Judul: Shinju
Judul Asli: Shinjú
Seri: Sano Ichiro #1
Pengarang: Laura Joh Rowland
Penerbit: Hikmah - PT Mizan Publika (2010)
ISBN: 978-979-37-1461-5
Jumlah Halaman: 536 halaman
Penerbitan Perdana: 1993
Literary Awards: Anthony Award Nominee for Best First Novel (1995), Hammett Prize Nominee (1994)



Sinopsis:
Distrik Edo, Jepang abad ke-17
Ketika Yukiko, si gadis cantik nan kaya, ditemukan tenggelam di Sungai Sumida bersama Noriyoshi, si seniman miskin, semua orang yakin bahwa itu adalah sinju atau ritual bunuh diri berdua karena cinta terlarang. Tak ada yang ragu, kecuali Sano Ichiro, seorang penyelidik baru.
Tak acuh dengan perintah resmi dan peringatan dari para atasannya, Sano mencurigai kematian keduanya bukan sekadar tragedi-mereka pasti telah dibunuh. Mempertaruhkan nama baik keluarga dan nyawanya sendiri, Sano berusaha menemukan sang pembunuh. Dia bertekad mencari jawaban dari misteri itu.
Membaca Shinju dari seri Sano Ichiro ini, mau tidak mau akan teringat dan membandingkan dengan seri detektif sejenis seperti seri Sugawara Akitada (Dragon Scroll / Rashomon Gate). Sama-sama bersetting Jepang kuno (Akitada lebih duluan beberapa dekade), sama-sama penyelidik muda yang masih canggung dalam percaturan politik Shogun dan para Daimyo-nya, sama-sama penasaran dan suka gatal kalau melihat keanehan dalam sebuah penyelidikan. Tapi, sejauh ini aku masih lebih suka karakter Akitada, karena selama novel ini, kesan yang kudapatkan adalah si Sano ini kok jauh lebih gak taktis dan pandai mencari celah dalam penyelidikannya. Serasa insting detektifnya kurang tajam. Selain itu secara keseluruhan dia ini detektif yg sedikit payah, selalu buru-buru bertindak dan tidak meluangkan waktu untuk berpikir dulu, implikasi tindakannya apa, tipuan gerakan lawan seperti apa, counter move dia bagaimana sebaiknya, dsb. Berani sih berani, gigih-sih gigih, tapi mbok ya berhenti dulu buat mikir, jangan grusa-grusu.
