stephenson or Umberto Eco, Mr. Penumbra’s 24-Hour Bookstore is exactly what it sounds like—an establishment you have to enter and will never want to leave.

OK, mungkin aku sedikiiiit overrated, tapi buku ini membawaku berpetualang dengan imajinasi edan tentang toko buku tua yang berdebu bercampur teknologi terbaru yang digawangi Google, ILM dan berbagai keajaiban binari lainnya, dari peninggalan sejarah berupa Font lawas sampai cerita tentang secret society yang mencari kehidupan abadi, tak ketinggalanperpustakaan rahasia jauh di bawah tanah ala game Dungeons and Dragons(!) ^^, semuanya diselingi dengan humor-humor tentang kecanggungan teknologi antar generasi serta keterbatasan teknologi itu sendiri.

Kamis, 27 November 2014

Sarang Kalajengking


Judul: Sarang Kalajengking
Judul Asli: The House of the Scorpion
Seri: Matteo Alacran #1
Pengarang: Nancy Farmer
Penerbit: Penerbit Matahati (2005)
ISBN: 979-98407-3-2
Jumlah Halaman: 440 halaman
Penerbitan Perdana: 2002
Literary Awards: Newbery Honor (2003), National Book Award for Young People's Literature (2002), YALSA Best Books for Young Adults (Top Ten) (2003), Mythopoeic Fantasy Award Nominee for Children's Literature (2003), and many more.


Sinopsis:
Matteo Alacran tidak dilahirkan; Ia adalah hasil DNA El Patron, pemimpin sebuah negara yang bernama Opium - ladang opium yang terbentang antara Amerika dan daerah yang sebelumnya disebut Mexico. Sel darah Matt's dipilah lalu dibagi menjadi beberapa. Lalu ditempatkan ke dalam rahim seekor sapi, di mana dia terus berkembang dari embrio menjadi janin dan kemudian menjadi bayi.

Ia kini telah remaja, namun kebanyakan orang menganggapnya sebagai monster - kecuali El Patron. El Patron menyayangi Matt seperti ia menyayangi dirinya sendiri, karena Matt adalah dirinya.

Ketika Matt berjuang untuk memahami keberadaannya, ia diperlakukan dengan keji oleh hampir semua orang, termasuk keluarga El Patron's yang haus kekuasaan, dan dia dikawal oleh seorang yang sangat berbahaya. Melarikan diri adalah satu-satunya cara agar Matt dapat tetap bertahan hidup. Namun melarikan diri dari Rumah Alacran bukanlah jaminan untuk mendapatkan kebebasan, karena Matt memiliki perbedaan yang ia sendiri tidak mengharapkannya.


Mengangkat tema yang sedikit terlalu gelap untuk cerita-cerita yang biasanya masuk Newbery Honor List, tapi mengingat tokoh utamanya memang masih berumur belasan tahun dan kisahnya sendiri yang sangat menarik, tidak heran buku ini masuk nominasi Newbery tahun 2003 selain segudang penghargaan lainnya. termasuk YALSA dan ALA di tahun yang sama.

Dengan latar scifi dan distopia, novel ini berkisah tentang Matt Alacrán, seorang seekor Clone (karena clone adalah hewan tak berjiwa dan bukan manusia, diternakkan dengan tujuan untuk dipanen organ-organnya) dari penguasa ladang Opium terbesar di dunia yang terletak di antara Amerika Serikat dan amerika selatan.

Jumat, 31 Oktober 2014

Hulubalang Raja


Judul: Hulubalang Raja: Kejadian di Pesisir Minangkabau
Pengarang: Nur St. Iskandar
Penerbit: Balai Pustaka (2010)
ISBN: 978-979-40-7058-1
Jumlah Halaman: 260 halaman
Penerbitan Perdana: 1934


Sinopsis

Roman Hulubalang Raja merupakan rekonstruksi sejarah. Fenomena orang "menjual bangsa" sudah terjadi sejak ratusan tahun yang lalu dan masih terus berlangsung dan terjadi hingga kini. Itu sebabnya bangsa ini tidak pernah mampu beranjak dewasa.

Hulubalang Raja menjelaskan berbagai fenomena ini. Sebuah fiksionalisasi fakta oleh pengarang paling produktif di zamannya, Nur Sutan Iskandar.

Roman sejarah yang ditulis sebelum era kemerdekaan ini sungguh-sungguh butuh perjuangan dalam membacanya. Bukan saja ceritanya yang penuh detil nama, gelar, tempat dan negri yang terasa asing di telinga, tapi juga gaya bahasanya yang sudah lama tak terpakai dalam percakapan sehari-hari. Kisahnya sendiri adalah tentang peperangan antar negri-negri di Minangkabau, dan bagaimana kompeni (VOC - Belanda) ikut campur tangan dalam hal itu dan bagaimana dua orang lelaki muda menjalani kehidupan di tengah-tengah peperangan ini.

Jumat, 12 September 2014

Rashomon Gate (Sugawara Akitada #2)

Judul: Rashomon Gate
Judul Asli: Rashomon Gate
Seri: Sugawara Akitada #2
Pengarang: I.J. Parker
Penerbit: Penerbit Kantera (2010)
ISBN: 978-979-19-2405-4
Jumlah Halaman: 573 halaman
Penerbitan Perdana: 2002

Sinopsis

Seorang gadis terbunuh dan seorang pria tua lenyap secara misterius. Serangkaian kasus tadi terjadi setelah teman lama Akitada, Profesor Hirata, memanggilnya untuk menyelidiki teka-teki surat kaleng yang ditujukan kepada salah satu koleganya di Universitas Kekaisaran.

Dengan menyamar sebagai Asisten Profesor, Akitada beserta Seimei dan Tora memulai penyelidikan dari asal keberadaan surat kaleng. Ketika Akitada berusaha menyelidiki orang-orang yang terlibat didalamnya, terjadilah pembunuhan beruntun yang bersamaan dengan itu, saksi-saksi penting kasus tersebut menghilang secara tiba-tiba.

Apakah pembunuhan berantai tersebut terkait dengan kasus surat kaleng yang sedang diselidiki Akitada ataukah hanya kebetulan semata? Atau ada konspirasi lain yang ditujukan bagi Akitada?

Dengan latar belakang Kota Kyoto-Jepang abad 11, kita akan menyaksikan kejeniusan dan ketelitian sang samurai detektif, Sugawara Akitada, dalam memecahkan kasus-kasus tersebut. Kita juga akan tertantang dan ikut menduga-duga kisah akhir buku ini.


Kamis, 11 September 2014

The Dragon Scroll (Sugawara Akitada #1)

Judul: The Dragon Scroll
Judul Asli: The Dragon Scroll
Seri: Sugawara Akitada #1
Pengarang: I.J. Parker
Penerbit: Penerbit Kantera (2009)
ISBN: 978-979-19-2400-9
Jumlah Halaman: 484 halaman
Penerbitan Perdana: 2005

Sinopsis

Sugawara Akitada, seorang bangsawan miskin dari klan Sugawara yang terkenal, mendapat tugas resmi untuk menyelidiki hilangnya pengiriman pajak dari propinsi Kazusa.

Di dunia Politik yang kelam, dimana kebenaran selalu disalahkan, menjadikan penyelidikan ini bertambah berat. Namun, Akitada bersama Seimei dan Tora berjuang untuk menuntaskan kasus ini dan berusaha untukmenguak apa yang sesungguhnya sedang terjadi di Kazusa, sebuah propinsi yang penuh dengan intrik politik dan kasus pembunuhan berantai.

The Dragon Scroll akan memperkenalkan anda pada keeksotisan Jepang di abad ke sebelas dan seorang Samurai Detektif baru.


Senin, 08 September 2014

Senja di Jakarta


Judul: Senja di Jakarta
Judul Asli: Twilight in Djakarta
Pengarang: Mochtar Lubis
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia (2009)
ISBN: 978-979-46-1115-9
Jumlah Halaman: 406 halaman
Penerbitan Perdana: 1963

Sinopsis

Dalam novel Senja di Jakarta, Mochtar Lubis telah menyayat penghidupan politik dan sosial di Jakarta selama kurun waktu tahun 1960-an, dan dengan kejernihan yang mengerikan berhasil membuka arus-arus kemiskinan, korupsi dan kejahatan yang mengalir dengan deras di bawah permukaan kehidupan setiap hari di kota Jakarta, yang merupakan salah sebuah kota terbesar di Asia. Meskipun novel ini bercerita tentang kehidupan di Jakarta, namun seandainya pembaca mengikuti novel ini dengan seksama, maka apa yang diceritakan juga melukiskan berbagai kekuatan yang mempengaruhi, membentuk dan mendorong kehidupan mereka yang kaya, miskin, kaum politik dan kriminal, dan kaum intelektual, dan juga mereka yang berpindah tempat dari hidup dari desa-desa ke kota besar ini, juga di banyak negeri lain di dunia.

Seorang tokoh utama, Suryono, seorang pegawai negeri yang masih berumur muda, merupakan sebuah titik utama yang dipergunakan pengarang untuk menggambarkan betapa tali-tali yang menjerat banyak anggota masyarakat dari berbagai kelompok untuk melakukan berbagai perbuatan yang menekan dan menindas rakyat kecil, dan membuat yang kaya bertambah kaya, dan yang berkuasa tambah berkuasa, seperti amat sering terjadi dalam negeri-negeri yang belum lama merdeka.

Jakarta. 1960-an.
Indonesia masih muda, ideologi dan tata cara pemerintahan belum mendapatkan bentuk tentunya. Pergolakan tersamar yang terjadi di semua lapisan masih tertutupi kebebasan gaya hidup ala kemerdekaan yang belum lama dinikmati. Jakarta sebagai ibukota republik, menjadi pusat semua kejadian itu, dan novel ini serasa mencuplik wajah kota sesaat setelah kemerdekaan, dan mengabadikannya dalam bentuk romansa historikal yang sangat real dan gamblang.

Kamis, 04 September 2014

Girls in the Dark

Judul asli: 暗黒女子 - Ankoku Joshi
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru (2014)
ISBN: 978-602-77-4231-4
Jumlah Halaman: 284 halaman
Penerbitan Perdana: ??

Sinopsis

Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati.
Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu. Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi....

Kau... pernah berpikir ingin membunuh seseorang?

Sebuah novel dengan cara penceritaan yang tidak biasa. Satu peristiwa, kematian seorang gadis, dilihat dari kacamata keenam sahabatnya. Masing-masing dengan pemikiran dan latar belakang kisahnya sendiri-sendiri, dan dari situ pembaca dapat ikut menebak-nebak jalan cerita yang sesungguhnya. Kisah misteri novel ini mengingatkanku pada gaya bercerita crime-fiction ala Agatha Christie (yang seperti tokoh ciptaannya, si detektif kumis Hercule Poirot sering mengatakan bahwa biarkanlah orang-orang bercerita, karena cerita bohong itu sama pentingnya dengan cerita kebenaran). Itu pula yang terjadi di novel ini. Setelah sebuah pengantar dari Sumikawa Sayuri, Wakil Ketua Klub Sastra SMU Santa Maria, maka kelima anggota yang lain mulai menyampaikan ceritanya tentang sang Ketua yang baru saja mati.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget