Rabu, 13 Mei 2015

Sentuhan Bosan Sayang


Judul: Sentuhan Sayang
Pengarang: V. Lestari
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (2006)
ISBN: 9792225889
Jumlah Halaman: 656 halaman
Penerbitan Perdana: 2006




Lihat sinopsis
Helen, seorang wanita cantik berusia setengah baya, ditemukan tewas oleh suami dan putranya. Tak ada tanda trauma apa pun pada tubuhnya. Dugaan sementara, ia bunuh diri kerena putus asa pada penyakit kanker yang dideritanya. Soma, suaminya, menolak dilakukannya otopsi karena dokter yang menangani istrinya juga mengatakan jenazah meninggal bukan akibat kekerasan.

Namun, begitu jenazah dikubur, satu demi satu misteri wanita bernama Helen terkuak. Ternyata dia wanita sehat, tidak menderita penyakit apa pun. Ternyata dia punya affair dengan dokter yang menanganinya. Ternyata dia suka sekali meminjamkan uang kepada tetangga-tetangga sekitarnya. Dan sebagai suaminya, Soma tidak pernah tahu hal-hal tersebut.

Mungkinkah Helen dibunuh oleh salah satu pengutang? Bagaimanakah caranya membunuh, sementara tanda-tanda kekerasan tak ada pada jasad Helen? Sementara misteri tentang Helen belum terkuak, satu orang lagi menjadi korban pembunuhan. Adakah hubungannya kematian Helen dengan kematian pembantunya? Mau tak mau Soma menyetujui penggalian kembali makam Helen, untuk mencari kebenaran. Tapi siapkah Soma menerima lagi kejutan dari mendiang istrinya?


Ok, ini novel karya V. Lestari pertama yang kubaca dan terus terang aku kecewa telah menghabiskan enam ratus lima puluh enam halaman dan tidak menikmatinya. Kupikir aku akan mendapatkan kisah misteri yang rumit dan penyelidikan detektif  yang njelimet (sekali lagi 656 halaman lo), tapi ternyata yang ada malah kebanyakan cerita deramah lebay gak juntrungan yang diulang-ulang. Penyelesaian crime-fic-nya juga terasa mengada-ada (muncul hantu(!)) dan deux ex machina alias maksa kebetulan sekali (anak kecil meracaukan kebenaran(?)).


Dari sinopsis cerita, katanya tokoh Helen ditemukan tewas di rumahnya. Nyatanya sampai lebih dari 145 halaman, si tokoh ini masih baik-baik saja, masih sempat bikin sensasi, masih sempat nampang di depan rumah, masih sempat ngurusin halaman, masih sempat bikin pusing suami dan anaknya, dst. Oh, mungkin itu pembukaan, agar para pembaca paham situasi dan kondisi Nyonya Helen ini dan tokoh-tokoh di sekitarnya. Mungkin setelah itu ceritanya akan langsung meroket tingkat suspense-nya. Eh... nyatanya nggak juga tuh. Setelah itu diulang-ulang lagi penggambaran hubungan antara Danu-Ratih-Yudi (plus Anita dan Sarah). Penggambaran keluarga Ratih juga mendominasi cerita. Bahkan mendesak porsi penyelidikan Anton si Reserse Polisi sampai tingkat minimal dan sedikit melupakan peran Dr. Satrio. Lalu kembali ke kisah misteri dengan adanya tokoh kedua yang terbunuh, yang juga digambarkan hanya dalam lima-enam halaman. Kemudian kembali mengulang deramah leletnovela ala kompleks perumahan ini. Haisssshh.....


Sebenarnya kasus pembunuhan ini cukup berisi karena ada banyak motif dan tersangka yang bisa dibuat berbelit. Hanya saja sudut pandang cerita lebih enak jika dialihkan kepada penyelidikan Anton dan bukannya berkutat ke area drama yang berlebihan. Juga mungkin lebih efektif jika jumlah halamannya dipangkas menjadi setengah atau duapertiga bagian saja agar pembaca (akuuuhh) gak kelamaan baca dan kebosanan sendiri.






https://www.goodreads.com/review/show/1277307828

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget