Tampilkan postingan dengan label Neil Gaiman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Neil Gaiman. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Januari 2015

(Notes Between Pages) Satu Tangan Banyak Warna - Sebuah Ekspektasi pada Pengarang Favorit



Setiap pembaca buku, novel terutama, dari genre apapun, pasti punya pengarang favorit. Nama-nama penulis yang hasil karyanya selalu ditunggu-tunggu dengan tak sabar, apalagi kalau yang ditunggu itu bagian dari sebuah seri, apalagi jika seri sebelumnya diakhiri dengan amat sangat kentangnya, gantung gak karuan *teringat Stolen Songbird yang baru saja habis dibaca*. Pasti bikin hati tak sabar menunggu kelanjutannya. Begitu pula jika novel yang dibaca adalah sebuah serial, kisah detektif In Death misalnya, yang meskipun setiap bukunya diakhiri penuh, tamat, kasus yang dihadapi selesai, tapi tetap saja ada keinginan untuk mengalami kembali ketegangan penyelidikan bersama tokoh-tokoh yang kita kenal baik layaknya seorang teman. Novel-novel lepas pun sering memiliki benang merah rasa yang sama jika berasal dari pengarang yang sama. Penggemar John Grisham dengan legal thriller-nya, atau John Green dengan sicklit-nya atau yang lagi ngetrend saat ini, Gillian Flynn dengan kisah thriller sakit jiwa-nya.

Singkatnya, seringkali sebuah nama pengarang diasosiasikan dengan sebuah genre tertentu. Pembaca, kita, ((aku)), mengharapkan bahwa setiap buku yang dituliskannya, pasti membawa warna tertentu. Sebuah ekspektasi khusus yang harus terpenuhi dari larik-larik kalimat yang membawa kisahnya.

Lalu bagaimana jika tiba-tiba pengarang favorit kita tiba-tiba melenceng dari jalur penceritaan yang kita harapkan?

Jumat, 04 Oktober 2013

Freebies the 13th, #2 - Spell Your Quote Giveaway

Ditanya soal kutipan favorit dari sebuah buku, pastilah semua punya. Lebih dari satu (atau sepuluh) malah. Kalau aku, biasanya karena cacthy atau lucu atau kadang inspiratif. Nah, untuk yang terakhir itu, belum terlalu lama sebelum ini, aku membaca sesuatu yang langsung #jleb menembus hati. *aiiissh* Sumbernya sendiri bukanlah buku motivasi ataupun novel inspiratif. Ini buku fantasi sebenarnya. Tapi gak ada salahnya kan mengambil inspirasi mereka.

Ini quote-nya:
Kau masih hidup, Bod. Itu berarti kau punya potensi tak terbatas. Kau bisa melakukan apa pun, membuat apa saja, memimpikan apa saja. Kalau kau mau mengubah dunia, dunia akan berubah. Potensi. Begitu kau mati, potensi itu lenyap. Habis. 

Kutipan ini diambil dari kisah The Graveyard Book dari Neil Gaiman. Novel ini sendiri bercerita tentang Bod, seorang bocah yang seluruh keluarganya tewas dibunuh sedangkan dirinya lolos karena disembunyikan dan kemudian dibesarkan oleh para penghuni pemakaman (yup, penghuni pemakaman = hantu, ghouls, makhluk-makhluk lainnya). Suatu saat, ketika Bod berputus asa, Silas mentor sekaligus walinya, mengingatkan bahwa selama manusia masih hidup, dia masih bisa bermimpi, bekerja mengejar impiannya itu dan bahkan bisa mengubah dunia. 

Datang dari mulut Silas (yang sudah berpengalaman hidup mati berabad-abad), kata-katanya ini menohok, pas sekali untukku yang hobinya suka sekali bersantai-santai dan menunda-nunda pekerjaan. Procrastinating. Nanti kukerjakan... atau besok saja kuselesaikan.... Tapi kan umur manusia siapa yang tahu. Saat sekarang masih muda, masih hidup, harusnya kita ini memang berusaha sekuat tenaga. Punya cita-cita setinggi bulan bintang (bukan partai). Kerja keras. Jangan takut salah atau gagal. Berdoa jangan lupa. Supaya kalau besok, sudah sampai waktunya, gak ada penyesalan. Begitu kali ya....
(sambil melirik kerjaan yang numpuk tapi malah main Zuma) #eh







***


Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Freebies the 13th, #2 - Spell Your Quote, giveaway yang diadakan di blog Kilas Buku. Buat kamu yang mau ikutan giveaway ini, kunjungi saja blog Kilas Buku dan ikuti syarat dan ketentuannya. Freebies the 13th, #2 akan berlangsung pada tanggal 8 September - 10 Oktober 2013. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2013.
Hadiahnya buku senilai IDR 100,000 lho, asyik kan.... *bisa ikutan kalo ada kalap buku berjamaah lagi*



Berikut syarat dan ketentuan untuk berpartisipasi:
  1. Peserta Freebies the 13th berdomisili di Indonesia
  2. Follow blog Kilas Buku baik melalui blogspot atau email berlangganan
  3. Follow twitter @kilasbuku
  4. Memiliki blog dan mengelolanya secara aktif
  5. Mempromosikan GA ini pada jejaring sosial media.
Cara mengikuti:
  1. Buat artikel pada blog anda dengan konten quote favorit kamu beserta alasan dan analisa mengapa kamu menyukai quote tersebut.
  2. Masukkan foto buku asal quote kamu dengan keterangan nama blogmu di dalamnya dengan tulisan tangan (lihat contoh di atas).
  3. Sertakan Button Freebies the 13 #2 pada artikelmu.
  4. Sertakan pula keterangan pada artikelmu yang berisi link menuju Pos Utama Freebies the 13th #2.
  5. Isi formulir google doc dibawah ini jika kamu telah menyelesaikan semua persyaratan. Terima kasih :)



Kamis, 31 Januari 2013

InterWorld


Judul: InterWorld
Judul Asli: InterWorld
Pengarang: Neil Gaiman, Michael Reaves
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2010)
ISBN: 9789792258905
Jumlah Halaman: 274 halaman
Penerbitan Perdana: 2007





Cuplikan dari sinopsis:
Joey Harker selalu tersesat. Bahkan di rumahnya pun dia suka salah jalan. Tetapi suatu hari Joey benar-benar tersesat. Dia Berjalan keluar dari dunianya dan masuk ke dimensi lain. Gara-gara melintas antardimensi, jadilah Joey mangsa bagi dua kekuatan dahsyat---HEX yang mengandalkan sihir dan Binary yang mengandalkan sains, dan kedua kubu ini sama-sama bernafsu ingin menguasai Multiverse, dengan memanfaatkan kemampuan Joey berjalan antardimensi
Joey, yang terjepit di antara dua kekuatan ini, memutuskan bergabung dengan pasukan berupa versi-versi dirinya sendiri yang berasal dari berbagai dimensi dan sama-sama memiliki kekuatan hebat seperti dirinya. Mereka pun bersatu padu untuk menyelamatkan dunia-dunia alternatif dari kekuasaan jahat.
Pendongeng kawakan Neil Gaiman dan penulis fiksi-ilmiah pemenang Emmy Award, Michael Reaves, bersekutu menciptakan kisah tentang sihir, sains, kehormatan, serta takdir seorang anak laki-laki yang sangat istimewa---serta versi-versi dirinya yang lain.

Buku ini sebuah karya bersama Neil Gaiman dan Michael Reaves yang dimaksudkan untuk konsumsi anak-remaja, sehingga ringan dan renyah, meski tetap menakjubkan bagaimana dia (mereka) memadukan banyak sekali teori-teori fisika modern dengan gaibnya dunia sihir.

Idenya adalah tentang dunia-dunia paralel yang infinitif, di mana di satu ekstrim berkuasa kaum binari, yaitu dunia yang mendewakan ilmu pengetahuan, sedangkan pada ujung ekstrim yang lain ada kaum HEX, yaitu dunia yang orang-orangnya berkuasa menggunakan kekuatan sihir absolut (dunia kita berada kira-kira di tengah-tengahnya sedikit condong ke ilmu pengetahuan). Di antara kedua kaum yang sibuk menghancurkan dunia-dunia paralel lain yang ada, ada sekumpulan orang yang mampu berjalan melintasi batas-batas antar dunia (interworld) dan mereka inilah yang menjaga keseimbangan semua dunia yang ada. Nah, tokoh utama buku ini adalah salah satu orang seperti itu yang berasal dari dunia kita, Joey Harker. Sedangkan ceritanya, ya seperti biasa, from-no-one-to-hero journey.

Bagi saya, dongeng-dongeng Neil Gaiman selalu menarik karena, meski temanya 'biasa', latar belakang ceritanya selalu jauh 'normal'. Dalam Coraline ada dunia di balik pintu, dalam Stardust ada dunia di balik tembok, dalam The Graveyard Book ada perkampungan hantu-hantu di balik pagar kuburan, dalam American Gods ada 'dunia' dalam dunia. Juga dalam setiap novelnya selalu tersirat dan tersurat luasnya pengetahuan, baik tentang mitologi, folklore, hantu dan peri, maupun tentang sains dan pengetahuan umum. Semuanya diracik dengan pas untuk jadi bacaan yang nikmat.

Dalam cerita ini, ada dua kubu yang bertentangan dalam dunia-dunia paralel, dinamai binari dan hex. Binary (biner), adalah sistem angka 1 dan 0, yang menjadi perwujudan ada/tidak adanya sinyal listrik, yang akhirnya menyusun data-data, program, komputer, internet, dst. Atau dengan kata lain ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun bagi para pelajar ilmu komputer, sistem angka hexadesimal itu juga sama ajaib nan keramatnya dengan sistem angka biner (singkatnya, dengan segala ocehan tentang bit dan byte dan word, angka (bin)11111111 itu sama dengan hexa(FF)). Tapi 'hex' juga bisa berarti sihir. Permainan kata-kata ini ditambah sedikit imajinasi tentang fisika quantum dan dunia-dunia paralel menjadi latar belakang unik bagi dongeng yang satu ini.

Tapi sebenarnya ide permainan bahasa istilah HEX ini sudah pernah dipakai Gaiman dalam kisah Cold Colors dalam kumpulan cerita pendeknya Smoke and Mirrors, sehingga waktu membaca cerita ini sedikit seperti terkena deja vu, tidak segar kinyis-kinyis. Itu ditambah fakta bahwa ide cerita ini pertama kali dimaksudkan untuk menjadi serial televisi dan bukannya satu cerita tunggal, akhir kisahnya -bagi saya- terasa menggantung dan ada sesuatu yang kurang.

Meskipun begitu, saya suka sekali dengan ending bahwa [spoiler Joey memilih untuk tetap berada dalam org interworld. Bukan karena amanah, bukan karena dipaksa, dan bukan karena terpaksa. Dia sadar akan tindakannya dan tahu konsekuensinya.] Sebuah detil kecil tapi signifikan yang biasa dibuat Gaiman dalam kisah-kisahnya dan itu menjadikannya penulis hebat.


*betewe, kalau makhluk-makhluk binari itu dipimpin oleh AI bernama 01101, harusnya para tukang sihir hex bukan dipimpin oleh dewan 13 dunk, tapi dewan D* ;p


***


Buku ini terbitan Gramedia dan diterjemahkan oleh Tanti Lesmana. Setelah bencana terjemahan Neuromancer yang saya baca sebelum ini *masih gondok*, buku ini membuktikan bahwa meski dengan segala macam istilah komputer, fisika quantum, dll, sebuah buku tetap dapat diterjemahkan dengan layak dan benar. Kualitas penterjemah dan penerbitnya jaaaauhh berbeda! *angkat topi buat mbak Tanti*





http://www.goodreads.com/review/show/363468037

Selasa, 29 Januari 2013

American Gods

Title: American Gods
Author: Neil Gaiman
ISBN: 9780060558123
Publisher: Harper Perennial
Pages: 592 pages
First Published: 2001
Literary awards: Bram Stoker Award for Best Novel (2001), Hugo Award for Best Novel (2002), Nebula Award for Best Novel (2002), Locus Award for Best Fantasy Novel (2002), International Horror Guild Award Nominee for Best Novel (2001); World Fantasy Award Nominee for Best Novel (2002),  SFX Award for Best Novel (2002), etc.

From Synopsis:
Days before his release from prison, Shadow's wife, Laura, dies in a mysterious car crash. Numbly, he makes his way back home. On the plane, he encounters the enigmatic Mr Wednesday, who claims to be a refugee from a distant war, a former god and the king of America.
Together they embark on a profoundly strange journey across the heart of the USA, whilst all around them a storm of preternatural and epic proportions threatens to break.
Scary, gripping and deeply unsettling, AMERICAN GODS takes a long, hard look into the soul of America. You'll be surprised by what and who it finds there...

Don't know how to review this book, except for one word, Superb! Although the main theme was ordinary betrayal and playing one side against the other, but the details, background stories and premises were far much unordinary, or maybe I should said plainly unorthodox.

I recommend to read this book while stay connected to the internet, there are vast amounts of infos, data, myths, legends, geographic locations, etc, that may not be familiar to non-american readers (or anybody), but they are real and fun to be acknowledged.

I put the 'I Believe' monolog here. It can gives you the better picture of what this book is.

I can believe that things are true and I can believe things that aren’t true and I can believe things where nobody knows if they’re true or not. I can believe in Santa Claus and the Easter Bunny and Marilyn Monroe and the Beatles and Elvis and Mister Ed. Listen – I believe that people are perfectible, that knowledge is infinite, that the world is run by secret banking cartels and is visited by aliens on a regular basis, nice ones that look like wrinkledy lemurs and bad ones who mutilate cattle and want our water and our women. I believe that the future sucks and I believe that future rocks and I believe that one day White Buffalo Woman is going to come back and kick everyone’s ass. I believe that all men are just overgrown boys with deep problems communicating and that the decline in good sex in America is coincident with the decline in drive-in movie theaters from state to state. I believe that all politicians are unprincipled crooks and I still believe that they are better than the alternative. I believe that California is going to sink into the sea when the big one comes, while Florida is going to dissolve into madness and alligators and toxic waste. I believe that antibacterial soap is destroying our resistance to dirt and disease so that one day we’ll all be wiped out by the common cold like the Martians in War of the Worlds. I believe that the greatest poets of the last century were Edith Sitwell and Don Marquis, that jade is dried dragon sperm, and that thousands of years ago in a former life I was a one-armed Siberian shaman. I believe that mankind’s destiny lies in the stars. I believe that candy really did taste better when I was a kid, that it’s aerodynamically impossible for a bumblebee to fly, that light is a wave and a particle, that there’s a cat in a box somewhere who’s alive and dead at the same time (although if they don’t ever open the box to feed it it’ll eventually just be two different kinds of dead), and that there are stars in the universe billions of years older than the universe itself. I believe in a personal god who cares about me and worries and oversees everything I do. I believe in an impersonal god who set the universe in motion and went off to hang with her girlfriends and doesn’t even know that I’m alive. I believe in an empty and godless universe of casual chaos, background noise, and sheer blind luck. I believe that anyone who says that sex is overrated just hasn’t done it properly. I believe that anyone claims to know what’s going on will lie about the little things too. I believe in absolute honesty and sensible social lies. I believe in a woman’s right to choose, a baby’s right to live, that while all human life is sacred there’s nothing wrong with the death penalty if you can trust the legal system implicitly, and that no one but a moron would ever trust the legal system. I believe life is a game, that life is a cruel joke, and that life is what happens when you’re alive and that you might as well lie back and enjoy it.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget