Selasa, 23 April 2013

Tawanan Benteng Lapis Tujuh



Judul: Tawanan Benteng Lapis Tujuh: Novel-Biografi Ibnu Sina
Judul Asli: Sajin Qal'ah al-Aswar as-Sab'ah
Pengarang: Husayn Fattahi
Penerbit: Penerbit Zaman (2011)
ISBN: 9789790242661
Jumlah Halaman: 295 Halaman
Penerbitan Perdana: 2009



"Berhati-hatilah Syaikh. Mungkin kedamaian nisbi lebih baik daripada keadilan nisbi!"
---Syams ad-Dawlah--

Dari Sinopsis:
BUKU ini mengurai rekam-jejak perjalanan hidup dokter-filsuf muslim terkemuka, Ibnu Sina (908–1037), sejak masa kecil di Bukhara hingga ia bersentuhan dengan penguasa, dan hidup dari istana ke istana sebagai dokter pribadi sultan. Sebagaimana harga yang mesti dibayar oleh cendekiawan yang menceburkan diri ke dalam kubangan kekuasaan, Ibnu Sina berhadapan dengan siasat jahat, tipu-daya, dendam-kesumat akibat kedengkian para petinggi istana lantaran perhatian khusus yang diperolehnya dari sultan. 
Kemudian, saat menjabat sebagai perdana menteri di pemerintahan Syams ad-Daulah (Hamdan), ia nyaris terbunuh lantaran kebijakannya dianggap tidak berpihak pada angkatan bersenjata, dan pada masa kekuasaan Ala ad-Daulah, ia harus mendekam di penjara berlapis tujuh. Namun, dalam kekalutan dan ketidaknyamanan itulah Ibnu Sina melahirkan magnum opus Al-Qânûn fî at-Thibb dan As-Syifâ’ yang telah menggemparkan khazanah keilmuan—khususnya kedokteran—di seluruh belahan dunia.


As-syaikh Ar-Rais Abu Ali Ibn Sina (908-1037), atau lebih dikenal oleh dunia kedokteran barat sebagai Avicenna, adalah seorang filsuf, pujangga, ilmuwan, politikus, dan yang terpenting seorang dokter yang cakap. Ia mengambil dasar-dasar ilmu pengetahuan dan logika, menggunakan metode ilmiah untuk mencari penawar untuk pasien-pasiennya. Sayangnya, kecakapan ini kemudian juga menjerumuskan beliau dalam intrik politik yang berkepanjangan. Kekeraskepalaan beliau dalam mendukung kebenaran dan keadilan tidak bersanding dengan mulus dalam kehidupan istana dan perebutan kekuasaan. Berulang kali hidup dalam kemewahan, kemudian jatuh dalam pelarian, menjadi perdana menteri lalu dikurung dalam penjara, kemegahan dan kehinaan datang silih berganti, hingga di akhir hayatnya, ia juga harus berpisah dari sang istri. Namun di antara kegetiran tersebut, lahirlah karya-karya brilian beliau yang menjadi dasar dalam dunia kedokteran modern.

Sesuai dengan tag pada judulnya, ini adalah sebuah novel-biografi. Ditulis dari sudut pandang orang pertama, Ibn Sina, tetapi diceriterakan dalam bentuk novel. Memuat garis besar perjalanan hidup beliau sejak masih kanak-kanak 10 tahun hingga akhir ajal menjelang. Pada bagian-bagian awal, perjalanan ini dikisahkan dengan sangat padat dan tergesa, seperti mambaca daftar riwayat hidup. Tetapi setelah 4-5 bab kemudian, cerita mengalir cukup lancar.

Sebagai bahan perkenalan kepada seorang Ibn Sina buku ini cukup memadai, namun secara esensi, tidak sepenuhnya terangkum di sini. Kebrilianan beliau dalam bidang medis sangat minim ditonjolkan, sedangkan kekuatan kepribadiannya dilukiskan kurang mendalam dan datar. Tetapi sekali lagi, Avicenna adalah seorang filsuf-ilmuwan muslim terbesar 10 abad yang lalu. Untuk merangkum keseluruhan jalan hidupnya dalam 294 halaman adalah hal yang mustahil. Novel ini mampu menjawab pertanyaan siapa Ibn Sina, tetapi belum menjawab seperti apa beliau semasa hidupnya.





http://www.goodreads.com/review/show/159337997

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget