Tampilkan postingan dengan label Notes Between Pages. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Notes Between Pages. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 November 2016

Membaca Corat-Coret di iJak


Judul: Corat-Coret di Toilet
Pengarang: Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2014)
ISBN: 9786020303864
Jumlah Halaman: 132 halaman
Penerbitan Perdana: 2000






"Aku tak percaya bapak-bapak anggota dewan, aku lebih percaya kepada dinding toilet."

Nama "Eka Kurniawan" memang bukan nama asing dalam bercerita. Setelah novel-novelnya Cantik Itu Luka dan Lelaki Harimau yang menuai banyak pujian, tahun ini ia menghentak lagi dengan O yang kembali masuk dalam 5 besar KLA. Corat-coret di Toilet ini adalah kumpulan cerpen, yang awalnya terbit di tahun 2000, namun cetak ulang di tahun 2014 dan 2016 dengan cover baru. Walaupun sudah cukup lama, namun cerpen-cerpen di sini masih memiliki tema-tema yang relevan dibaca kapan pun. Sedangkan gaya penulisannya, meski berasa Ekakur, tapi beberapa kurang unik dan tajam seperti tulisannya sekarang. Selain cerpen Corat-Coret di Toilet dan beberapa cerpen lain, seperti Kandang Babi dan Hikayat Orang Gila, kumcer ini kok berasa biasa saja. Kurang nggejreng unsur magic realism yang biasanya jadi ciri khas EK. Meskipun begitu, narasi-narasi panjang penuh permainan logika yang kusuka, memang tetap masih ada.

Tema cerpen Rayuan Dusta untuk Marietje dan Siapa Kirim Aku Bunga? sedikit mengingatkanku pada Murjangkung atau Semua untuk Hindia karena kedua cerpen ini bersetting Hindia Belanda jaman dahulu kala. Bagus sih ceritanya, tapi terasa jamak dan (sekali lagi) tidak terlalu Ekakur.

Favoritku Corat-Coret di Toilet dan Dongeng Sebelum Bercinta. Kedua cerpen ini 'nakal' tapi menohok dalam menyampaikan isinya. ^.^

Saranku, kalau mau merasakan Ekakur yang se-Ekakur-Ekakur-nya, baca novelnya. Cantik Itu Luka itu dahsyat, Lelaki Harimau yang super tragis, Rindu Dendam yang bikin baper dan ngilu, serta O yang "gilak sekalee".
(notes: kecuali O, ketiga novel lainnya tersedia juga di iJak).


Membaca di iJak


Di atas aku sekilas menyebutkan tentang iJak. Ada yang sudah pernah memakai aplikasi ini? Atau malah ada yang belum tahu sama sekali?

iJak adalah Jakarta Digital Library. Sebuah perpustakaan digital yang bisa diakses dari mana saja, kapan saja. Tag line-nya "Membaca Semakin Mudah. Baca buku, berbagi koleksi bacaan dan bersosialisasi secara bersamaan" sangat tepat menggambarkan aplikasi ini. Setelah memasang aplikasi ini di perangkat android kamu, mendaftar dengan mudah dan cepat, langsung sekian ratus judul buku tersedia untuk kamu baca, dan... gratis!



Awalnya aku juga hanya coba-coba saja menggunakan aplikasi ini. Dengan kata-kata "gratis!" ini aku malah ber-suudzon paling hanya buku-buku gak laku saja yang disediakan. Namun setelah memasang dan berkeliaran ke sana-sini di dalam aplikasi, aku sungguh terkejut senang melihat judul-judul buku yang ditawarkan. Dari novel-novel berbagai genre (novel romance yang buanyak sekali), buku-buku full grafis berwarna untuk anak-anak, komik, buku non-fiksi, i.e buku motivasi, parenting, teknologi, musik bahkan buku resep masakan, semuanya ada.


Selain Novel dan NonFiksi, ada pula Komik dan Buku Anak


Setelah memakai aplikasi ini, aku teringat ada cerita yang ingin sekali kubaca, namun sampai saat itu belum kesampaian, yaitu trilogi Eiffel dari Clio Freya. Memakai fasilitas search yang tersedia, langsung kucari novel-novel ini, dan senang sekali saat ketiga-tiganya tersedia dan mudah sekali kupinjam.

Kumcer Corat-coret di Toilet ini juga kubaca lewat aplikasi iJak di telepon genggamku. Tampilan layarnya juga lumayan ramah di mata. Meskipun tidak bisa diganti besaran font yang digunakan seperti layaknya file epub (iJak menggunakan sistem halaman), namun ada feature zoom-in yang menggantikannya.

Pembaca bisa juga memberi bintang kepada tiap buku yang ada dan memberikan review singkatnya. Selain itu, tersedia pula jaringan pertemanan, jadi kita bisa saling mem-follow, melihat-lihat buku apa yang sedang ngetrend di sekitar kita dan berbagi rekomendasi. Setelah mendapatkan beberapa teman buku di iJak, aku jadi gak pernah kehabisan ide untuk bacaan berikutnya.

Suatu kali pernah novel yang kuincar belum tersedia di koleksi iJak. Yah, sedikit kecewa. Namun beberapa hari setelahnya, saat kucek kembali ternyata sudah tersedia. Ternyata ada seseorang yang baik hati, mendonasikan buku itu untuk semua kawan iJak (Donasi ini salah satu pilihan feature jika kita ingin beramal buku secara digital). Waah, senangnya....


Oh, iya, selain lewat aplikasi, iJak tersedia pula lewat situsnya https://ijakarta.id/. Jadi bisa pula diakses lewat laptop-mu, teman. Gimana, tertarik untuk mencoba?





https://www.goodreads.com/review/show/1790139931

Jumat, 08 Juli 2016

Libur dan Membaca



Selamat berlibuuuurrrr teman semua.... ^_^

Meski rada telat, akhirnya masterpost-ku untuk posbar BBI bulan Juli muncul juga. Tema posbar kali ini adalah #BBIHoliday. pameran kegiatan membaca para member BBI saat musim libur. Aku sih, liburan tetep di rumah saja dan berniat pengin baca banyak, tapi entahlah, banyak godaan yang menghalangi.... #TSAAAAHH


Nah, ini daftar bacaanku saat ini, semoga nanti bisa bertambah lagi ya.



1. Just After Sunset - Stephen King
2. Rahasia Hati - Natsume Soseki
3. Melipat Jarak - Sapardi Djoko Damono
4. Winter Dreams - Maggie Tiojakin
5. Kapten Raz (Penjelajah Antariksa 5) - Djokolelono


Kalau kamu, apa bacaan liburanmu?


Jumat, 29 April 2016

(Notes Between Pages) My First Children Books Collection




Tanggal 2 April kemarin kan diperingati sebagai International Children's Book Day, jadi sesuai dengan tema ini, posbar BBI bulan April adalah tentang anak-anak dan buku anak-anak. Aku jadi ingin bercerita dan bernostalgi(l)a dengan buku-buku pertama yang kukumpulkan saat duluuuu masih jadi anak-anak yang lutju, unyu, imut dan menggemaskan. Sekarang juga masih lutju, unyu dan imut deng, meski bukan menggemaskan tapi mengenaskan.... hihihihi....   *kubur KTP dalam-dalam*


Alkisah dulu in a castle far-far away, setelah cukup lancar membaca abc sendiri, bapak dan emak-ku jadi suka membelikan buku untuk membuatku sibuk. Daripada dibiarkan dolan mengejar-ngejar angsa terus pulang nangis karena disosor (suer, ini kejadian beneran, dan berkali-kali!), sedangkan didaftarkan sekolah belum ada yang menerima karena dibilang masih terlalu kecil. Awalnya ada berbagai macam jenis buku, dari buku mewarnai, menggunting dan menempel, belajar melipat, dlsb. Tapi ada juga buku-buku cerita pengetahuan anak, yang tampaknya saat itu cukup kusukai, sehingga makin lama makin sering aku meminta dan diberi seri ini.

Seri apakah itu?? Ini dia penampakan sebagian di antaranya...


Pustaka Dasar - Penerbit PT Gramedia

Yup... my first book collection ternyata adalah buku-buku ini. Ukuran bukunya mungil, tipis dan (tentu saja) banyak gambarnya. Jumlah seri ini ada 60 buku dan tema-tema yang dibahas tiap buku juga bermacam-macam, hingga tidak membosankan.  Sssttt.... aku dulu suka takjub baca buku ini....
**Harap maklum, ini kan sebelum era internet lho, eaaaak.... tipi aja masih syusyah itu, adanya TVRI doank, dan siarannya juga mulai sore....**


Mau lihat isi dalamnya? Kayak begini nih....

Seri Pustaka Dasar - Padang Pasir


Selain Seri Pusaka Dasar yang itu, seri ini ada spin-off-nya. Sempalannya ini diberi nama Pustaka Dasar: Seri Biografi. *keren kan namanya :D* Nah, kalau seri yang ini membahas tentang tokoh-tokoh dunia dan ilmuwan penemu seperti Edison dan Leonardo DaVinci. Di halaman belakangnya ada biografi singkat dan sifat kepribadian sang tokoh. Kalau seri yang ini, cuma terbit 12 buku.

Pustaka Dasar: Seri Biografi

Sayaaaaangnya.... koleksi pertamaku ini, dari yang awalnya lengkap, sekarang hanya bersisa 24 buku (Pustaka Dasar) dan 5 buku (Biografi). Sebagian memang ada yang hilang entah kemana, tapi sebagian besar yang lain, sempat dibagi-bagikan ibuku kepada entah siapa saja, saat aku meninggalkan rumah dan bekerja di Jakarta selama beberapa tahun.

Sisanya, hanya ini yang masih terselamatkan sampai sekarang.... *puk-puk buku koleksi*



Sooo... moral of the story... ternyata kegemaranku menimbun buku sudah ditanamkan dan dipupuk sejak balita, jadi jangan heran kalau masih berlanjut sampai sekarang, bahkan makin menjadi-jadi setelah jadi anggota BBI...  :D

#hidupTimbunan #MenimbunBukuMemang Asyik

bukan timbunan deng.... koleksi.... #KOLEKSI!!


* * *

Jangan lupa juga melihat-lihat review beberapa buku anak yang kuposting selama Bulan April ini ya:

- Jungle Book
- A Golden Web
- Petualangan Alice (Alice in Wonderland & Through a Looking Glass)
- Negeri Oz (Wizard of Oz & Marvelous Land of Oz)


Terima kasih sudah berkunjung ke sini, luv u all...^.^




Senin, 15 Februari 2016

(Notes Between Pages) Most Singular Couples

Image source here 



Hepiii palentins (+1 hari) temaaaans... ^.^

Demi hari kasih sayang kemarin, kali ini aku akan memposting 7 pasangan saja yang menurutku paling uwaaaarbiyasak dari buku-buku favoritku. Beberapa mungkin bukan pasangan biasa, tapiiii.... tetap saja, hubungan mereka terasa paling hangat di hatiku #eaaaak

Pokoknya tidak bisa menyebut satu tokoh di sini tanpa langsung teringat pada pasangan tokohnya.

Tokoh-tokoh ini keluar dari novel, graphel, komik dll, dan dari berbagai genre yang ada, bukan hanya novel romance saja. Jadi kisah mereka juga bukan melulu kisah cinta. Yuuuk, mulai menyimak...


Seven Most Singular Couples from My Fav Books,

(in no particular order):

1. Elizabeth Bennet & Fitzwilliam Darcy - the lovey dovey classic couple


Honorable mention: Anne Elliot & Capt. Wentworth, Scarlett O'Hara & Rhett Butler, Anne Shirley & Gilbert Blythe, yang berujung tragis, Romeo & Juliet, Hamlet & Ophelia, serta yang dari negeri sendiri, Midun & Halimah, Zainuddin & Hayati, Mahesa Jenar & Rara Wilis

Siapalah para pembaca buku (klasik) yang tidak mengenal nama-nama yang kusebut ini. Mereka semua adalah tokoh-tokoh dari novel-novel lawas, yang meskipun pertama kali terbit berpuluh-puluh tahun lalu, namun kisah cinta mereka tetap saja menarik dan membuat tergila-gila pembacanya hingga sekarang. Their love stories will never die, ever.


2. Tintin & Snowy - the pet best friend


Honorable mention: Shin-chan & Shiro, Lucky Luck & Jolly Jumper, Harry Potter & Hedwig, George Kirrin & Timmy, Jon Snow & Ghost

Tidak lengkap rasanya berpetualang bersama Tintin tanpa ada Snowy (Milou) di sampingnya. Si anjing terrier putih ini tidak ragu-ragu mengikuti Tintin dari menghadapi Hiu-hiu Laut Merah hingga naik roket ke Bulan. Dari pedalaman Arumbaya hingga puncak Tibet. Meskipun perawakannya mungil, keberaniannya tak kalah dari singa, atau Kapten Haddock.

Karakter-karakter binatang kesayangan ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari tokoh yang didampinginya. Mereka sangat setia pada tuan mereka, dan tak jarang menempuh bahaya demi keselamatan sang pemilik. Hedwig bahkan kehilangan nyawanya demi Harry #fullspoiler


3. Cadis Etrama di Raizel & Frankenstein - the Master and his loyal attendant


Honorable mention: Ciel & Sebastian, Batman & Alfred Pennyworth

Hubungan unik antara sang tuan dengan pengikut setianya kadang-kadang lebih mengharukan dari kisah romansa yang terjadi dan menjadi bumbu tersedap dalam kisah-kisah petualangan mereka. Yang aku suka, dalam cerita seperti ini, fondasi terjadinya hubungan mereka selalu juga sama uniknya. Misal saja dalam kisah Rai dan Frankie di webtoon Noblesse, Frankie yang super egois dan semaunya sendiri akhirnya tergerak untuk mengikatkan dirinya dalam kontrak darah dengan Rai hanya gara-gara Rai selalu tampak kesepian menanggung beban sebagai sang noblesse. Sebuah kontrak kesetiaan yang tak pernah dipungkirinya meski delapan ratus tahun lebih Rai menghilang tanpa jejak.


4. Dream & Death - the imortal creatures sibling


Honorable mention: -

Kedua tokoh ini muncul dari seri komik Sandman yang ditulis Neil Gaiman untuk DC Comics. Keduanya termasuk dalam The Seven Endless, selain Destiny, Desire, Despair, Delirium (Delight) dan Destruction, tujuh makhluk Anthropomorphic Personification yang melambangkan emosi/kebutuhan/nasib manusia. Dibandingkan kelima tokoh lainnya, Dream dan Death memiliki hubungan aneh yang bukan saja saling membantu tapi juga... apa ya.... saling menguatkan? saling menihilkan?

Yang pasti Death yang selalu datang paling akhir dalam kehidupan seorang manusia kadang tak mampu menghentikan Dream yang sudah diteruskan kepada orang-orang lainnya.


5. Mashiro Moritaka & Takagi Akito - partner (or sidekick)


Honorable mention: Edward & Alphonse Elric, Frodo & Sam, Harry Potter & Ron Weasley, Valdrig & Halvier, Sherlock Holmes & Dr. John Watson, Agatha & Sophia

Pertemanan antar dua tokoh utama dalam manga Bakuman ini menggerakkan roda cerita dengan manis. Sejak masa SMA keduanya sepakat berkolaborasi untuk menulis manga, sampai bertahun-tahun kemudian, sekian penolakan dan keberhasilan, bersama-sama bekerja keras mewujudkan cita-cita mereka. Bukan berarti hubungan ini selalu langgeng dan tanpa riak-riak pertengkaran. Sama seperti kisah cinta dan rumah tangga biasa, kerja sama mereka juga sempat tegang. Dua kali mereka hampir memutuskan hubungan ini, tapi ternyata.... persahabatan mereka mampu melewatinya. #eeaaak #filmnyakapandiputer

Selain Ashirogi Muto di Bakuman ini, ada pula Agatha dan Sophia dari seri School of Good and Evil yang kedua karakternya sama-sama menjadi tokoh utama. Sedangkan di banyak mangga/novel lain (seperti yang kusebut dalam honorable mention di atas), kebanyakan tokoh utama punya teman atau sahabat yang mendampinginya sepanjang cerita. Sering kali tampaknya sang tokoh utama lebih menonjol daripada sidekick-nya, namun demikian begitu si pendamping menghilang, segera tampak ketimpangan karakter si tokoh utama. Karena itu, menurutku, mereka adalah-pasangan-pasangan abadi yang juga sulit terpisahkan.


6. Sophie Hatter & The Wizard Howl - odd magical ageless couple


Honorable mention: -

Dari semua dongeng anak-anak tentang penyihir, favoritku adalah Howl's Moving Castle. Selain kastil si Howl yang bisa berjalan-jalan dan punya pintu yang bisa membuka ke empat tempat, tokoh Howl dan Sophie-lah yang membuatku sangat menyukai cerita ini. Karakter Howl sebagai penyihir terhebat namun serampangan dikejutkan dengan kehadiran Sophie yang diam-diam sedang dikutuk jadi nenek buruk rupa. Hubungan keduanya yang penuh liku-liku lucu ditambah kehadiran si iblis api Calcifer yang sok tahu membuat kastil Howl tak pernah sepi lagi.


7. Sherlock Holmes & Jim Moriarty - the archenemies


Honorable mention: Conan Edogawa & The Black Org, Superman & Lex Luthor, Peter Pan & Capt. Hook, Light Yagami & L, Harry Potter & Voldemort, Donal Bebek & Untung Bebek.

Daaan, akhirnya.... bagaimanalah seseorang bisa menjadi hero tanpa ada super villain yang mendampinginya. Si musuh besar. The Archenemy. Tokoh-tokoh penjahat inilah yang menjadikan keseluruhan cerita menjadi seru, ditunggu-tunggu kelanjutannya dan tak pernah terasa membosankan.

Sherlock Holmes versi mana pun yang sering merasa bosan pun menjadi kembali bersemangat saat harus menghadapi Napoleon-nya dunia kejahatan, Prof. James Moriarty. Dari Sherlock Holmes canon stories yang asli dari Sir Arthur, hingga versi BBC yang melambungkan nama Cumberbatch, sampai seri Elementary versi Hollywood, semuanya menampilkan tokoh-tokoh Moriarty yang hampir sama mewahnya dengan tokoh Holmes sendiri.

Archenemies yang lain, yang kusebut di atas itu, pasti juga tidak asing bagi para pembaca. Semuanya hampir sama terkenalnya dengan si pahlawan yang menjadi sorotan. Mereka inilah para bayangan yang membuat cerita-cerita para pahlawan kita bersinar terang seperti adanya sekarang.


* * *


Itulah mereka, pasangan-pasangan yang kuambil dari buku-buku cerita favoritku sepanjang masa. Kalau kamu, pasangan fiksional dari cerita apa yang tak bisa kamu lupakan? Pasangan tak terpisahkan, yang kalau kamu menyebut nama satu tokoh, terbawa pula kenangan akan tokoh yang satu lagi?? Atau kamu punya komentar tentang pasangan-pasangan yang kusebutkan di atas?
Boleh dunk di-share di kolom comment di bawah ini.... ^.^

Baca juga:

Rekomendasi novel romens dari para anggota BBI Joglosemar


Posbar BBI Februari 2016
BBI Valentine's Day



Rekomendasi Romens ala BBI Joglosemar



Berawal dari obrolan seru tentang posbar BBI Valentine's Day tadi malam di grup WA Joglosemar, akhirnya malah terkumpul rekomendasi bacaan romens pilihan masing-masing anggota. Berhubung selera baca para anggota juga bermacam-macam, dari yang romens "six pack" sampai fantasy, dari hisrom ke hisfic, maka daftar buku berikut ini juga sama randomnya. Tapi yang pasti semuanya adalah judul-judul terpilih...


1) Vina = PS: I Love You (Cecilia Ahern)
2) Lila = Haunting Violet (Alyxandra Harvey)
3) Opat = Twenties Girl (Sophie Kinsella)
4) Tezar = Dilan (Pidi Baiq)
5) Desty = Chemistry for Beginner (Anthony Strong)
6) Asri = Over the Rain (Asri Tahir)
7) Dion = Flipped (Wendelin Van Draanen)
8) Ika = What Is Hidden (Lauren Skidmore)
9) Ina = Stay With Me Tonight (Sofi Meloni)
10) Opan = A Walk to Remember (Nicholas Sparks)
11) Oky = One Day (David Nichols)
12) Raafi = Kambing & Hujan (Mahfud Ikhwan)
13) Bzee = Adultery (Paulo Coelho)
14) Wardah = Eleanor & Park (Rainbow Rowell)
15) Dani = The Fault in Our Stars (John Green)
16) Cindy = Malaikat Lereng Tidar (Remy Sylado) (review-ku di sini)
17) Nina = Ink & Lies (SL Jennings)

Jadi... yang mana sudah pernah dibaca, dan sudah berapa yang ada di timbunanmu? ^.^

Baca juga: 

7 Pasangan paling waarbiyasak dari buku-buku favoritku


Posbar BBI Februari 2016
BBI Valentine's Day




Senin, 08 Februari 2016

(Notes Between Pages) Noblesse: Awakening OVA - From Webtoon to Anime


Halo teman, adakah penyuka Webtoon di sini? Apa judul webtoon favoritmu? Atau malah ada yang belum pernah tahu makhluk apa webtoon itu sebenarnya??

Kalau Jepang punya manga-manganya yang diterbitkan dalam bentuk printed (majalah dan tankubon) secara berkala sejak berpuluh tahun silam, maka komik Korea (manhwa) berusaha mencari celah dalam dunia perkomikan ini. Karena mereka memiliki infrastruktur jaringan internet yang salah satu terbaik dunia, para artis manhwa Korea ini sejak awal era 2000-an lalu punya jalur lain dalam mempublikasikan hasil karya mereka, yaitu lewat dunia maya atau istilah kerennya, Webtoon.


Webtoon


Dimulai dari Daum yang membuat portal komik amatir yang dapat dinikmati pembaca secara gratis tahun 2003 diikuti dengan Naver di tahun berikutnya, seni komik internet ini berkembang pesat dan memasuki dunia bisnis profesional. Sampai Juli tahun 2014 saja Daum sudah menerbitkan 434 judul dan Naver 520 judul. Kebanyakan seri di-update seminggu sekali, dengan format webtoon yang panel-panelnya full color dan kontinyu sekitar 30-50an baris panel per episode - sedikit berbeda dengan format hitungan printed manga yang biasanya 16-24 halaman per minggu.

Situs Webtoon Naver tentu saja sekarang sudah menjadi Line-Naver, tetapi komik-komiknya dapat terus dinikmati oleh khalayak luas (tetap gratis) lewat aplikasi Line Webtoon di seluruh dunia. Tengah tahun 2015, Line Webtoon Indonesia juga sudah ada, dengan menampilkan komik-komik lokal Indonesia, seperti Si Juki yang konyol dan Piraku x Piraku karya Sweta Kartika, dan juga karya terjemahan webtoon-webtoon asli Korea yang sudah ada sebelumnya dan sebagian sudah melegenda di kalangan pembacanya, seperti Tower of God dan Noblesse.


Kesukaanku membaca manga edisi scanlation (alasan resmi: karena nunggu versi Indonesianya terbit kelamaan, alasan tidak resmi: nyari gratiissssan  :p ) pada satu waktu mendaratkanku pada sebuah situs webtoon fans-sub. Banyak sudah judul webtoon yang kunikmati di sini, dari yang hanya beberapa puluh episode saja, hingga yang berseason-season bertahun-tahun. Sayang situs ini akhirnya kukut saat Naver bergabung dengan Line dan bermaksud menterjemahkan webtoon-webtoon-nya secara legal. Sempat jeda cukup lama menunggu dari saat itu hingga Line Webtoon masuk ke Indonesia, tapi saat akhirnya aplikasi ini tersedia, satu webtoon yang langsung kucari dan kubaca paling dahulu, Noblesse Season 6!



Petualangan Raizel - Sang Noblesse, dan pengikut setianya, Frankenstein serta para "Raizel's Knights" sedang dalam tahap seru-serunya, saat terputus dulu (baca reviewku untuk Noblesse Season 1 - 5). Ehh... ternyata aku tak tertinggal terlalu banyak, karena seri ini sempat hiatus beberapa bulan karena ilustratornya, Lee Kwangsu jatuh sakit dan tak boleh meneruskan bekerja (dan pengarang ceritanya, Son Jaeho sama sekali tak ingin mencari ilustrator baru) *yeaaah.... serasa the real Moritaka dan Takagi dari manga Bakuman*. Tapi sekarang, seri ini sudah dilanjutkan kembali, kini update tiap hari Selasa, dan sudah sampai pada episode 392.

Raizel and Frankenstein (Ep. 385)

Yuk, baca mulai Episode 1 di sini.


Anime - OVA


Tahun lalu, setelah senang karena bisa membaca kembali webtoon kesayanganku ini, ada kabar yang juga sangat menyenangkan, Ternyata hak kreasi animenya telah dibeli dan akan segera dibuatkan OVA-nya (Original Video Animation).... yaaaayyy...

Dan...., hari Kamis minggu lalu Line merelease link untuk menonton Noblesse: Awakening. Seri pertama dari season awal ini menceritakan kebangkitan Caldis Etrama de Raizel setelah tidur panjangnya lebih dari 800 tahun. Pertemuannya kembali dengan Frankenstein, serta sekelompok bocah SMA menjadi titik awal petualangannya untuk kembali melindungi umat manusia dan klan Noble dari kelompok Organisasi tertentu yang ingin menguasai dunia.



Dibandingkan dengan versi webtoon-nya, grafisnya sedikit terlalu vivid dan gory menurut seleraku, sedikit berasa manga Claymore atau yang seperti itu. Juga di beberapa adegan, kulihat warna-warna animenya tidak setajam dan secemerlang ilustrasi di versi webtoonnya. Tapi ceritanya cukup setia dengan aslinya kok, meski demikian di seri pertamanya ini, kekonyolan tingkah Rai yang kagok menghadapi kemajuan teknologi dan kegandrungannya terhadap ramen belum terlalu terekspose, padahal dulu itu hal pertama yang bikin aku jatuh cinta pada cerita ini, bahkan sejak episode 1.

Hal lain, karena anime-nya dibuat di Jepang, rasanya aneh saja mendengar Rai, Frankie, Sonwoo, Yoona dan lainnya bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Jepang, dan bukannya bahasa Korea. *Emang beda??? Isshh, ya beda lah atuh, rasa drakor dan dorama juga beda kok* :p



Notes:
Kemarin saat ada kopdar tidak resmi BBI-ers Joglo dengan penerbit Haru/Spring, aku sempat menitip tanya apakah mereka berminat menerjemahkan dan menerbitkan komik Noblesse ini, seperti juga The Dragon Next Door atau Seri Blood Type yang lebih dahulu terbit dengan hasil sangat memuaskan. Tapi ternyata dijawab bahwa hak terjemahan webtoon Noblesse ini sudah dibeli oleh penerbit lain.

Jadi H2C inih, siapa ya yang bakal menerbitkannya.... Yah, siapa pun itu, semoga terbitan edisi Indonesianya nanti bagus, berwarna, kertasnya jangan tipis-tipis, terjemahannya enak dibaca, bagus, dan sekali lagi baguuusss cetakannya. Hehehe..... :)

Noblesse Season 1
ISBN 978-890-11-3011-8

PS: terbit dalam bentuk boxset cantik seperti versi printed aslinya, boleh juga ituh...

Rabu, 09 Desember 2015

Kenang-kenangan yang Tertinggal dari IRF 2015 (Bagian 2)


...sambungan dari Bagian 1

Hari kedua IRF jatuh di hari Minggu, jadi kupikir kondisi jalan juga bakalan lebih lancar jaya. Namun demikian, aku juga harus datang lebih pagi karena workshop yang ingin kuikuti hari ini dimulai pada pukul 10.00, jadi kita start dari rumah sekitar jam setengah sembilan pagi. Benar juga, jalanan yang lebih lenggang, plus si sopir (akuuu!!) yang sudah lebih tahu arah, gak pake kesasar atau kelewatan, maka dalam tempo yang sesingkat-singkatnya tidak sampai satu jam, kita sudah sampai di Synthesis Square.

Setelah mampir sebentar di booth BBI, aku dan kak Lila lanjut ke lantai 8 untuk mengikuti workshop Metamorphosis Buku: Dari Cetak, EBook hingga Audiobook. Workshop ini menampilkan tiga narasumber, Mbak Muthia Esfand dari Penerbit Fantasious, Pak Erlan Primansyah dari Buqu (aplikasi EBook) dan Bu Jeci Gracietta dari Listeno (aplikasi Audiobook). Workshop yang sangat menarik karena seperti yang dikatakan Pak Erlan, dengan semakin menjamurnya gadget, bentuk buku tidak harus lagi berbentuk buku fisik. EBook dan Audiobook hanyalah cara-cara lain untuk menikmati buku, dan bukan sebagai saingan penerbit buku.

Siapa yang membaca buku minggu ini? Membaca EBook?? Mendengarkan Audioook???

Setelah mendapatkan banyak pelajaran dari ketiga narasumber ini, workshop kemudian dilanjutkan oleh Bu Jeci sendiri yang memberi pengarahan tentang menjadi narator audiobook yang baik. Meski nampaknya asyik dan menyenangkan, ternyata gak mudah lo jadi narator itu. Mesti tahan mental dan punya prinsip kerja yang baik, daaaan... tentu saja selalu rindu untuk membaca buku. OK Bu Jeci, aku sudah gak sabar ingin mencoba Listeno nih...

Workshop kemudian diakhiri dengan bagi-bagi goodie bag, voucher-voucher gratis untuk mencoba aplikasi buqu dan Listeno, serta berbagai merchandise lainnya. 


Kembali ke lantai 7, ternyata BookWar dan Lelang Kotak Misteri pertama hari ini baru saja selesai. Terjadi keributan yang tidak biasanya di Booth BBI. Ternyata oh ternyata... seseorang telah menggunting dalam lipatan, menyalip di tikungan, mengalahkan Sulis dan Tim Suksesnya dalam menge-bid Kotak Misteri... hanya dalam hitungan detik... dan beda jumlah 3 buku saja....

Siapakah tokoh misterius ini.....

63 satu kali, 63 dua kali, 63 tiga kali....
Yak... lelang dimenangkan oleh Mr. 63 a.k.a. Public Enemy #1

Wakakaa.... ternyata Mas Pra lagi iseng sekali, mengikuti acara lelang sambil mengosongkan kardus harta 20 kgnya. Yang bikin para BBI-ers gemas sekali adalah karena si kardus itu sebenarnya dititipkan di tempat Mbak Truly yang notabene adalah ketua Tim Sukses #Sulis4MysteryBox. Jadilah dia punya julukan baru Mr. 63 dan dilirik mati setiap melintas di depan Booth BBI. :D


Dukung #Sulis4MysteryBox

Bukan BBI kalo gak bikin come back yang fantastis. Selama tiga jam penuh mengumpulkan kekuatan dan dukungan, saat lelang kotak misteri kedua hari minggu itu, Sulis maju membawa modal sejumlah.... 105 buku. Yak, itu bukan salah tulis, seratus lima buku!! Jumlah yang bahkan bikin para panitia GRI di meja swap terheran-heran. Yah... BBI gitu loh... tempatnya para penimbun buku sejati, hahahaha.....


Yaaayy... berhasil... akhirnya.....
Sejumlah buku nominator KLA sukses jadi milik Sulis

Selain mengikuti keramaian lelang buku, aku juga sempat berputar-putar di booth-booth yang lain. Bukan cuma melihat-lihat dan berkenal-kenalan, tapi juga *apa lagi kalau bukan* nyari kuis berhadiah, yah... kan meresapi prop favorit "Fakir Buntelan". Yang paling sering sih bikin kehebohan di booth PNFI dan menangin 3 buku plus 1 poster HP ukuran jumbo (terakhir untung bareng Ren, karena aku blank banget ditanya apa Patronus-nya Ginny Weasley, sampai harus dibantu jawabin). 

Menjelang sore, geret Mas Tezar ke booth BookGames GRI untuk ikut kuis yang diadakan panitia. Ronde pertama, tebak nama pengarang. Lumayan juga sih, dalam waktu kurang dari 3 menit, dari 20 pertanyaan kita berhasil menjawab benar 17. Mas penanya cukup kagum saat awal-awal karena kita jawab sok yakin sekali. Sampai tengah-tengah... ditanya pengarang buku "Summer Breeze", dia sudah siap-siap ngasih score... etapi kita berdua malah bengong... eh.. siapa ya?? Si mas ikutan bengong, kok gak tau sih, kan terkenal sekali itu... ada filmnya juga lo.... eaaaaa.... mas... kalo gak tau ya gak tau ajaaaa kaleee..... 

Ronde kedua, tebak peragaan judul buku ... ehm.. gagal total. Coba aja suruh peragain buku judule "Rindu" piyeeee carane??  Dijawab berpeluuuukaaan malah iya! *eh kita sempat dipoto Mas Pra pas lagi action... share potonya dunk Mas Pra....

Ronde ketiga, susun puzzle dan cari orang yang ada di puzzle tersebut. Dapat foto mas Jaka yang masih kribo... dan meski sempet mutar-mutar mencari orangnya sampai ke lantai  8 (kan tadi lihat dia di sana pas jadi panitia workshop metamorphosis buku) tapi akhirnya malah ketemu sedang memotret acara Books for Blinds di lantai utama. Jadilah candid shot, aku memoto orang yang lagi moto, maap...  #sungkemmasjaka. 


Tidak terasa, sore hari sudah menjelang. Tiba waktunya beres-beres booth dan ber-say goodbye buat teman-teman BBI semua. Semuanya siap-siap meringkasi buntelan masing-masing dan membawa pulang hasil jarahan, menambah timbunan yang entah kapan bakal berkurang. Dua hari yang amat sangat menyenangkan bersama teman-teman seperjuangan. Semoga tahun depan masih bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama lagi.


BBI @ IRF2015
BBI @ IRF2015

BBI JogloSemar + Pak Ketum @ IRF 2015

Rombongan Semarang Pra, Lila, Cindy & Tezar

Untuk catatan saja, BBI dinobatkan jadi Booth Favorit IRF 2015, kita memenangkan 3 dari 4 lelang kotak misteri (Mbak Truly, Mbak Dewi dan Sulis), Opat memenangkan buku The Casual Vacancy bertanda-tangan JKR asli, Anggun mendapatkan The Abarat #3 dalam lelang di akhir acara Book Swap, serta tim-tim BBI memenangkan Books Game IRF -powered by Dettol- dari juara 1 sampai 3 (Mbak Dewi+Anggun, Aku+Tezar, Lulu+Dani).
Para anggota BBI memang perkasa... semoga saja tahun depan gak dilarang ikut dalam semua acara kuis dan games IRF  (^.^)V


Catatan Akhir....
Kita berempat jadwalnya akan pulang dengan Kereta Api Pukul 23.00, jadi kita bertiga pulang dulu ke rumah untuk beberes dan bersiap-siap. Lalu ada Dani yang akan pulang juga ke Solo dengan Kereta jam 22.00 ikut pula ke rumah. Maksudku kan daripada Dani nunggu di stasiun sendirian laaamaa, mendingan nanti kita nanti sama-sama berangkat, sampai stasiun sebelum jam 22.00. Eh tapiii apa daya, Jakarta didera hujan derasss sekali, ditambah listrik mati di berbagai tempat dan banjir di berbagai titik, akhirnya kita terkunci macet di perempatan Taman Anggrek, sedangkan waktunya sudah mepet hampir jam setengah sepuluh. Akhirnya, terpaksa Dani diserahterimakan kepada pak tukang ojek yang langsung tancap gas menuju stasiun meninggalkan kita bertiga menikmati macet.... #maapkeunDani #akulupamacetnyaJakarta Semoga dirimu gak  kapok main ke rumahku, dan kita nanti ngobrolin pelm hongkong zadul tahun 80-an lagi *sambil umpetin KTP masing-masing* wakaka..... :D



Kenang-kenangan yang Tertinggal dari IRF 2015 (Bagian 1)



Tanggal 5-6 Desember kemarin para pembaca buku tentu tahu dong kalau GoodReads Indonesia mengadakan acara Festival Pembaca Indonesia (Indonesia Readers Festival - IRF) 2015. Acara tahunan yang sudah keenam kalinya diadakan, tahun ini mengambil tema Reading-Caring-Sharing dan diadakan di Synthesis Square, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Berbagai kegiatan seru ada di sana, bukan cuma pameran berbagai booth yang berhubungan dengan dunia buku dan membaca, tapi ada juga workshop-workshop keren, pemutaran film-film yang diangkat dari buku, Talkshow yang mengundang penulis-penulis beken, Books for the Blind, dan lain-lain. Tentu saja tidak ketinggalan berbagai games, kuis, bagi-bagi buku gratis daaaan... acara IRF yang gak mungkin terlewatkan, BookSwap dan BookWar! Kali ini malah ditambah lelang Kotak Misteri yang bikin heboh.... :D


Nah, ceritanya, dari Semarang, ada 4 orang goodreaders yang menyempatkan waktu untuk menghadiri event ini. Ada Mas Pratono (yang harta 20 kg-nya sudah mendahului terbang ke Jakarta), Mas Tezar, Kak Lila dan aku sendiri. Kami berempat memilih naik kereta api tut tut tut hari Jumat siang agar mulai hari Sabtu hingga Minggu bisa full menikmati festival ini. Waktu berangkatnya saja, aku sudah (((HAMPIR))) bikin deramah ketinggalan kereta yang dilakoni terlebih dahulu dengan acara cetak tiket dan lari-lari sepanjang peron pas keretanya sudah tingtong tingtong... untung saja masih lancar jaya dan selamat sampai tempat duduk -dan tidak disambut omelan teman-teman seperjalanan yang baik hati dan tidak sombong *halah... nyolu...*.  Selama di kereta kita puas ngakak-ngakak dan ngobrolin segala macam hal yang ada (dan tidak ada) hubungannya dengan buku dan IRF, meskipun sambil ditingkahi suara jeritan tangis bayi di kursi sebelah (... adek bayi nangis bukan karena kita berisik kan ya??). Aku sebenarnya sempat berharap ada adegan perebutan Bakuman #12, tapi ternyata kedua fans komik ini, yang berada di samping dan depanku, sedang sopan-sopan dan jaim-jaim, jadi keadaan tetap aman terkendali, tidak ada pertumpahan darah ala GoT. Akhirnya, jam 21.00 WIB kereta berhenti di stasiun Jatinegara, tempat aku, Lila dan Tezar berhenti untuk lanjut naik Comutter Line ke rumahku di kawasan Serpong, sedangkan Mas Pra lanjut ke Ps. Senen karena sudah dijemput di sana.

Hari Sabtu pagi, sekitar jam 09.00 kita start dari rumah. Dengan berbekal google maps dan navigation (dan banyak doa), kita bertiga berangkat menuju Synthesis Square. Majuuuu tak gentar, paling nyasaaaar... #eaak  Meskipun sempat lancar dipandu si google sampai "in 300 meters your destination is on the left", eh malah kita kelewatan membaca sign gedungnya (suerrr, itu sign mungil bener!!). Jadilah harus memutar kembali dan sedikit bermacet ria. Untung kali kedua langsung ketemu dan hepi banget waktu dikomentarin "you have arrived at your destination".
Thank you google maps... :p

Setelah mendaftar di tempat registrasi lantai dasar, kita langsung lanjut ke lantai 7 tempat IRF digelar. Begitu lift terbuka.... whuaaaa, sudah ramai betul... Apalagi talkshow Go Set A Watchman sedang berlangsung di panggung utama. Sempat sapa sana-sini dan bertemu banyak teman-teman buku dan berputar di berbagai booth, akhirnya kita njujug di booth #10-11 milik BBI. Kembali ramai sapa menyapa di sini dan mulai deh acara narsis jeprat-jepret foto memakai prop BBI yang lucu-lucu.

After all this time...?
"FAKIR BUNTELAN"

Begitu bertemu Mas Pra lagi, satu hal yang langsung ditanyakan, timbunannya yang sudah dikirim duluan itu mana? Ini penting!! Kan aku mau ngerampok duluan sebelum si timbunan masuk meja swap.... hehehe....

Pas jam 12.00 teng, ada satu acara yang langsung bikin kegaduhan. Yaaa.., apalagi kalo bukan BookWar. Meskipun berminat ikut, tapi terkenang keganasan tahun-tahun sebelumnya (elus-elus bekas cakaran tangan entah siapa), aku tidak terlalu memaksakan diri sih. Acara setelah BookWar ini yang sebenarnya jadi inceran para BBI-ers, Lelang Kotak Misteri. Mbak Truly memenangkan sesi pertama ini dengan (kalo gak salah) 16-an buku. Hadiahnya 3 buah buku Pram dan Umar Kayam. Yaayy... ahzeek...

BookWar
Serbuuuuuu!!!!

Setelah keganasan BookWar dan Lelang mereda, jelang pukul 13.00 aku berpindah ke lantai 8, tempat workshop-workshop diadakan. Pilihanku hari ini adalah Kelas Puisi Bapak Sapardi Djoko Damono. Ada beberapa buku juga yang kubawa karena ingin kumintakan tanda tangan beliau. Sampai di ruang workshop, ternyata peserta sudah cukup ramai meski kelas belum dimulai. Beberapa saat kemudian, waktu Pak SDD akhirnya tiba, peserta workshop sudah membludak sampai sebagian peserta harus berdiri. Menurutku sih memang kelas ini asyik banget, jadi gak heran peminatnya tumpah-ruah. Pak SDD berbagi pelajaran tentang menulis dan menikmati puisi. Ada beberapa kalimat yang langsung masuk ke hatiku *jyaaah* seperti
"Puisi itu bukan untuk dipahami, tapi dihayati!" 
atau
"Orang marah gak akan bisa nulis puisi, akhirnya hanya gombal saja." 
((Baaaaiiiiik... Bapak! Saia janji gak akan marah-marah gak jelas lagi....))

"Puisi itu adalah bunyi..."

Setelah peserta sempat diberi waktu untuk menulis selarik-dua larik puisi, akhirnya kelas ditutup dengan acara book-signing dan photo session. Ok seep!


Hujan Bulan Juni-ku akhirnya bertanda tangan SDD
Lebih jauh untuk kelas puisi ini bisa dibaca di sini.

Kembali ke lantai 7, ternyata BookWar dan Lelang Kotak Misteri sesi kedua sudah berakhir. Hadiahnya kembali jatuh ke tangan anggota BBI, yaitu Mbak AS Dewi dengan 20an buku dan isi kotak misterinya adalah buku-buku klasik.


Prop favorit: Fakir Buntelan :D

Keriangan hari pertama IRF ini akhirnya ditutup dengan foto bersama di depan Booth BBI.... dengan janji dan tekad bahwa besok kita akan memenangkan kedua lelang kotak misteri kembali #Sulis4MysteryBox.
*tapi takdir ternyata mengatakan hal yang berbeda*
*halah*

Sedikit capek memang, apalagi keluar disambut jalanan Jakarta yang tersendat parah di waktu hampir malam minggu, tapi puas rasanya menghabiskan sehari penuh bersama teman-teman BBI dan GRI yang bikin acara IRF ini jadi keren abis. Apalagi besok masih ada sehari lagi yang pasti gak akan kalah seru!



To be continued...... つづく.... bersambung ke Bagian 2

Teaser Bagian 2
* ada Mr. 63 yang diam-diam menggagalkan rencana BBI dan Kotak Misteri
* ada orang (aku!) yang sama sekali gak tau siapa pengarang buku Summer Breeze
* terjebak lampu mati, banjir dan macet parah saat mengejar kereta api pulang



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget