Senin, 03 Maret 2014

House of Silk


Judul: House of Silk: A Sherlock Holmes Novel
Pengarang: Anthony Horowitz
Penerbit:  Noura Books (2012)
ISBN: 978-602-94-9857-8
Jumlah Halaman: 384 halaman
Penerbitan Perdana: 2011
Literary awards: Macavity Award Nominee for Best Mystery Novel (2012)




Awalnya adalah sebuah kasus sederhana (yeah, menurut definisi Holmes, kasus yang paling sederhana itulah malah yang paling rumit), seorang pedagang lukisan antik merasa diteror oleh seorang anggota geng perampok yang mengikutinya dari Amerika. Kasus ini ditangani dengan sangat praktis oleh Holmes dengan mengerahkan Baker Street Irregulars untuk mencari orang yang dicurigai. Betul saja, tak berapa lama, orang ini telah dapat diketahui hotel tempat menginapnya. Menyusullah Holmes, Watson dan Castairs, si pedagang lukisan ke hotel ini, hanya untuk mendapati bahwa si orang itu telah meninggal tertusuk belati. Meskipun polisi menyatakan kasus ini telah selesai, Holmes tidak begitu yakin. Ada beberapa kejanggalan yang dilihatnya dalam rumah tangga Castairs, ditambah lagi tingkah laku aneh salah seorang irregulars saat menunjukkan si penjahat di hotel.



Tentu saja firasat Holmes ini tidak salah. Selang beberapa hari, si bocah irregulars itu ditemukan tewas disiksa di tepi sungai Thames. Penyelidikan Holmes dan Watson kesana kemari kemudian membawa mereka mendapat kisikan-kisikan tentang adanya House of Silk, di mana dalam kasus ini, banyak nama terhormat dan kaya terlibat di dalamnya. Nama-nama, yang bahkan membuat Mycroft menyarankan Sherlock untuk mundur dari penyelidikannya. Awalnya, Holmes mengira ini adalah kasus penyelundupan candu oleh orang-orang Cina, sehingga ia menyatroni wilayah sekitar pelabuhan. Namun musuh-musuh Holmes telah waspada, dan malah menggunakan kesempatan ini untuk menjebak Holmes. Di saat yang sama, sedikit demi sedikit, Holmes mulai mengerti apa arti House of Silk yang sebenarnya.... Sebuah rahasia yang jauh lebih kelam daripada sekedar candu dan uang haram.


* * *


Jalinan alurnya yang sedikit gelap sangat sesuai dengan setting London yang compang-camping di akhir abad 19 itu. Mungkin kasusnya sendiri agak sedikit taboo untuk dituliskan pada jamannya Sir Arthur, tapi untuk kasus detektif klasik yang dituliskan di masa modern ini, pengungkapannya cukup keras dan mengagetkan namun tetap tak berlebihan. Sangat sesuai dengan semangat SH.

Dari beberapa buku 'copycat'-nya Sherlock Holmes dan dr. Watson yang sudah pernah kubaca, kurasa novel ini yang paling mendekati cita rasa racikan Sir Arthur, baik penggunaan gaya bahasanya, penggambaran deskriptif dan nuansa settingnya, karakterisasi dan hubungan antara SH dan JW, belitan antara kasus utama dengan plot-plot tambahannya sampai pada gaya Holmes dalam memecahkan sebuah kasus. Memang ada rasa sedikit hambar saat melihat Holmes sampai bisa dijebak dan ditangkap polisi, hingga masuk penjara, dan yang malah lebih aneh saat melihatnya melarikan diri dari penjara (ini kan SH gitu lo, bukan si Arsene Lupin).  Tapi selain itu, angkat topi untuk Anthony Horowitz untuk karyanya ini.

Setelah beberapa lama jika mengobrol tentang Sherlock Holmes berarti mengobrol tentang Benedict Cumberbatch atau Robert Downey, Jr, sungguh angin segar bisa menikmati Sherlock Holmes yang berarti Sherlock Holmes (bukan berarti aku nolak ngomongin si timun Inggris itu lhoooo, sama sekali nggaaaaaak......)  V(0_0)V
Abaikan saja bagian ini. Gak penting... gak usah di-click...

Ulah Benedict Cumberbatch di Red Carpet menjelang Academy Awards
Credit: Mike Blake/Reuters





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget