Rabu, 08 Januari 2014

Rahasia Sunyi



Judul: Rahasia Sunyi
Pengarang: Brahmanto Anindito
Penerbit: Gagas Media (2013)
ISBN: 978-979-78-0611-8
Jumlah Halaman: 372 halaman
Penerbitan Perdana: 2013




Sebuah novel negeri sendiri dengan genre yang tidak biasa, thriller misteri, tapi bukan sekedar thriller, ini thriller campur horor ala tanah air, dengan cerita dukun, hantu (yang anehnya bisa main-main internet), serta makhluk-makhluk seram lainnya. Aku sendiri sebenarnya tidak terlalu menyukai puntiran kisah dari yang awalnya logis laiknya novel misteri, menjadi kisah novel horor klenik seperti ini. Kupikir itu aneh dan gak nyambung (seaneh cerita Sleepy Hollow versi Tim Burton, yang mencampurkan karakter super logis Ichabod Crane dengan setting witchcraft).


Dari sinopsis:
Lautan Angkasawan pergi ke Pegunungan Kerinci karena sebuah teka-teki.Kirey Fowler, mantan kekasihnya, tewas dalam kecelakaan di kawasan gunung tertinggi di Sumatra itu. Lachlan Fowler, sang ayah, berharap Lautan membantunya menyibak rahasia di balik kematian anak perempuannya.
Di tengah belantara kemungkinan, satu per satu pintu misteri terbuka. Tapi, Lautan tidak sendiri. Sesuatu terus menghalanginya untuk menyingkap tanda tanya. Nyawanya terancam untuk sebuah jawaban...

Tapi lepas dari hal klenik vs logika itu aku suka dengan setting ceritanya yang eksotik di pelataran gunung Kerinci. Aku juga suka dengan premis alurnya yang berawal dengan perintah penyelidikan kematian seorang gadis, yang ternyata menyimpan banyak rahasia dan motif tersembunyi. Rahasia-rahasia ini terkuak satu persatu sepanjang kisah dan menampilkan sisi-sisi lain keluarga Kirey Fowler dan motif-motif (finansial tentu saja) yang mendalanginya. Karakter ayah dan abang Kirey dideskripsikan dengan bagus sekali, dan mampu menampilkan kelebihan dan kekurangan mereka. Sayangnya, aku malah sangat kurang sreg dengan karakter tokoh utamanya, Lautan. Menurutku, dia itu seorang yang memiliki kecenderungan hero complex, selalu butuh seseorang untuk ditolong dan itu pula yang membuatnya memutuskan hubungan dengan Kirey setelah sekian lama, karena Kirey ternyata sangat mandiri. 

Alurnya lumayan seru dan page turning, jika saja pembacanya tidak keberatan mencampuradukkan realitas dan alam supranatural. Ada beberapa hal yang membuat terkesan imitasi, khususnya bagian Kirey 'memotong kaki sendiri' (ooohhh.... sooo 127 hours, don't you think?!). Lebih dari itu, menurutku pertanyaan utama novel ini belum terjawab pasti. Apa penyebab kematian Kirey Fowler?? Tetap tidak jelas dan tidak ada penjelasan.
(kehabisan darah?? berarti tidak ada yang salah dengan laporan kecelakaan dari polisi dunk? atau dibunuh Roa? atau oleh siapa itu hantu aneh yang satu lagi? benar-benar klenik?) hyyiii..... syerem..... h


nb: tamat membaca novel ini, aku jadi ingin membaca Satin Merah. ada yang punya? #nyaripinjeman V(0_0)V





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget