Tampilkan postingan dengan label Eka Kurniawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eka Kurniawan. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 November 2016

Membaca Corat-Coret di iJak


Judul: Corat-Coret di Toilet
Pengarang: Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2014)
ISBN: 9786020303864
Jumlah Halaman: 132 halaman
Penerbitan Perdana: 2000






"Aku tak percaya bapak-bapak anggota dewan, aku lebih percaya kepada dinding toilet."

Nama "Eka Kurniawan" memang bukan nama asing dalam bercerita. Setelah novel-novelnya Cantik Itu Luka dan Lelaki Harimau yang menuai banyak pujian, tahun ini ia menghentak lagi dengan O yang kembali masuk dalam 5 besar KLA. Corat-coret di Toilet ini adalah kumpulan cerpen, yang awalnya terbit di tahun 2000, namun cetak ulang di tahun 2014 dan 2016 dengan cover baru. Walaupun sudah cukup lama, namun cerpen-cerpen di sini masih memiliki tema-tema yang relevan dibaca kapan pun. Sedangkan gaya penulisannya, meski berasa Ekakur, tapi beberapa kurang unik dan tajam seperti tulisannya sekarang. Selain cerpen Corat-Coret di Toilet dan beberapa cerpen lain, seperti Kandang Babi dan Hikayat Orang Gila, kumcer ini kok berasa biasa saja. Kurang nggejreng unsur magic realism yang biasanya jadi ciri khas EK. Meskipun begitu, narasi-narasi panjang penuh permainan logika yang kusuka, memang tetap masih ada.

Tema cerpen Rayuan Dusta untuk Marietje dan Siapa Kirim Aku Bunga? sedikit mengingatkanku pada Murjangkung atau Semua untuk Hindia karena kedua cerpen ini bersetting Hindia Belanda jaman dahulu kala. Bagus sih ceritanya, tapi terasa jamak dan (sekali lagi) tidak terlalu Ekakur.

Favoritku Corat-Coret di Toilet dan Dongeng Sebelum Bercinta. Kedua cerpen ini 'nakal' tapi menohok dalam menyampaikan isinya. ^.^

Saranku, kalau mau merasakan Ekakur yang se-Ekakur-Ekakur-nya, baca novelnya. Cantik Itu Luka itu dahsyat, Lelaki Harimau yang super tragis, Rindu Dendam yang bikin baper dan ngilu, serta O yang "gilak sekalee".
(notes: kecuali O, ketiga novel lainnya tersedia juga di iJak).


Membaca di iJak


Di atas aku sekilas menyebutkan tentang iJak. Ada yang sudah pernah memakai aplikasi ini? Atau malah ada yang belum tahu sama sekali?

iJak adalah Jakarta Digital Library. Sebuah perpustakaan digital yang bisa diakses dari mana saja, kapan saja. Tag line-nya "Membaca Semakin Mudah. Baca buku, berbagi koleksi bacaan dan bersosialisasi secara bersamaan" sangat tepat menggambarkan aplikasi ini. Setelah memasang aplikasi ini di perangkat android kamu, mendaftar dengan mudah dan cepat, langsung sekian ratus judul buku tersedia untuk kamu baca, dan... gratis!



Awalnya aku juga hanya coba-coba saja menggunakan aplikasi ini. Dengan kata-kata "gratis!" ini aku malah ber-suudzon paling hanya buku-buku gak laku saja yang disediakan. Namun setelah memasang dan berkeliaran ke sana-sini di dalam aplikasi, aku sungguh terkejut senang melihat judul-judul buku yang ditawarkan. Dari novel-novel berbagai genre (novel romance yang buanyak sekali), buku-buku full grafis berwarna untuk anak-anak, komik, buku non-fiksi, i.e buku motivasi, parenting, teknologi, musik bahkan buku resep masakan, semuanya ada.


Selain Novel dan NonFiksi, ada pula Komik dan Buku Anak


Setelah memakai aplikasi ini, aku teringat ada cerita yang ingin sekali kubaca, namun sampai saat itu belum kesampaian, yaitu trilogi Eiffel dari Clio Freya. Memakai fasilitas search yang tersedia, langsung kucari novel-novel ini, dan senang sekali saat ketiga-tiganya tersedia dan mudah sekali kupinjam.

Kumcer Corat-coret di Toilet ini juga kubaca lewat aplikasi iJak di telepon genggamku. Tampilan layarnya juga lumayan ramah di mata. Meskipun tidak bisa diganti besaran font yang digunakan seperti layaknya file epub (iJak menggunakan sistem halaman), namun ada feature zoom-in yang menggantikannya.

Pembaca bisa juga memberi bintang kepada tiap buku yang ada dan memberikan review singkatnya. Selain itu, tersedia pula jaringan pertemanan, jadi kita bisa saling mem-follow, melihat-lihat buku apa yang sedang ngetrend di sekitar kita dan berbagi rekomendasi. Setelah mendapatkan beberapa teman buku di iJak, aku jadi gak pernah kehabisan ide untuk bacaan berikutnya.

Suatu kali pernah novel yang kuincar belum tersedia di koleksi iJak. Yah, sedikit kecewa. Namun beberapa hari setelahnya, saat kucek kembali ternyata sudah tersedia. Ternyata ada seseorang yang baik hati, mendonasikan buku itu untuk semua kawan iJak (Donasi ini salah satu pilihan feature jika kita ingin beramal buku secara digital). Waah, senangnya....


Oh, iya, selain lewat aplikasi, iJak tersedia pula lewat situsnya https://ijakarta.id/. Jadi bisa pula diakses lewat laptop-mu, teman. Gimana, tertarik untuk mencoba?





https://www.goodreads.com/review/show/1790139931

Senin, 24 Oktober 2016

Membaca Kumcer dan Mini Reviews-ku

Beberapa belakangan ini aku lebih suka membaca buku-buku kumcer yang kumiliki dan tertimbun. Yah, karena sesuatu hal, saat ini memang lebih mudah mencerna beberapa cerita pendek satu per satu daripada sebuah novel panjang yang butuh konsentrasi lama untuk membaca dan menikmatinya tanpa terpengal-penggal. Daaaan, karena aku belum sempat-sempat menulis review untuk mereka semua, kupikir lebih baik menulis mini-review untuk beberapa kumcer ini dan alasan mengapa aku sangat enjoy membacanya.


1. Malam Terakhir - Leila S. Chundori


Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (2012)
ISBN: 978-979-91-0521-9
Jumlah Halaman: 117 halaman
Penerbitan Perdana: 1989

Kekhasan Leila Chudori yang kutemukan di kisah-kisah Nadira tergurat lagi di sini, lebih jelas, lebih bebas dan lebih dalam. Tema-tema tentang perempuan dan pilihan-pilihan yg harus dibuatnya menjadikan cerpen-cerpen di sini sangat padat makna.

Ini beberapa favoritku:
Dalam Air Suci Sita ia mengangkat kisah klasik Ramayana dan balik menggugat pertanyaan tentang kesetiaan wanita vs kesucian para pria.

Adila bercerita tentang anak dan kekangan yg berlebihan tanpa kasih sayang dan berujung tragedi pribadi. Berbalikan dengan itu, Ilona justru menampilkan kebebasan dan pilihan tanggung jawabnya sebagai beban... atau tidak. Keleluasaan ruang pribadi yang sulit dibagi untuk siapa pun.

Cerpen Keats membuatku jatuh cinta pada puisi On Death.
Can death be sleep, when life is but a dream, 
And scenes of bliss pass as a phantom by? 
Cerpen ini mempertanyakan arti kebahagiaan, dan antara pilihan yang mudah dan jalan cinta. Aku suuuka sekali cara cerita ini bertutur.

Beberapa cerpen lain (Malam Terakhir, Sepasang Mata Menatap Rain) jelas menggali tema-tema sosial politik dalam sudut pandang berbeda. Menarik, tapi otakku sedang merasa bebal sekali untuk mengunyah dan menikmatinya. ^^V


2. Si Janggut Mengencingi Herucakra - A. S. Laksana


Penerbit: Marjin Kiri (2015)
ISBN: 978-979-12-6049-7
Jumlah Halaman: 133 halaman
Penerbitan Perdana: 2015

Bergelut melawan dunia, melawan tokoh lain, dan melawan diri sendiri, tokoh-tokoh dalam kedua belas cerita ini menampakkan secara subtil sisi-sisi terbaik sekaligus mungkin ternaas dari hubungan kemanusiaan.

Kalimat blurb di cover belakang kumcer ini tampaknya sudah sangat tepat menggambarkan isinya. Semua(!) cerpen yang termuat, 12 cerpen total, mengisahkan tokoh-tokohnya yang sedang berada dalam episode paling menyedihkan dalam hidup mereka. Naas. Yup, sangat naas.

Mereka lalu berbagi cerita tanpa menginginkan apapun dari pembacanya, tanpa kejutan, tanpa twist (eh, kecuali Anjing Kecil di Teras Rumah, yang itu twist kecilnya bikin kaget sedikit ^.^), hanya berbagi cerita. Jika setelah mendengar (membaca) cerita ini lalu pembaca ingin merenung dan merefleksikannya kembali, maka itu adalah privilege yang diberikan kumcer ini.

Fav-ku adalah kisah pembukanya, Dijual: Rumah Dua Lantai dan Seluruh Kenangan di Dalamnya. Cerita ini sangat-sangat menyentuh dan real, tanpa ada kesan mendayu-dayu. Endingnya pun... yah bagaimana pun sang istri juga sebenarnya tidak setabah yang ditampilkannya, bukan?

Cerpen lain yang sangat menyentuh bagiku adalah Lelaki Merah di Kaca Jendela. Sedikit sentuhan surealism yang memberi nafas magis bagi cerita ini, membuatnya sulit terlupakan.

Meskipun begitu, keanggunan tema-tema yang diangkat di sini terkalahkan oleh keindahan pemilihan diksi yang digunakan pada kumcer ASL sebelumnya, Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu. Tapi mungkin itulah poin pentingnya, kesederhanaan cerita dan kesederhanaan penyampaiannya.

NB: kepo berat dengan kelanjutan cerita Robi dan Ratri.


3. Corat-Coret di Toilet - Eka Kurniawan


Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2014)
ISBN: 978-602-03-0386-4
Jumlah Halaman: 132 halaman
Penerbitan Perdana: 2000

Selain Corat-Coret di Toilet dan beberapa cerpen lain, seperti Kandang Babi, kumcer ini kok berasa biasa saja. Kurang nggejreng unsur magic realism yang biasanya jadi ciri khas EK. Meskipun begitu, narasi-narasi panjang penuh permainan logika yang kusuka, memang tetap masih ada.

Tema cerpen Marietje dan Siapa Kirim Aku Bunga? sedikit mengingatkanku pada Murjangkung atau Semua untuk Hindia karena kedua cerpen ini bersetting Hindia Belanda jaman dahulu kala. Bagus sih ceritanya, tapi gak terlalu berasa EK.

Favoritku Corat-Coret di Toilet dan Dongeng Sebelum Bercinta. Kedua cerpen ini 'nakal' tapi menohok dalam menyampaikan isinya. ^.^


4. Senyum Karyamin - Ahmad Tohari


Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2013)
ISBN: 978-979-22-9736-2
Jumlah Halaman: 88 halaman
Penerbitan Perdana: 1989

Kumcer ini sangat tipis, net hanya 66 hal saja, dan terbagi dalam 13 cerpen, jadi tiap cerpen hanya 4-7 halaman saja. Taaapii... isi tiap cerpennya kuat menyindir dan tajam menampar berbagai hal yang terjadi di dalam masyarakat. Meski ditulis di era 70-80an, persoalannya masih cukup relevan untuk jaman sekarang.

Aku suka sekali sisi pak AT yang tampil di kumcer ini, terasa muda, ironis dan sinis, seakan mencibir pada keangkuhan strata sosial yang ada dan kemapanannya. Sesuatu yang pada tulisan-tulisan beliau di tahun-tahun selanjutnya (sayangnya) sedikit terlembutkan dan terhaluskan.

Favoritku... eeng... susah memilihnya, aku suka hampir semuanya!!



Itulah mereka, empat kumcer dari empat penulis lokal yang sangat kusukai karya-karyanya. Ada yang menurutku lebih asyik membaca bentuk novel hasil karya mereka, tapi ada pula yang kumcer yang semua cerpen-cerpennya menakjubkan. Yang pasti, aku menikmati setiap saat membacanya.

Bagaimana, tertarik juga? :)



https://www.goodreads.com/review/show/1780437329
https://www.goodreads.com/review/show/1784194596
https://www.goodreads.com/review/show/1790139931
https://www.goodreads.com/review/show/1791810162

Rabu, 20 Januari 2016

Wishful Wednesday - Hujan & O

Wishful Wednesday 2016 #01

Selamat hari Rabu, hari beringin-ingin dan berangan-angan.

Ini WW pertamaku di tahun 2016, dan setelah kulihat lagi, postingan WW terakhirku sudah 3 bulan lalu... wuaaahhh jangan-jangan selama tiga bulan ini aku benar-benar lagi nggak pengin buku *ha... you wished!! yang ada juga timbunan makin tinggi* :D

Awal tahun ini, ada dua buku dari pengarang lokal yang benar-benar kuingin. Dua-duanya pengarang kesukaanku. Dua-dua novelnya bikin aku kena cover lust. Yang satu gara-gara warna sampulnya yang biruuuu teduh, dan judulnya yang baru dibaca satu kata judul itu saja sudah langsung bikin mood-ku happy, yang satu lagi gara-gara gambar monyet usil di sampul, yang baru liat gambar itu saja sudah bikin pengin ngakak. Ditambah lagi, dua-duanya punya blurp yang bikin penasaran maksimal.

Tahu kan kedua novel yang kumaksud...

  

Hujan
by Tere Liye
Tentang persahabatan
Tentang cinta
Tentang perpisahan
Tentang melupakan
Tentang hujan

O
by Eka Kurniawan
Tentang seekor monyet yang ingin menikah dengan Kaisar Dangdut.


Kedua novel ini jadwal terbitnya masih akhir bulan ini dan tengah bulan depan, tapi aku sudah gak sabar kepengin membacanya... ah....


* * *



Yuk, ikutan Wishful Wednesday dengan cara:

1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu.

2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!

3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky. Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.

4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu.

Link Back WW


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget