Selasa, 14 Juni 2016

The Racketeer


Judul: The Racketeer - Pengacara Penipu
Judul Asli: The Racketeer
Pengarang: John Grisham
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2016)
ISBN: 978-602-03-2768-6
Jumlah Halaman: 398 halaman
Penerbitan Perdana: 2012




Lihat sinopsis
Malcolm Bannister, mantan pengacara, sedang menjalani hukuman di Maryland karena kasus penipuan. Di atas kertas, situasi Malcolm tampaknya tidak terlalu bagus, tapi dia punya kartu as.

Dia tahu siapa pembunuh Hakim Fawcett. Mayat sang hakim ditemukan di kabinnya dekat danau terpencil. Tak ada tanda-tanda orang masuk dengan paksa maupun pergulatan. Hanya ada dua mayat: sang hakim dan sekretarisnya yang masih muda. Dan satu lemari besi yang telah dikosongkan. FBI ingin sekali tahu isi lemari besi itu, dan Malcolm dengan senang hati mau memberitahu
mereka.

Tapi segala sesuatu ada harganya––terutama informasi mengejutkan yang akan mengarah pada serentetan kejadian yang menyebabkan kematian Hakim Fawcett.



Kisah ini mengingatkanku akan novel Grisham yang lain -salah satu favoritku - Runaway Jury, yg bercerita panjang lebar tentang suatu sidang gugatan perdata namun menyembunyikan twist akhir tak disangka-sangka. Di sini juga, sebuah pembunuhan seorang Hakim Agung Federal dijadikan panggung penipuan terbesar seorang pengacara kelas teri yang sedang sial terdampar di penjara.

Dari judulnya, dan dari beberapa bab awal memang sudah diindikasikan adanya scheme tertentu yang sedang digodok oleh seorang Malcom Bannister. Bahkan sejak awal aku sudah menebak (dengan benar) co-conspirator rencana busuk ini. Namun begitu, tetap saja asyik mengikuti permainan yang diatur oleh si Mal ini, sambil pelan-prlan memahami apa yang sebenarnya terjadi, pada Hakim Fawcett, pada Quinn, dan tentunya, siapa Nathan Cooley sebenarnya.


Malcom Bannister adalah seorang pengacara kulit hitam kelas kota kecil. Praktek santai, punya istri dan seorang anak balita, jauh dari tekanan kasus-kasus besar. Suatu ketika ia menangani jual-beli sebuah properti, yang ternyata adalah milik seorang koruptor kakap dan dijadikan salah satu tameng praktek pencucian uang. Saat sang koruptor didakwa FBI, Malcom terseret dalam huru-hara bersamanya. Seekor ikan kecil dalam jaring besar Federal. Dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, dianggap memalukan keluarga, diceraikan istri, bahkan kantor pengacara milik dua patnernya juga hampir gulung tikar.

Lima tahun berlalu, Malcom sekarang menghuni penjara berkeamanan minimum hanya berjarak sejam dari kota asalnya. Meskipun izin praktek pengacaranya telah dicabut, ia tetap menggunakan keahliannya untuk menolong mengkaji kasus-kasus beberapa rekan inmate-nya. Ia dikenal santun dan tak banyak tingkah. Sang  Pengacara Penjara. Tapi suatu saat ia melihar berita bahwa Hakim Agung Federal Raymond Fawcett terbunuh secara misterius di kabinnya yang terpencil  di pinggir danau, Malcom tahu ia punya permainan penting yang harus segera dimulai. Ia menawarkan kesaksian dan petunjuk penting yang mengarah pada jatidiri si pembunuh dengan imbalan kebebasan tanpa syarat, program perlindungan saksi dan bahkan operasi plastik untuk mengubah wajahnya. Plus uang hadiah informasi yang disediakan sebesar $150.000.

Seorang mantan pengedar obat terlarang bernama Quinn Rucker lalu diciduk. Saat satu per satu bukti-bukti tak langsung mengarah padanya, FBI memenuhi semua permintaan Malcom. Ia pindah ke tepi pantai Florida, menikmati hari-hari santai sambil mengubah wajah dan namanya menjadi Max Reed Baldwin. Namun tak semudah itu. Quinn dan komplotannya segera saja sadar siapa yang membocorkan rahasia mereka kepada FBI, dan entah bagaimana rahasia identitas baru Malcom terkuak kepada mereka.

Merasa tak aman lagi, Malcom memilih memutuskan semua kontaknya dengan FBI dan melakukan perjalanan rahasia ke berbagai pelosok kota-kota kecil mencari seorang bernama Nathan Cooley seraya menyaru sebagai seorang produser film dokumenter. Tindakan-tindakan kecil yang aneh, namun semua ini mengarah pada sebuah rencana tertentu... rencana nekad yang dimainkan oleh Malcom dan seorang partnernya yang masih tersembunyi.


Endingnya... Grisham sedang murah hati, memberi happy ending penuh kepuasan. Tapi dari segi cerita, aku sedikit kecewa karena tampaknya semua rencana berjalan mulus, TERLALU MULUS malah, sehingga belum sempat jantung dagdigdug... eh udah selesai. Harusnya ada sekali dua kali kekacauan dulu, penipuan, pengkhianatan, ketahuan, atau apalah, yang bikin Mal harus bertindak nekad dan kreatif sebelum cerita berakhir. Italian Job, The Leverage, bahkan Ocean 11-12 aja ada sandungannya, ini mah, jalan tol dari awal sampai akhir.

Tokohnya juga tidak sekompleks biasanya. Beberapa kali disinggung tentang anak dan bekas istri Mal, tapi tidak pernah cukup mendalam sampai memberi lapisan karakter yang membumi. Alasan salah dakwaan yang bikin Mal terhukum 10 tahun juga hanya berada di latar belakang, tidak diangkat secara penuh untuk memberi sentuhan kemarahan terpendam yang jadi motif utamanya. Quinn dan Venessa apalagi. Karakterisasinya hampir setipis kertas. Nathan dan Gene Cooley berasa hanya tokoh pemeran pembantu. Sedangkan Hakim Fawcett hampir tak pernah digali latar dan kehidupannya. Ia hanya perlu mati agar cerita bisa bergulir.


Novel yang lumayan ringan untuk ukuran John Grisham. Cukup banyak adegan serta istilah hukum dan peradilan, tapi tidak sepadat novel-novel awalnya. Lumayan pendek juga, kurang dari 400an hal. Enak dinikmati, tapi jelas bukan legal thriller JG favoritku.


Untuk edisi Bahasa Indonesianya, terjemahannya cukup bagus, alih bahasanya mengalir enak dan mudah diikuti. Tanpa typo. *yayy*  Hanya saja aku tidak suka ukuran bukunya. Untuk buku setipis ini kenapa harus menggunakan format paperback besar yang agak kurang nyaman untuk dipegang dan dibaca. Selain itu, juga jadi aneh saat dijajarkan di rak bersama novel-novel JG yang lain (sebagian besar milikku adalah edisi mass market yang diterbitkan Gramedia pertama kali, lalu berubah menjadi format paperback biasa untuk beberapa buku terakhir, lalu sekarang berubah bertambah besar lagi. Gak puguh ini penerbitnya!) Selain itu, aku juga sama sekali tidak menyukai warna dasar covernya yang putih polos itu, dengan hanya sedikit sentuhan warna merah. Seperti buku fotocopy-an saja kesannya. Bahkan gambar rumput, jalan dan lain-lain di bagian bawah buku malah tampak seperti noda-noda tinta kalau dilihat sekilas.


Lihat juga review-ku untuk beberapa novel John Grisham yang lain:

- The Appeal
- The Litigators
- Ford County
- Other novel




https://www.goodreads.com/review/show/1629482116

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget