Kamis, 24 April 2014

Dengarlah Nyanyian Angin


Judul: Dengarlah Nyanyian Angin
Judul Asli:  風の歌を聴け (Kaze no uta o kike)
Seri: Trilogy of the Rat #1
Pengarang: Haruki Murakami
Penerbit: KPG (2013)
ISBN:  978-979-91-0562-2
Jumlah Halaman: 119 halaman
Penerbitan Perdana: 1979
Literary Awards: Gunzo Literary Award (1979)


"Tidak ada kalimat yang sempurna. Sama seperti tidak ada keputusasaan yang sempurna"

Novela ini isinya obrolan ngalor-ngidul tidak beraturan, yang anehnya, aku menikmati sekali. Rasanya seperti menguping pembicaraan orang-orang asing di meja sebelah di sebuah bar/coffeshop, berulang-ulang, hingga lama kelamaan kita jadi dekat meskipun tak kenal.



Dalam kisah ini, tokoh utamanya, seorang "Aku" yang tak bernama, adalah mahasiswa jurusan Biologi dari Tokyo yang sedang pulang liburan musim panas di kota asalnya, sebuah kota kecil di tepi laut. Dalam 18 hari liburan, "Aku" berteman dengan Nezumi dan seorang tokoh lain, seorang gadis, yang juga tak bernama. Dari interaksi ketiganya, sebuah jalinan cerita terjalin. Secuplik penggambaran generasi anak muda Jepang di pertengahan era 1960-1970an yang galau akan kehidupan mereka.

Nezumi sebenarnya adalah pemuda yang cukup tampan dan berasal dari keluarga yang kaya raya. Namun ia merasa jenuh terhadap kekayaan keuarganya dan konsekuensi-konsekuensi yang harus dipenuhinya. Bukannya berusaha memenuhi harapan keluarganya, ia malah memilih tengelam dalam pengaruh alkohol, siang dan malam. Si gadis, tokoh manis yang rapuh sekaligus tangguh, mendapati dirinya hamil tanpa tahu pasti siapa ayah dari bayi di kandungannya. Sedangkan Aku, yang sebenarnya paling normal di antara mereka bertiga, tidak yakin bagaimana masa depannya akan datang. Ia bahkan malah menurutku sedikit menakutkan, karena terobsesi penulis-penulis yang mati bunuh diri. Galau... galau... galau.

Meskipun galau begitu, aku suka karena di sela-sela kegalauan itu, ada sisipan harapan dan kemauan untuk survived. Yeah... galau itu memang penyakitnya anak muda ya... asal jangan keterusan aja. #apaansih #berasatua ^^
"And yet I find myself thinking that if everything goes well, sometime way ahead, years, maybe decades from now, I might discover myself saved."

Ini karya pertama HM yang kubaca, ternyata ini juga karya pertama Murakami, dan kupikir aku cukup suka sampai-sampai ingin juga baca novel-novel bantalnya. Norwegian Woods. Kafka on the Shores. 1Q84.


* * *

Untuk edisi terjemahan bahasa Indonesianya, kurasa cukup enak dibaca. Beberapa kali menggunakan bahasa non-formal, mungkin untuk menyesuaikan dengan nuansa isinya yang berisi obrolan melantur. Typo tidak ketemu. Covernya, milikku ini edisi baru yang covernya baru. Sebuah ban penyelamat di tengah lautan, dengan banyak siluet message-in-the-bottles. Orange di tengah biru, dengan matahari terbit di tengah-tengah. Puitis. Aku suka.



https://www.goodreads.com/review/show/912850914

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget