Tampilkan postingan dengan label Opini 2015. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini 2015. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Januari 2015

(Notes Between Pages) Satu Tangan Banyak Warna - Sebuah Ekspektasi pada Pengarang Favorit



Setiap pembaca buku, novel terutama, dari genre apapun, pasti punya pengarang favorit. Nama-nama penulis yang hasil karyanya selalu ditunggu-tunggu dengan tak sabar, apalagi kalau yang ditunggu itu bagian dari sebuah seri, apalagi jika seri sebelumnya diakhiri dengan amat sangat kentangnya, gantung gak karuan *teringat Stolen Songbird yang baru saja habis dibaca*. Pasti bikin hati tak sabar menunggu kelanjutannya. Begitu pula jika novel yang dibaca adalah sebuah serial, kisah detektif In Death misalnya, yang meskipun setiap bukunya diakhiri penuh, tamat, kasus yang dihadapi selesai, tapi tetap saja ada keinginan untuk mengalami kembali ketegangan penyelidikan bersama tokoh-tokoh yang kita kenal baik layaknya seorang teman. Novel-novel lepas pun sering memiliki benang merah rasa yang sama jika berasal dari pengarang yang sama. Penggemar John Grisham dengan legal thriller-nya, atau John Green dengan sicklit-nya atau yang lagi ngetrend saat ini, Gillian Flynn dengan kisah thriller sakit jiwa-nya.

Singkatnya, seringkali sebuah nama pengarang diasosiasikan dengan sebuah genre tertentu. Pembaca, kita, ((aku)), mengharapkan bahwa setiap buku yang dituliskannya, pasti membawa warna tertentu. Sebuah ekspektasi khusus yang harus terpenuhi dari larik-larik kalimat yang membawa kisahnya.

Lalu bagaimana jika tiba-tiba pengarang favorit kita tiba-tiba melenceng dari jalur penceritaan yang kita harapkan?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget