Tampilkan postingan dengan label Thriller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thriller. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juli 2016

Just After Sunset

Lok: Just @Home
A cup of tea & Nastar cookies


Judul: Just After Sunset - Setelah Matahari Terbenam
Judul Asli: Just After Sunset
Pengarang: Stephen King
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2013)
ISBN: 9786020300610
Jumlah Halaman: 576 halaman
Penerbitan Perdana: 2008




Lihat sinopsis
Koleksi cerpen yang brilian dari Stephen King. Siapa selain Stephen King yang bisa mengubah toilet portabel menjadi kanal kelahiran berlendir, atau bar pinggir jalan menjadi tempat untuk cinta abadi? Seorang penjual buku yang marah mengangkut seorang pembonceng bisu, tanpa menyadari bahwa pria itu mendengar semua ocehannya dengan sangat jelas. Atau rutinitas olahraga dengan sepeda stasioner, yang dimulai untuk mengurangi kolesterol, bisa membawa pengendaranya pada perjalanan yang memikat sekaligus mengerikan. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Just After Sunset––sebut saja senja, atau petang, adalah waktu ketika hubungan antar manusia mengambil bentuk yang tidak wajar, ketika segalanya tidak seperti yang terlihat, ketika imajinasi mulai meraih bayang-bayang yang menghilang menjadi kegelapan, dan siang hari yang terang bisa terusir pergi dari dirimu. Ini waktu yang sempurna bagi Stephen King.



Kumcer yang begitu khas dari Stephen King. Dari kisah-kisahnya yang tak terduga sampai narasi awalnya yg paaaaaaaaanjang... demi membangun suasana. Memang harus sabar mengikuti kisahnya, tapi yakin akan terbayar puas dengan twist dan ending yang memikat di tiap kisah.

Favku dalam antologi ini adalah Sepeda Stasioner. Aku suka sekali perpindahan antara dunia nyata dan tidak nyata yang mulus terjadi di kisah itu. Premis awalnya tentang seseorang yang perlu sedikit berolahraga demi kesehatannya, berlanjut dengan kisah-kisah pekerja yang kehabisan pekerjaan gara-garanya. Aneh, unik, tak terduga, dengan sentuhan thriller dan sedikit membius untuk tenggelam dalam dunia Richard Sifkitz. Meski begitu, endingnya malah berasa 'terlalu logis' untuk ukuran SK. Penginnya sih ending yang lebih tidak biasa.

Kisah lain yang memikat dan manis adalah New York Times dengan Harga Khusus. Sebuah kisah magic-realism ala SK yang bikin terharu. Jarang-jarang ada kisah dari sang maestro yang sedih dan bikin patah hati dari awal hingga akhir.

Cerpen/novela N. di kumcer ini menurutku yang paling kental rasa thriller-horror khasnya SK. Separuh jalan membaca novela ini aku selalu merinding dan berkali-kali menengok depan-belakang-samping-kolong. Nuansa mencekam yang pelan-pelan dibangun dengan halus bikin kengerian yang tidak jelas asal-usulnya tapi selalu ada. Mana endingnya juga begitu... hyiii.... ampun dah.

Lalu ada pula Bisu. Cerpen yang ini aku suka karena begitu banyak hal, ie. kejujuran si tokoh utama, si pastor yg rada komedik, si tokoh Bisu yang.... ternyata tak seperti kesan awalnya. Ceritanya juga kompleks tapi terasa simpel... dan terus terang, aku jg berharap si Bisu gak sampai tertangkap!! Moral of the story, jangan sembarangan cerita, tahu-tahu yang diceritain itu seorang mailaikat (kematian)... hehehehe.....

Penutup antologi ini adalah cerpen berjudul Tempat yang Sangat Sempit. Huaaahh... membaca ini aku sampai terikut menahan napas berulang kali (sungguh!). Bagussss, menegangkan dan mengejutkan. Tapi sedikit banyak mengingatkanku pada adegan melarikan dirinya Andy Dufresne di Shawshank Redemption.

Cerpen-cerpen lainnya juga tak mengecewakan. Tak terduga. Amat sangat tak tertebak akhir ceritanya. Kadang-kadang kukira ini cerita horor, tapi malah larinya ke drama, yang kukira thriller malah sedikit ringan dan komedik. SK membuktikan bahwa tangan dinginnya mampu memelintir cerita yang temanya biasa-biasa saja menjadi sajian yang menyenangkan.




https://www.goodreads.com/review/show/1683914086

Selasa, 14 Juni 2016

The Racketeer


Judul: The Racketeer - Pengacara Penipu
Judul Asli: The Racketeer
Pengarang: John Grisham
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2016)
ISBN: 978-602-03-2768-6
Jumlah Halaman: 398 halaman
Penerbitan Perdana: 2012




Lihat sinopsis
Malcolm Bannister, mantan pengacara, sedang menjalani hukuman di Maryland karena kasus penipuan. Di atas kertas, situasi Malcolm tampaknya tidak terlalu bagus, tapi dia punya kartu as.

Dia tahu siapa pembunuh Hakim Fawcett. Mayat sang hakim ditemukan di kabinnya dekat danau terpencil. Tak ada tanda-tanda orang masuk dengan paksa maupun pergulatan. Hanya ada dua mayat: sang hakim dan sekretarisnya yang masih muda. Dan satu lemari besi yang telah dikosongkan. FBI ingin sekali tahu isi lemari besi itu, dan Malcolm dengan senang hati mau memberitahu
mereka.

Tapi segala sesuatu ada harganya––terutama informasi mengejutkan yang akan mengarah pada serentetan kejadian yang menyebabkan kematian Hakim Fawcett.



Kisah ini mengingatkanku akan novel Grisham yang lain -salah satu favoritku - Runaway Jury, yg bercerita panjang lebar tentang suatu sidang gugatan perdata namun menyembunyikan twist akhir tak disangka-sangka. Di sini juga, sebuah pembunuhan seorang Hakim Agung Federal dijadikan panggung penipuan terbesar seorang pengacara kelas teri yang sedang sial terdampar di penjara.

Dari judulnya, dan dari beberapa bab awal memang sudah diindikasikan adanya scheme tertentu yang sedang digodok oleh seorang Malcom Bannister. Bahkan sejak awal aku sudah menebak (dengan benar) co-conspirator rencana busuk ini. Namun begitu, tetap saja asyik mengikuti permainan yang diatur oleh si Mal ini, sambil pelan-prlan memahami apa yang sebenarnya terjadi, pada Hakim Fawcett, pada Quinn, dan tentunya, siapa Nathan Cooley sebenarnya.


Malcom Bannister adalah seorang pengacara kulit hitam kelas kota kecil. Praktek santai, punya istri dan seorang anak balita, jauh dari tekanan kasus-kasus besar. Suatu ketika ia menangani jual-beli sebuah properti, yang ternyata adalah milik seorang koruptor kakap dan dijadikan salah satu tameng praktek pencucian uang. Saat sang koruptor didakwa FBI, Malcom terseret dalam huru-hara bersamanya. Seekor ikan kecil dalam jaring besar Federal. Dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, dianggap memalukan keluarga, diceraikan istri, bahkan kantor pengacara milik dua patnernya juga hampir gulung tikar.

Lima tahun berlalu, Malcom sekarang menghuni penjara berkeamanan minimum hanya berjarak sejam dari kota asalnya. Meskipun izin praktek pengacaranya telah dicabut, ia tetap menggunakan keahliannya untuk menolong mengkaji kasus-kasus beberapa rekan inmate-nya. Ia dikenal santun dan tak banyak tingkah. Sang  Pengacara Penjara. Tapi suatu saat ia melihar berita bahwa Hakim Agung Federal Raymond Fawcett terbunuh secara misterius di kabinnya yang terpencil  di pinggir danau, Malcom tahu ia punya permainan penting yang harus segera dimulai. Ia menawarkan kesaksian dan petunjuk penting yang mengarah pada jatidiri si pembunuh dengan imbalan kebebasan tanpa syarat, program perlindungan saksi dan bahkan operasi plastik untuk mengubah wajahnya. Plus uang hadiah informasi yang disediakan sebesar $150.000.

Seorang mantan pengedar obat terlarang bernama Quinn Rucker lalu diciduk. Saat satu per satu bukti-bukti tak langsung mengarah padanya, FBI memenuhi semua permintaan Malcom. Ia pindah ke tepi pantai Florida, menikmati hari-hari santai sambil mengubah wajah dan namanya menjadi Max Reed Baldwin. Namun tak semudah itu. Quinn dan komplotannya segera saja sadar siapa yang membocorkan rahasia mereka kepada FBI, dan entah bagaimana rahasia identitas baru Malcom terkuak kepada mereka.

Merasa tak aman lagi, Malcom memilih memutuskan semua kontaknya dengan FBI dan melakukan perjalanan rahasia ke berbagai pelosok kota-kota kecil mencari seorang bernama Nathan Cooley seraya menyaru sebagai seorang produser film dokumenter. Tindakan-tindakan kecil yang aneh, namun semua ini mengarah pada sebuah rencana tertentu... rencana nekad yang dimainkan oleh Malcom dan seorang partnernya yang masih tersembunyi.


Endingnya... Grisham sedang murah hati, memberi happy ending penuh kepuasan. Tapi dari segi cerita, aku sedikit kecewa karena tampaknya semua rencana berjalan mulus, TERLALU MULUS malah, sehingga belum sempat jantung dagdigdug... eh udah selesai. Harusnya ada sekali dua kali kekacauan dulu, penipuan, pengkhianatan, ketahuan, atau apalah, yang bikin Mal harus bertindak nekad dan kreatif sebelum cerita berakhir. Italian Job, The Leverage, bahkan Ocean 11-12 aja ada sandungannya, ini mah, jalan tol dari awal sampai akhir.

Tokohnya juga tidak sekompleks biasanya. Beberapa kali disinggung tentang anak dan bekas istri Mal, tapi tidak pernah cukup mendalam sampai memberi lapisan karakter yang membumi. Alasan salah dakwaan yang bikin Mal terhukum 10 tahun juga hanya berada di latar belakang, tidak diangkat secara penuh untuk memberi sentuhan kemarahan terpendam yang jadi motif utamanya. Quinn dan Venessa apalagi. Karakterisasinya hampir setipis kertas. Nathan dan Gene Cooley berasa hanya tokoh pemeran pembantu. Sedangkan Hakim Fawcett hampir tak pernah digali latar dan kehidupannya. Ia hanya perlu mati agar cerita bisa bergulir.


Novel yang lumayan ringan untuk ukuran John Grisham. Cukup banyak adegan serta istilah hukum dan peradilan, tapi tidak sepadat novel-novel awalnya. Lumayan pendek juga, kurang dari 400an hal. Enak dinikmati, tapi jelas bukan legal thriller JG favoritku.


Untuk edisi Bahasa Indonesianya, terjemahannya cukup bagus, alih bahasanya mengalir enak dan mudah diikuti. Tanpa typo. *yayy*  Hanya saja aku tidak suka ukuran bukunya. Untuk buku setipis ini kenapa harus menggunakan format paperback besar yang agak kurang nyaman untuk dipegang dan dibaca. Selain itu, juga jadi aneh saat dijajarkan di rak bersama novel-novel JG yang lain (sebagian besar milikku adalah edisi mass market yang diterbitkan Gramedia pertama kali, lalu berubah menjadi format paperback biasa untuk beberapa buku terakhir, lalu sekarang berubah bertambah besar lagi. Gak puguh ini penerbitnya!) Selain itu, aku juga sama sekali tidak menyukai warna dasar covernya yang putih polos itu, dengan hanya sedikit sentuhan warna merah. Seperti buku fotocopy-an saja kesannya. Bahkan gambar rumput, jalan dan lain-lain di bagian bawah buku malah tampak seperti noda-noda tinta kalau dilihat sekilas.


Lihat juga review-ku untuk beberapa novel John Grisham yang lain:

- The Appeal
- The Litigators
- Ford County
- Other novel




https://www.goodreads.com/review/show/1629482116

Senin, 02 November 2015

Sudut Mati


Review Buku  
Judul: Sudut Mati  
Pengarang: Tsugaeda
Penerbit: Bentang Pustaka (2015)
ISBN: 9786022910374
Jumlah Halaman: 344 halaman
Penerbitan Perdana: 2015




Lihat sinopsis
Titan kembali dari Amerika Serikat setelah delapan tahun, tepat ketika Grup Prayogo milik ayahnya sedang krisis dan membutuhkan bantuannya. Selain kesulitan dalam urusan bisnis, ada ancaman dari kompetitor jahat, Ares Inco, yang memiliki keinginan menghancurkan keluarga Prayogo untuk selamanya.

Namun Titan tak hanya menghadapi itu. Kakaknya, Titok, tak suka tersaingi olehnya di dalam Grup. Adiknya, Tiara, justru menikah dengan putra mahkota musuh. Dan mungkin ia juga telah membawa kekasih yang dicintainya ke dalam bahaya.

Titan harus menghadapi itu semua. Sementara tanpa ia ketahui, seorang pembunuh dengan kode 'Si Dokter' mengintai dan menunggu saat tepat untuk ikut campur ke dalam urusan mereka.

Thrilling-plot, alur yg cepat dan potongan bab-babnya yang pendek-pendek, membuat saat sudah mulai membaca buku ini suliiiit sekali melepasnya hingga akhir. Sama seperti dulu saat aku membaca Rencana Besar, jalinan cerita Sudut Mati ini memikat dan membuat kecanduan membaca... selalu berpikir, baca satu bab lagi, satu bab lagi, masih ada sedikit waktu, tambah satu bab lagi... *tiba-tiba sadar sudah kesiangan mau berangkat ngantor* hahaha.....

Dari segi kisah, aku suka sekali kekompleksan sekaligus kesederhanaannya. Dilatari sebuah keluarga chaebol kaya raya dengan empat anak, tiga lelaki dan satu perempuan, dengan karakternya masing-masing... dan kegilaannya masing-masing, bertahan saat krisis melanda keluarga mereka, serangan dari keluarga lawan bisnis. Dasar keluarga Proyogo yang sudah keropos, tiba-tiba harus menjadi solid dan padu jika tidak ingin dilenyapkan secara total oleh Ares Inco. Ada Titok sang pewaris tahta yang tidak becus namun setia, Teno, yang "gila?" dan dikurung di balik penjara soliter dan Tiara, si artis sinetron yang menikah dengan putra mahkota musuh. *yaaa ampuun... Yong Pal sekali.... sorry... korean-drama-addict-talking*. Namun, yang jadi tokoh utama adalah Titan, sang putra ketiga yang selama ini menyepi, menjauh dari hingar-bingar bisnis keluarga di Amerika, walaupun di sana dia diam-diam malah jadi konsultan bisnis top-class. Kisah ini mulai bergulir saat kepulangan Titan dari Amerika dan mulai mengambil alih jalannya bisnis grup Prayogo yang sedang compang-camping pasca ambruknya Bank UBI dan segala konsekuensinya (baca: Rencana Besar). Berbagai krisis dia tangani, namun separuh jalan dalam novel ini, pembaca mungkin akan mulai bertanya-tanya, apa motif sebenarnya dari Titan ini, benarkah sepenuhnya hanya untuk menyelamatkan Grup Prayogo... ataukah ia punya agenda tersendiri untuk menguasainya....

Seperti kataku tadi, kisahnya sederhana, tapi juga kompleks, karena detail-detail yang diberikan untuk membangun tiap karakter dalam cerita, terasa sangat lengkap dan kuat. Bukan hanya para Sigit Prayogo dan para putra-putrinya, tapi juga karakter-karakter lainnya, seperti Kath, Kevin, Danang, dan tentu saja, si Dokter. Aku bisa membayangkan dengan cermat mereka semua, saat lapis-demi-lapis karakterisasi dan lapisan kisah dibangun. Sayangnya, aku merasa karakter utamanya, Titan Prayogo ini, malah yang paling kurang mencorong dibanding, ya misalkan saja Teno (yg meski tampil singkat tapi meledak) atau si Dokter yang rumor-rumor yg mendahuluinya saja cukup untuk mengutuhkan karakter misteriusnya. Dibanding mereka berdua, Titan terasa terlalu.... biasa. Ya, dia pakar bisnis, ya dia cerdik lihai, dia juga tahu cara menghandle krisis, ehm, lalu kenapa.... Apa ya... mungkin idealismenya yang kurasa sedikit membosankan #EH *yeah, something really wrong with me* :-P

Spoiler [Memang sedikit mengejutkan saat ia menipu sang ayah dan mengambil-alih perusahaan, namun motifnya terlalu cepat dijelaskan, seakan-akan pengarangnya tidak rela sang tokoh disalah-pahami. Satu-satunya adegan di mana Titan jadi tokoh favoritku-ku adalah saat dia sengaja mengakusisi perusahaan Danang cuma untuk mendapatkan Danang kembali jadi COO-nya ]

Endingnya... cukup memuaskan. Sedikit kecewa karena sangat konservatif (yay, kebaikan pasti menang) dan salah tokoh paling eksentrik dalam kisah novel ini harus mati, tapi ya... yah demikianlah. Twist tentang identitas si Dokter enak diikuti (meski sudah sedikit tertebak sejak flashback Tiara di NY) dan epilognya menutup kisah dengan senyuman.

Selain masalah itu, novel ini tetap saja jadi salah satu cerita thriller dalam negri yang paling menarik yang kubaca tahun ini, Tidak kalah dengan novel-novel thriller luar. Ditambah lagi, ceritanya masih 'satu universe' dengan RB, jadi terasa kesinambungan kisahnya, dan mungkin... MUNGKIN... bisa diharapkan akan ada novel selanjutnya saat Makarim bertemu dan bekerja sama dengan Titan??


Tentang bukunya sendiri, aku suka ilustrasi cover-nya. Gedung yang tampak di sebelah kiri itu adalah bangunan paling kusukai bentuknya di antara semua gedung di seputaran Jalan Sud-Tham (meski olok-olok temanku, itu "gedung mencari petir" :D ). Kesan thriller-korporasinya sangat terasa dalam cover. 



* * *


Selain puas baca bukunya, senang sekali karena hari minggu kemarin bisa bertemu Tsugaeda, pengarang novel ini, dalam acara Lunch with Tsugaeda yang diadakan teman-teman Goodreads wil. Semarang. Selain bercerita tentang banyak hal dalam novel terbarunya, sempat juga si Mas berbagi tips-tips mengarang dan menerbitkan buku. Sempat bagi-bagi doorprize pula... ahzeek.... ^^V

(LPM mana nihhh? *lirik goodreaders semarang* )


Pamer foto waktu lagi minta tanda tangan Mas Pengarang :)




https://www.goodreads.com/review/show/1428895883

Rabu, 22 April 2015

Negeri Para Bedebah


Judul: Negeri Para Bedebah
Seri: Negeri Para Bedebah  #1
Pengarang: Tere Liye
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (2012)
ISBN: 978-979-22-8552-9
Jumlah Halaman: 440 halaman
Penerbitan Perdana: 2012
Literary awards: Kusala Sastra Khatulistiwa Nominee for Fiksi - longlist (2012), Anugerah Pembaca Indonesia for Penulis dan Buku Fiksi Terfavorit (2012)


Lihat Sinopsis
Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata.

Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah.

Tetapi setidaknya, Kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat.

Bedebah semua...,
dan Thomas yang paling bedebah di antara mereka!!


*ahaha... senangnya bisa punya alasan untuk menyumpah-nyumpah di blog sendiri* ;p


Ini novel Tere Liye pertamaku, dan ternyata sangat sulit untuk berhenti membacanya sebelum tamat. Berkisah tentang gonjang-ganjing seputar jatuhnya Bank Semesta dan bagaimana seorang Thomas, konsultan keuangan internasional dengan spesialisasi M&A -dan diam-diam ternyata adalah related party- berusaha menyelamatkannya.

Sabtu, 31 Januari 2015

Gone Girl --- dan tebak riddle Santa

Judul: Gone Girl: Yang Hilang
Judul Asli: Gone Girl
Pengarang: Gillian Flynn
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (2014)
ISBN: 978-602-03-1072-5
Jumlah Halaman: 616 halaman
Penerbitan Perdana: 2012
Literary Awards: Barry Award Nominee for Best Novel (2013), Anthony Award Nominee for Best Novel (2013), Shirley Jackson Award Nominee for Best Novel (2012), Edgar Award Nominee for Best Novel (2013), Goodreads Choice for Best Mystery & Thriller (2012), and many more


Sinopsis:
Nick Dunne
Istriku menghilang. Tepat pada hari ulang tahun pernikahan kami yang kelima. Ketika pulang hari itu, aku mendapati sisa-sisa pergumulan di ruang duduk. Polisi mencurigaiku. Banyak kejanggalan muncul dari hasil penyelidikan. Parahnya, semua bukti mengarah kepadaku. Apa yang istriku lakukan terhadapku?

Amy Dunne
Dalam buku harian, aku menulis dia mungkin akan membunuhku. Kalau suatu hari aku ditemukan mati... yah, itu bukan lelucon yang lucu. Setahun belakangan aku sudah mempersiapkan diri. Agar suamiku tak macam-macam denganku.

Nick harus mengerahkan segala upaya untuk lepas dari penghukuman media dan publik, menghindar dari penjara dan bahkan hukuman mati. Menyelami isi kepala istrinya yang rumit dan perfeksionis, hanya itu satu-satunya cara

The craziest most insane twisted story I've ever read.

Sebelum membaca buku ini, sebenarnya aku sudah banyak mendapat kesan-kesan dari pembaca lainnya. Rata-rata memperingatkan akan adanya twist yang 'gilak' sepanjang paruh kedua buku. Meskipun telah siap mengantisipasinya, tetap saja...

Jumat, 28 November 2014

Mr. Penumbra's 24-Hour Bookstore


Title: Mr. Penumbra's 24-Hour Bookstore
Author: Robin Sloan
Publisher: HarperCollins (2012)
ISBN: 978-144-34-1580-4
Pages: ebook, 256 pages
First published: 2012
Literary Awards: ALA Alex Award (2013), The Kitschies Nominee for Golden Tentacle (Debut) (2013)



Sinopsis:
The Great Recession has shuffled Clay Jannon out of his life as a web-design drone, and serendipity, sheer curiosity and the ability to climb a ladder like a monkey have landed him a new gig working the night shift at Mr. Penumbra’s 24-Hour Bookstore. But Clay begins to realize that this store is even more curious than its name suggests. There are only a few customers, but they come in repeatedly and never seem to actually buy anything. Instead they check out impossibly obscure volumes from strange corners of the store, all according to some elaborate, long-standing arrangement with the gnomic Mr. Penumbra. The store must be a front for something larger, Clay concludes, and soon he has embarked on a complex analysis of the customers’ behaviour and roped his friends into helping him figure out just what’s going on. But once they take their findings to Mr. Penumbra, they discover the secrets extend far beyond the walls of the bookstore.

Evoking both the fairy-tale charm of Haruki Murakami and the enthusiastic novel-of-ideas wizardry of Neal Stephenson or Umberto Eco, Mr. Penumbra’s 24-Hour Bookstore is exactly what it sounds like—an establishment you have to enter and will never want to leave.

OK, mungkin aku sedikiiiit overrated, tapi buku ini membawaku berpetualang dengan imajinasi edan tentang toko buku tua yang berdebu bercampur teknologi terbaru yang digawangi Google, ILM dan berbagai keajaiban binari lainnya, dari peninggalan sejarah berupa Font lawas sampai cerita tentang secret society yang mencari kehidupan abadi, tak ketinggalanperpustakaan rahasia jauh di bawah tanah ala game Dungeons and Dragons(!) ^^, semuanya diselingi dengan humor-humor tentang kecanggungan teknologi antar generasi serta keterbatasan teknologi itu sendiri.

Jumat, 11 Juli 2014

Katarsis


Judul: Katarsis
Pengarang: Anastasia Aemilia
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2013)
ISBN: 978-979-22-9466-8
Jumlah Halaman: 264 halaman
Penerbitan Perdana: 2013




Tara Johandi, gadis berusia delapan belas tahun, menjadi satu-satunya saksi dalam perampokan tragis di rumah pamannya di Bandung. Ketika ditemukan dia disekap di dalam kotak perkakas kayu dalam kondisi syok berat. Polisi menduga pelakunya sepasang perampok yang sudah lama menjadi buronan. Tapi selama penyelidikan, satu demi satu petunjuk mulai menunjukkan keganjilan.
Sebagai psikiater, Alfons berusaha membantu Tara lepas dari traumanya. Meski dia tahu itu tidak mudah. Ada sesuatu dalam masa lalu Tara yang disembunyikan gadis itu dengan sangat rapat. Namun, sebelum hal itu terpecahkan, muncul Ello, pria teman masa kecil Tara yang mengusik usaha Alfons.
Dan bersamaan dengan kemunculan Ello, polisi dihadapkan dengan kasus pembunuhan berantai yang melibatkan kotak perkakas kayu seperti yang dipakai untuk menyekap Tara. Apakah Tara sesungguhnya hanya korban atau dia menyembunyikan jejak masa lalu yang kelam?

Kisah ini dibuka dengan sangat bagus. Narasi seseorang yang dikurung dalam sebuah peti kecil tempat peralatan, setengah sadar, hampir kehabisan oksigen, sudah pasrah menanti maut menjemput sekaligus belum rela meninggalkan kehidupan mudanya. Padat, mengagetkan dan sungguh menggedor rasa penasaran. Dahsyat....

Jumat, 20 Juni 2014

Hideout


Judul: Hideout
Judul asli: Hideout
Pengarang: 柿崎正澄 (Masasumi Kakizaki)
Penerbit: Level Comic (2014)
ISBN: 978-602-02-3418-2
Jumlah Halaman: 228 halaman
Penerbitan Perdana: 2010



Seichii Kirisima, seorang penulis yang tertolak di semua perusahaan berusaha keras untuk membahagiakan keluarganya. Miki, istrinya terus menuntutnya untuk bekerja keras tanpa memahami permasalahannya.
Dengan semua kekalutan itu, Jun, putra mereka meninggal karena jatuh dari balkon sementara Seichii berada di kamar tanpa mengetahui Miki meninggalkan Jun sendiri. Ketika semua orang menekan dan menyalahkannya, Seichii merasa sangat ketakutan dan terus diteror dengan kemarahannya. Saat itu itulah kegelapan menyelimuti Seichii, pria yang sesungguhnya hanya menginginkan sebuah keluarga kecil yang bahagia dan berharap bisa memulai dari awal lagi.


Suatu malam saat sedang melihat update di akun goodreads, aku tertarik melihat cover manga ini. Ilustrasi seorang monster(?) sedang merobek dan mengintip melalui dinding kertas. Apalagi saat seorang teman menuliskan review singkatnya sebagai "Cerita dan gambarnya bagus. Suka sama komik ini." Sungguh menggelitik naluri kekepoanku. Maka kucarilah versi scanlation-nya di situs manga langgananku dan mulai membaca.

Kesalahaaaan besaaar......


Selasa, 15 April 2014

The Appeal

Judul Asli: The Appeal
Pengarang: John Grisham
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2013)
ISBN: 978-979-22-9758-4
Jumlah Halaman: 592 halaman
Penerbitan Perdana: 2011




P.A.H.I.T.
Itu kesan terakhir yang aku dapatkan setelah selesai membaca buku ini. Benar-benar pahit. Buang semua angan-anganmu bahwa di dalam cerita kejahatan pasti kalah dari kebaikan. Buktinya, tanpa ibu peri yang baik hati ataupun campur tangan Tuhan, novel ini mengakhiri ceritanya dalam nada sengsara yang sesungguh-sungguhnya. Tokoh-tokoh "baik" di sini, bangkrut, tanpa penghiburan dan tetap tertindas. The bad guy wins. Thoroughly! Jhyaaaah.........

Senin, 24 Maret 2014

The Litigators


Judul: The Litigators: Pengacara Sidang
Judul Asli: The Litigators
Pengarang: John Grisham
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2013)
ISBN: 978-979-22-9758-4
Jumlah Halaman: 592 halaman
Penerbitan Perdana: 2011



Dari sinopsis:
Setelah David Zinc meninggalkan karier hukum yang singkat di biro hukum bergengsi dan bermabuk-mabukan, hidupnya jadi berantakan, ia menjadi pengangguran, dan akhirnya nekat bekerja pada Finley & Figg, biro hukum butik––biro hukum kecil yang mengaku mahir dalam menangani kasus tertentu.
Sebenarnya, Oscar Finley dan Wally Figg hanyalah dua pengejar ambulans yang selalu cekcok seperti sepasang suami-istri lanjut usia. Namun sekarang biro itu siap menangani sebuah kasus yang bisa membuat para partner itu kaya––tanpa mengharuskan mereka benar-benar menguasai persidangan.
Gugatan class action diajukan terhadap Varrick Labs, perusahaan obat raksasa dengan penjualan tahunan US$25 miliar dengan tuduhan bahwa obat produk mereka yang paling populer bernama Krayoxx mengakibatkan serangan jantung. Wally mengendus uang. Yang harus dilakukan Finley & Figg hanyalah mencari beberapa pengguna Krayoxx untuk bergabung dalam gugatan itu.
Tampaknya hampir terlalu indah untuk jadi kenyataan... dan memang begitulah.


Setelah agak lama tidak membaca the real legal thriller dari maestro genre ini, membaca The Litigators ini membawa banyak ingatan akan novel-novel 'bantal' Grisham yang lain. Sedikit banyak mengingatkan dan juga membuatku memperbandingkan, baik dari segi cerita maupun dari penceritaannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget