Book source: Hans Andersen's Fairy Tales - First Series
Pengarang: HC Andersen
Penerbit: ebook by Project Gutenberg (2010)
Ebook #32571
Penerbitan Perdana: 1845




Kalau ditanya siapa pengarang dongeng yang kisah-kisahnya paling sering kubaca-baca lagi, jawabnya ya pasti bapak yang satu ini, Hans Christian Andersen. Dongeng-dongeng HC Andersen tidak melulu tentang putri-putri yang menunggu 'prince charming'-nya datang untuk menyelamatkan dirinya, atau bahwa semua yang diperlukan dalam hidup hanyalah budi baik dan kecantikan rapuh. Satu hal lagi yang paling penting, tidak semua ceritanya berakhir dengan 'mereka hidup bahagia selama-lamanya' (apapun yang dikatakan versi Disney, jangan percaya... Ariel si putri duyung itu berakhir menjadi buih ombak looo!). Kisah-kisah ini memperlihatkan bahwa kadang-kadang kita juga perlu berkorban untuk melihat orang yang kita cintai berbahagia (Little Mermaid), menunjukkan bagaimana orang banyak dapat bersikap demikian munafik (Emperor's New Clothes), mengajarkan untuk belajar hidup mandiri (Ugly Duckling), atau bahkan yang kenyataan yang menyedihkan, kematian (Little Match Girl)!
Nah, salah satu dongeng yang menjadi favoritku di kumpulan dongengnya, adalah kisah Snow Queen. Di kisah ini tidak ada damsel in distress, tak ada putri tidur seribu tahun menanti kecupan sang pangeran. Yang ada adalah anak cewek manis pemberani yang bertualang ke ujung dunia untuk menyelamatkan teman mainnya yang tersayang. Berbagai rintangan dihadapi, kesulitan diatasi oleh Gerda, hanya untuk mengembalikan Kay dari dekapan sang Ratu Salju. Seep.... pokoknya Gerda kwuereeen lahh! =))
Penerbit: ebook by Project Gutenberg (2010)
Ebook #32571
Penerbitan Perdana: 1845




One of Andersen's best-beloved tales, The Snow Queen is a story about the strength and endurance of childhood friendship. Gerda's search for her playmate Kay–who was abducted by the Snow Queen and taken to her frozen palace.
Kalau ditanya siapa pengarang dongeng yang kisah-kisahnya paling sering kubaca-baca lagi, jawabnya ya pasti bapak yang satu ini, Hans Christian Andersen. Dongeng-dongeng HC Andersen tidak melulu tentang putri-putri yang menunggu 'prince charming'-nya datang untuk menyelamatkan dirinya, atau bahwa semua yang diperlukan dalam hidup hanyalah budi baik dan kecantikan rapuh. Satu hal lagi yang paling penting, tidak semua ceritanya berakhir dengan 'mereka hidup bahagia selama-lamanya' (apapun yang dikatakan versi Disney, jangan percaya... Ariel si putri duyung itu berakhir menjadi buih ombak looo!). Kisah-kisah ini memperlihatkan bahwa kadang-kadang kita juga perlu berkorban untuk melihat orang yang kita cintai berbahagia (Little Mermaid), menunjukkan bagaimana orang banyak dapat bersikap demikian munafik (Emperor's New Clothes), mengajarkan untuk belajar hidup mandiri (Ugly Duckling), atau bahkan yang kenyataan yang menyedihkan, kematian (Little Match Girl)!
Nah, salah satu dongeng yang menjadi favoritku di kumpulan dongengnya, adalah kisah Snow Queen. Di kisah ini tidak ada damsel in distress, tak ada putri tidur seribu tahun menanti kecupan sang pangeran. Yang ada adalah anak cewek manis pemberani yang bertualang ke ujung dunia untuk menyelamatkan teman mainnya yang tersayang. Berbagai rintangan dihadapi, kesulitan diatasi oleh Gerda, hanya untuk mengembalikan Kay dari dekapan sang Ratu Salju. Seep.... pokoknya Gerda kwuereeen lahh! =))