Tampilkan postingan dengan label A.R. Wirawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label A.R. Wirawan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Agustus 2014

Garuda Riders (+ GA dadakan)


Judul: Garuda Riders
Seri: The Adventures of Wanara Trilogy - Book #1
Pengarang: A.R. Wirawan
Penerbit:  Gramedia Pustaka Utama (2013)
ISBN: 978-979-22-9198-8
Jumlah Halaman: 328 halaman
Penerbitan Perdana: 2013

Sinopsis

Satu milenium setelah Era Ramayana, ras asura dan keturunannya terus diburu. Mereka dibantai di mana-mana. Hanya di Alengka, negara leluhur para asura, mereka bisa hidup tenang. Namun, itu pun bukan jaminan. Sebab, sebuah organisasi bawah tanah bernama Raksasaghna telah lama bersumpah untuk melenyapkan seluruh keturunan Rahwana itu dari Tanah Varadwipa.

Pada masa itulah, lahir bayi laki-laki dari tiga keturunan Era Ramayana yaitu Rahwana (asura), Hanoman (wanara), dan Rama (mannusa). Bayi laki-laki itu bernama Naradja. Marsekal Badawang adalah orang pertama yang melihat potensi anak petani ubi itu. Ia pun berspekulasi untuk menarik Naradja menjadi salah satu pratarunanya di Akademi Angkatan Udara Kurmapati. Pilihannya tak salah, karena wanara itu kemudian memang tumbuh menjadi seorang penunggang garuda yang menonjol.

Namun, Naradja mengalami mimpi buruk tentang masa depan dirinya dan nasib Tanah Varadwipa. Hanya delapan elemen dewa atau Hasta brata yang mampu mencegah kehancuran Tanah Varadwipa di masa depan. Tanpa izin Akademi Angkatan Udara Republik Ayodhya, Naradja mengajak Laksmi, Lembu Kendil, Baning, dan Malore terbang ke berbagai negara mencari delapan elemen Hastabrata dengan menunggangi garuda. Tak jarang, nyawa mereka menjadi taruhannya. Namun betapapun menggetarkannya petualangan itu, Naradja tak pernah tahu bahwa ada skenario besar dari organisasi rahasia Raksasaghna terhadap dirinya.

Novel Garuda Pancasila Riders ini adalah re-told dari kisah wayang Ramayana yang diseret ke ranah fantasi, diberi nyawa baru, karakter-karakter baru dan juga jenis-jenis ras campuran yang baru (oh percayalah.... di sini ada yang disebut ras campuran Gajah Ikan, seperti apa itu, aku juga sulit membayangkannya!) lalu mendapatkan konflik dan tugas baru dan kemudian menceritakan kisah dongeng yang baru. Dengan setting modern? Uggh.... agak sulit dijabarkan. Modern settingnya sih tidak, maksudku tidak ada penggunaan hape atau mobil atau teknologi sejenisnya, yang ada adalah ideologi modern seperti jenis pemerintahan Republik serta penggunaan bahasa yang kurasa terlalu 'modern'.  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget