Sabtu, 28 Maret 2015

Where the Mountain Meets the Moon

Judul: Tempat Gunung Berjumpa Rembulan
Judul Asli: Where the Mountain Meets the Moon
Pengarang: Grace Lin
Penerbit: Atria (2010)
ISBN: 978-979-02-4460-3
Jumlah Halaman: 266 halaman
Penerbitan Perdana: 2009
Literary Awards: Newbery Honor (2010), Mythopoeic Fantasy Award for Children's Literature (2010), ALA Notable Children's Book for Middle Readers (2010), Goodreads Choice Nom for Children's Book (2009), and many more


Sinopsis
Di sebuah gubuk reyot di kaki Gunung Nirbuah, hiduplah Minli bersama kedua orangtuanya. Mereka bekerja keras setiap siang, dan setiap malam, ayah Minli menuturkan dongeng-dongeng tua tentang Naga Giok dan Kakek Rembulan, yang mengetahui jawaban dari segala pertanyaan.

Berbekal keyakinan pada dongeng-dongeng itu, Minli memulai sebuah petualangan besar untuk mencari Kakek Rembulan dan menanyakan cara untuk mengubah peruntungan keluarganya. Sejumlah tokoh dan binatang ditemuitinnya di sepanjang jalan, termasuk naga yang menemaninya hingga akhir petualangannya.

Berhasilkah Minli menemui Kakek Rembulan dan mendapat jawaban atas pertanyaan yang hendak diajukannya?

Kenapa keluarga kami miskin sekali?
Bagaimana menghadirkan peruntungan ke rumah kami?
Bagaimana menyuburkan Gunung Nirbuah?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang ingin ditanyakan Minli kepada Sang Kakek Rembulan. Kakek Rembulan adalah orang tua yang tinggal di Gunung Tak Berujung, mengetahui jawaban semua pertanyaan serta memegang buku nasib setiap manusia. Jika ia bersedia menjawab pertanyaanmu, maka niscaya jawabannya akan memudahkan jalan kehidupanmu.



Minli mengenal Kakek Rembulan dari dongeng-dongeng yang diceritakan ayahnya tiap malam. Walaupun ditentang ibunya yang kelewat getir memandang kehidupan keluarganya yang sangat miskin meski telah bekerja keras sepanjang hari, tiap hari menjelang tidur, sang ayah selalu mengisahkan cerita-cerita ajaib tentang bermacam hal, tentang naga giok yang marah terhadap awan, tentang legenda gunung nirbuah yang penuh nestapa, dan tentang hakim harimau yang serakah. Dan setiap kali Minli mulai bertanya hal-hal ajaib lain tentang kisah-kisah itu, ayahnya selalu tertawa dan menyuruhnya bertanya pada Kakek Rembulan.

Bermula dari perjumpaannya dengan seekor ikan mas yang dapat berbicara, Minli memantapkan hati untuk benar-benar mencari Sang Kakek Rembulan dan menanyakan cara mengubah peruntungan keluarganya. Dimulailah petualangan Minli menuju tempat di mana gunung berjumpa dengan rembulan. Ditemani seekor naga yang diberi jiwa dari batu tinta yang dibuat dari hati sang naga giok, Minli terus berjalan, menembus hutan-hutan yang dijaga kawanan monyet licik, bertemu bocah gembala yang berteman dengan seorang gadis penenun, membantu dan dibantu oleh raja bijak yang menjaga kota Terang Bulan hingga akhirnya bertemu dengan si kembar kebahagiaan A Fu dan Da Fu yang sedang bertarung dengan si Harimau Hijau.

Saat akhirnya benar-benar bisa bertemu dengan Sang Kakek Rembulan, Minli telah banyak sekali belajar tentang nasib dan kebahagiaan. Dan satu-satunya kesempatan bertanya yang diberikan kepadanya, digunakannya untuk satu hal yang jauh lebih berharga... persahabatan. Ooohhh.... *terharu*



Salah satu ilustrasi dalam buku,
Kisah Hujan Rembulan
Sebuah kisah yang benar-benar sarat makna. Minli cilik yang awalnya penuh rasa ingin tahu berkembang menjadi gadis yang kuat dan cerdik, namun juga hangat dan rela berkorban. Ia juga belajar tentang arti kebahagian sejati. 

Novel ini juga sangat enak diikuti karena penuh dengan sisipan-sisipan dongeng-dongeng pendek yang terjalin apik dalam cerita sehingga suatu ketika, semua dongeng-dongeng tersebut menjadi satu dan mendapat tempatnya dalam petualangan Minli.

Di sela-sela dongeng, ada pula ilustrasi-ilustrasi full-color khas negeri Tiongkok yang makin menyenangkan untuk dinikmati. Salah satunya seperti yang ada di samping ini, yang melengkapi kisah tentang asal-usul Desa Hujan Rembulan. 





Untuk bukunya sendiri, diterjemahkan dengan lancar dan enak dibaca oleh penerbit Atria. Seingatku juga tidak ada typo yang mengganggu. Antara kisah Minli dan dongeng-dongeng sisipannya dibedakan dengan jenis font yang berbeda. Untung sekali bahwa novel ini tetap memakai ilustrasi cover dan ilustrasi kisah aslinya, jadi dalam buku tetap saja lengkap dengan halaman berwarna dan ilustrasi-ilustrasi sederhana monokrom yang cantik-cantik. Covernya terutama aku suka penggambaran Naga yang asli negeri Tiongkok yang serupa panjang seperti ular dengan empat kaki dan janggut dan tanduk-tanduk bercabangnya. Apalagi covernya melebar terus ke cover belakang sehingga ilustrasi gunung bertemu rembulannya juga tergambarkan di situ. Seeeep!!




Semoga saja penerbit Atria masih bersedia menerjemahkan dan menerbitkan companion book dari buku ini, yang berjudul Starry River of the Sky. Kayaknya novel tersebut juga cantik, penuh dongeng sarat makna dan penuh ilustrasi keren.... 

*pengin*







https://www.goodreads.com/review/show/988569025


Review ini diposting dalam rangka event 
Around the Genres in 30 Days
Kelompok GenreScience Fiction and Fantasy





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget