Judul Asli: Anya's Ghost
Pengarang: Vera Brosgol
Penerbit: Secondwind (2013)
ISBN: 9786027662063
Jumlah Halaman: 228pages
Penerbitan Perdana: June 2011
Literary Awards: Eisner Award (2012), Cybils Award for Graphic Novels (Young Adult) (2011), Horn Book Fanfare (2011), YALSA Great Graphic Novels (2012), Kirkus Reviews Best Teen Books of the Year (2011) School Library Journal Best Fiction Books (2011)
Anya's Ghost ini menceritakan tentang Anya, murid SMU keturunan Rusia di Amerika (yang nama lengkapnya sulit sekali untuk dilafalkan oleh guru-gurunya), yang selalu merasa kurang populer, tak punya teman, sulit dipahami & memahami ibunya dan selalu diganggu adik kecilnya. Yah, masalah-masalah biasa untuk seorang remaja. Suatu ketika Anya terperosok dalam sebuah lubang di taman kota dan di sana ia menemukan seorang 'bff' yang sedikit luar biasa, sesosok hantu yang tulang-belulangnya teronggok dalam lubang itu selama lebih dari 90 tahun. Dengan bantuan si hantu ini, Anya jadi lebih pandai (dicontekin sama si hantu), jadi bintang konyol di pelajaran olahraga (padahal gara2 kesandung hantu), berkenalan sama cowok paling populer di sekolah (dibisikin si hantu), bahkan diajak pergi ke pesta bersama-sama (setelah didandanin sama si hantu juga).
Tapi ternyata popularitas bukanlah jawaban segalanya, Apalagi kemudian si hantu sedikit demi sedikit berubah dari sahabat jadi 'sahabat' ala film single white female. Hyyyiiii...........

***
Tema cerita dan konflik-konfliknya standar anak abegeh, plus adanya culture shock Rusia-Amerika --yang kemungkinan sesuai dengan keadaan pengarangnya yang juga turunan Rusia yang besar di Amerika-- yang dialami oleh Anya dan ibunya. Sang ibu masih sedikit banyak berpegangan pada nilai-nilai leluhurnya sedangkan Anya merasa tradisi seperti itu malah semakin menjauhkannya dari keadaan remaja 'normal' di sekelilingnya. Tapi itu semua diilustrasikan dengan simpel tapi lumayan bagus di gn ini. Layout panel-panelnya sangat teratur memudahkan pembacaan.
Sayang sekali edisi terjemahan Indonesianya ini hanya menterjemahkan isi pop-up ballon-nya saja dan sangat malas membersihkan dan menuliskan kembali sfx-nya (benar-benar masih lebih bagus scanlation gratisan manga/manhua di berbagai situs di internet). Demikian pula terjemahannya yang dibuat gaya Jakarta sekali, dengan pemakaian Lu, Gue dan bahkan umpatan makian yang terdengar (terbaca) sangat tidak enak di telinga (mata). Melihat sekian banyak Lit. Awards yang diterima, sebenarnya saya jadi ingin sekali membaca graphic novel ini dalam bahasa aslinya, untuk membandingkan apa yang sebenarnya diungkapkan dengan versi translasinya ini. Apakah bahasa yang digunakan dalam novel ini memang sekasar itu, sampai harus ditranslasikan "Anj**g Lu!" di salah satu panelnya?
http://www.goodreads.com/review/show/704883701