Senin, 28 April 2014

Night Huntress Series


Judul Asli: Halfway to The Grave
Seri: Night Huntress #1
Pengarang: Jeaniene Frost
Penerbit: Dastanbooks (2011)
ISBN:  978-602-87-2378-7
Jumlah Halaman: 498 halaman
Penerbitan Perdana: 2007
Literary Awards: Romantic Times Reviewers' Choice Award (RT Award) for Best Urban Fantasy (2007

Judul Asli: One Foot in the Grave
Seri: Night Huntress #2
Pengarang: Jeaniene Frost
Penerbit: Dastanbooks (2011)
ISBN:  978-602-87-2391-6
Jumlah Halaman: 432 halaman
Penerbitan Perdana: 2008
Judul Asli: At Grave's End
Seri: Night Huntress #3
Pengarang: Jeaniene Frost
Penerbit: Dastanbooks (2011)
ISBN:  978-602-92-6714-2
Jumlah Halaman: 424 halaman
Penerbitan Perdana: 2008


Meskipun mengaku pecinta genre fantasi, tapi membaca buku jenis pararom (paranormal romance) seperti ini ya baru kali ini saja. Alasannya, ya biasanya tidak pernah tertarik saja. Terlalu nge-romance kurang fantasy-nya. Kebanyakan menye-menye bukan seleraku. Kalau gak percaya lihat aja jumlah bintang yang kuberikan untuk serial Tulalit Twilight. 7 bintang lo (maksudnya 7 bintang dibagi-bagi buat 4 buku gitu... ) ^.^ 


Nah, mungkin aku juga selamanya gak bakal mendekati genre ini kalo bukan gara-gara IRF 2013. Di ajang itu, kebetulan dapat buku Dastan warna ijo waktu book war di booth BBI. Setelah kuperhatikan dan ku cek ke GR, ternyata ini buku kedua dari seri Night Huntress. Ceritanya tentang cewek pemburu vampir. Kayaknya bagus, tapi gimana mau bacanya, mosok langsung ke buku #2, yo nanti rasanya seperti kecemplung di cerita yang gak tahu ujung pangkalnya. Akhirnya, di beberapa tempat yang ada obralan buku-buku sejenis dari penerbit ini, aku jadi rajin mencari teman-temannya. Untunglah di sebuah pesta buku, berhasil mendapatkan buku #1 dan #3 masing-masing seharga 10ribuan dan buku #4-nya hanya 5 ribu. Lumayan, obralan. Yuk... mulai dibaca....


Halfway to the Grave
Pengalaman pertama baca pararom... not bad lah. Ada vampir + vampir slayer, memang sedikit mengingatkan pada serial televisi Buffy/Angel di masa lalu, tapi bagaimanapun tetap aku suka karakter Cat yang sinis, berlidah tajam meski kadang-kadang kekanakan. Beruntung dia bertemu dengan master vampir baik(?) seperti Bones, dan bukan seseorang sesevampir yang manipulatif, jahat, tukang tipu, dll, dll. Endingnya sengaja dibuat open sekali agar setia menanti sequel-sequelnya.

Bacaan alternatif buat yang udah bosan sama kangmas Edward Culun.

oot: ngomongin serial tipi Buffy/Angel, terus ngomongin serial ini yang ada tokoh vampir bernama Bones, kok terus aku jadi rancu ya, membayangin muka Bones seperti Angel gara-gara serial tipi (lain) yang judulnya Bones. *apa rancuan ini masuk akal?* #ahsudahlah #lupakansaja   


One Foot on the Grave
Setelah seri pertamanya diakhiri dengan perpisahan Cat dan Bones #bukanspoiler #kanadadisinopsisnya buku kedua ini pembaca dibuat menanti-nanti 'pertemuan kembali' keduanya. Tapi saat terjadi kok rasanya kurang cetar membahana yaaaa..... *haissshh*
Dari segi cerita, juga kebanyakan ngurusin hubungan Cat dan Bones, sampai suasana misteri dan petualangannya kurang. Lalu tentang penyelesaian dendam kesumat Cat ke Max kok ya cuma begitu saja, atau masalah ini masih mau berlanjut di seri-seri selanjutnya?? Nanti coba kita lihat di buku#3

Adegan H.O.T.-nya berhamburan sepanjang buku, termasuk bab 32 itu.... kipas angin mana kipas angin....


At Grave's End
Lebih seru karena banyak tokoh-tokoh vampire dll yang bermunculan dan berperan besar dalam liku-liku cerita, terutama tokoh Vlad yang seenaknya sendiri tapi ternyata romantis juga. (Oh iya, betul cerita Max dilanjut di sini, dan meskipun gak didetailkan, tampaknya Justina menikmati betul penyiksaan Bones pada Max.) Selain itu, konfliknya dibangun seru dan berlanjut sepanjang buku, pengkhianatan, misteri, jealousy, hot scenes, war scenes, pokoknya all the ingredients for shallow-secret-guilty-pleasures ada di sini. 

* * *

Masih ada dua buku lagi di timbunanku, buku #4 dan #5 (dapet di obralan lagi), dari total 7 buku di seri ini. Kapan-kapan mungkin mau dilanjut baca lagi, tapi sekarang, masih pengin baca yang lain dulu. Kisah romance yang lebih puitis mendayu-dayu - yang lebih melelehkan hati daripada sepuluh adegan hot scenes, atau cerita misteri yang asik banget, atau sci-fi tentang agen-agen yang melompati batas-batas dimensi waktu. Apa sajalah, selain vampire. ;-P




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget