Senin, 27 Januari 2014

The Wind in the Willows


Judul: The Wind in the Willows
Pengarang: Kenneth Grahame
Ilustrator: Paul Bransom
Penerbit: ebook by Project Gutenberg (2009)
Ebook #27805
Penerbitan Perdana: 1907





1907. Fabel ini benar-benar ditulis dan diterbitkan pertama kali lebih dari seabad yang lalu dan hingga kini masih terus dibaca dan mendapatkan penggemar baru (seperti aku). Sebuah kisah klasik yang tampaknya akan terus dicintai oleh pembacanya, yang tentunya bukan hanya anak-anak saja.

BBI ROTM January 2014


Kisah ini dibuka dengan kesibukan Mole, si tikus tanah muda, yang sedang bersih-bersih rumah menyambut musim semi yang baru saja datang. Di tengah kesibukannya ini, ia tiba tiba tertarik pada panggilan suara sungai yang bergemericik lirih, sehingga pergilah ia untuk memuaskan rasa penasarannya. Namun bukannya berkurang Mole malahan makin terpesona dengan keindahan alam tepian sungai.
Never in his life had he seen a river before—this sleek, sinuous, full-bodied animal, chasing and chuckling, gripping things with a gurgle and leaving them with a laugh, to fling itself on fresh playmates that shook themselves free, and were caught and held again. All was a-shake and a-shiver—glints and gleams and sparkles, rustle and swirl, chatter and bubble. The Mole was bewitched, entranced, fascinated. By the side of the river he trotted as one trots, when very small, by the side of a man who holds one spellbound by exciting stories; and when tired at last, he sat on the bank, while the river still chattered on to him, a babbling procession of the best stories in the world, sent from the heart of the earth to be told at last to the insatiable sea.

Bagai pucuk dicinta ulam tiba, seekor tikus air, Rat, tiba-tiba muncul dan menawar Mole untuk melewatkan siang dengan berpiknik naik perahu. Inilah yang menjadi awal persahabatan erat antara Mole dan Rat, yang kemudian diikuti undangan Rat pada Mole untuk tinggal di rumahnya di tepi sungai, di mana daun-daun pepohonan Willows mendesau ditiup angin.

Dari perkenalan ini, kemudian Mole berteman pula dengan makhluk-makhluk pinggiran sungai yang lain, misalnya si Otter, bapak berang-berang yang kadang suka melamun, Toad, seorang seekor katak terhormat yang bosanan dan semaunya sendiri, serta Badger, si Luak tua yang tegas, bijak dan misterius, yang bertempat tinggal di tengah Wild Wood yang menyeramkan. *OoT: ehm apa ya bedanya frog dan toad? tiba-tiba jadi ingat pertanyaan yang ditanyakan Angela si tukang obat di Eragon O_O * #ohabaikan #ininulisripiusambilngelamunjuga

The Wind in the Willows illustration by Ernest H. Shepard
for 75th Anniversary Hardcover Edition
Toad - Badger - Mole - Rat - Otter 

Nah, balik lagi ke ripiu, kisah Wind in the Willows ini bercerita tentang seputar persahabatan mereka, terutama kesibukan Mole, Rat, Badger dan Otter menghadapi ulah Toad yang sedang dihinggapi hobi maut mengendarai mobil sambil ngebut ngawur di jalanan (crashed six cars, has been hospitalised three times, and has spent a fortune on fines).
Toad and his Motorcar.
Source: tricycle.co.uk
Meskipun telah berulang kali diperingatkan, tapi Toad tetap bandel juga, hingga akhirnya, satu waktu, ia ketiban sial dan harus dipenjara di penjara yang super ketat. Untunglah, ia kemudian dibantu oleh putri sang penjaga penjara, hingga dapat melarikan diri dan kembali ke tepian sungai, meski sempat mengalami berbagai petualangan seru. Belum kelar masalah itu, ternyata teman-teman Toad juga sedang menghadapi masalah lainnya. Toad Manor -rumah keluarga Toad turun temurun- diduduki para Weasel, musang jahat nan arogan saat ditinggal pergi pemiliknya. Lagi-lagi keempat sahabat ini harus membantu Toad bertempur melawan Weasel dan komplotannya untuk merebut kembali Toad Manor.

***


Bagiku, ini cerita fabel yang sangat menyenangkan untuk dibaca karena beberapa alasan. Pertama, ceritanya sendiri khas kisah anak-anak yang tidak terlalu ruwet, ringan dan enak dinikmati setelah berlelah-lelah seharian. Yang kedua, gaya bahasa yang digunakan sungguh sangat indah. Bukan saja karena kosa katanya yang kaya dan sangat bervariasi (untung baca novel ini versi ebook, jadi mudah membuka kamus mencari vocab yang gak ngerti) plus kalimat-kalimat yang digunakan berima layaknya buku anak-anak, ditambah lagi juga narasi deskriptifnya yang sangat kuat menangkap keindahan alam yang digambarkan atau perasaan karakter-karakter dalam fabel ini. Selain kutipan di atas yang menggambarkan keindahan sungai di awal musim semi, berikut ini kutipan salah satu paragraf penuh metafora favoritku yang menggambarkan ketidaksabaran Mole untuk bertemu dan berkenalan dengan Mr. Badger dari Wild Wood:

...at last one morning the diffident and delaying dog-rose stepped delicately on the stage, and one knew, as if string-music had announced it in stately chords that strayed into a gavotte, that June at last was here. One member of the company was still awaited; the shepherd-boy for the nymphs to woo, the knight for whom the ladies waited at the window, the prince that was to kiss the sleeping summer back to life and love. But when meadow-sweet, debonair and odorous in amber jerkin, moved graciously to his place in the group, then the play was ready to begin...

Suka sekali. Indah mendayu-dayu dan penuh imajinasi. Buku ini dongeng yang amat sangat mengingatkan akan masa-masa kanak-kanak yang penuh harapan-harapan sederhana, saat kehidupan tidak terlalu ruwet dan berjalan dengan suka cita, meskipun terselip pula pesan-pesan moral yang mengajarkan tanggung jawab dan perilaku baik.


Rat and Mole boating under the Willows.
Source: thelowry.com

Untuk alur penceritaannya sendiri, novel ini pada awalnya sedikit membingungkanku, khususnya perpindahan dari bab ke bab. Setelah bertanya pada om google, ternyata memang ini adalah kumpulan bed-time stories yang dikarang opa Kenneth untuk menidurkan putranya, dari waktu ke waktu di masa itu. Jadi kadang-kadang memang dari bab yang satu ke bab berikutnya kurang nyambung dan bisa dibilang dapat berdiri sendiri-sendiri. Itu pula sebabnya ada beberapa bab yang seperti sub-plot dari kisah utama Toad dan masalahnya, seperti bab The Piper at the Gates of Dawn yang menceritakan Rat dan Mole bertemu dewa Pan saat mencari anak Otter yang menghilang atau bab Wayfarers All yang menceritakan Rat terhipnotis cerita seekor tikus kapal akan keasyikan petualangan di kapal yang berlayar di laut lepas.



'Let's take over Toad Mannor'
Source : theblogthattimeforgot

Bagian endingnya bagiku terasa sedikit datar dan kurang cetar. Setelah petualangan yang seru meloloskan diri dari penjara dan dikejar-kejar penjaga serta perkelahian dengan para Weasel memperebutkan Toad Mannor, kisah diakhiri dengan "sangat biasa". Tidak ada kejutan ataupun twist lain.
Yaahh... menyenangkan sih melihat Toad yang well-behaved, tapi aku kok malah kangen sama kebandelan-kebandelannya juga yaa... #eaaa  :)



***


Edisi yang kubaca ini adalah edisi asli terbitan 1907 yang kemudian dibuat ebook-nya oleh Project Gutenberg.

Untuk The Wind in the Willows edisi terjemahan bahasa Indonesianya sudah diterbitkan oleh Mahda Book dalam bentuk Hardcover. Sayangnya aku belum pernah lihat (jarang menyatroni dan melihat-lihat rak buku anak-anak di toko buku nihhhh). Setelah baca ini, ingin juga sih baca (dan punya) versi bahasa Indonesia ini. Apalagi melihat beberapa review yang mengatakan terjemahannya bagus dan enak dinikmati, plus disertai ilustrasi-ilustrasinya yang cantik.






https://www.goodreads.com/review/show/109599227




Posting ini dipublikasikan dalam rangka mengikuti event Baca dan Posting Bareng BBI
Bulan: Januari 2014 - Tema buku: Fabel


22 komentar:

  1. Aih, membacanya dalam bahasa asli sangat indah ternyata ya diksinya. Baca ulang ah ... di Guttenberg Project ada ya? Asik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada kok mas Dion, cari aja di sini
      http://www.gutenberg.org/ebooks/289

      sayangnya ini versi asli, jadi ilustrasinya gak banyak dan gak seindah edisi2 modernnya.

      Hapus
  2. Noted, kayaknya mau cari edisi bahasa inggrisnya aja :) pemilihan katanya bagus bangeeeet :) oiyaaa kalo nggak salah, frog itu katak dan toad itu semacam kodok yang gede yang suka ada di kebun-kebun #dibahas :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju mbak, aku juga langsung jatuh hati pada kata-katanya. :)

      jadi 'frog' itu yang bisa jadi swieke? #ehdibahaslagi

      Hapus
  3. Tadinya mau baca-pinjem ini yang versi terjemahan, tp yang mau dipinjemin masih di luar kota, gagal deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. versi HC Mahda Book? wuiih, aku juga pengin baca itu.....

      Hapus
  4. Pernah baca bukunya yg terjemahan.. suka ceritanya juga. oh dan ada filmnya loh, sayang kurang menawan gambar gambar filmnya ._. (film jadul)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga pernah nonton filmnya sekilas, tapi gak tertarik blas. Jadi punya ebooknya sudah laaama juga gak tertarik bacanya. Ini gara2 posbar bbi jadi baca... dan..... #gaksalahpilih

      Hapus
  5. Aku baca terjemahannya, dan setelah membandingkan sekilas dengan versi aslinya, kayanya yg terjemahan itu sudah disingkat. Dan dari review ini banyak cuplikan yg aku ga inget kalo ada di versi terjemahan. Wah, harus baca ulang nih, bahasanya cantik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh, iya kah mbak zee? wah, sayang dunk kalo gitu. kalau bahasa terjemahannya bagaimana? bagus dan mendayu-dayu juga gak?

      Hapus
  6. Modelnya kayak the graveyard book kalik ya.. tiap2 bab bisa berdiri sendiri2.. bukunya banyak ilustrasinya kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah sayangnya edisi ebook yang kubaca ini gak banyak mbak, hanya ada 6 gambar. tipe ilustrasinya juga yang jadul begitu.
      makanya waktu lihat2 di image-nya google, ternyata di edisi-edisi lainnya banyak ilustrasinya, dan beberapa digambar oleh illustrator terkenal seperti Ernest H. Shepard di atas. jadi pengin nyari bukunya (yang bagus) nih :)

      Hapus
  7. wiewwww kalau ilustrasi di terjemahann cuman hitam putih. hhmm...dah ngga ingat ilustrasinya itu yang buat mba Ella atau bukan. Yang jelas yang terjemahannya banyak yang dipotong, jadi terasa banget bagian yang hilang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mengecewakan ya mbak? sayang sekali, padahal aku udah pengin nyari buku itu lo...

      Hapus
  8. kayak familiar ama nama Mole. tapi lupa, baca di manaaa gitu. aih, jadi pengen baca jadinya. untung ada di PG ebooknya ya. yang versi modernnya mungkin ilustrasinya lebih cantik kalo berwarna pastinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mole Hawthorne?? #eh



      *ya ampun itu Gale, cindy!!* :D :D :D

      Hapus
  9. Ebook? Maauuuuu... Dikirim dong. Etapi, liat ilustrasi gambarnya yg berwarna keren banget. Bisa buat dongeng ponakanku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. donlod aja langsung ka lila, ini linknya, mau epub, mobi, kindle, pdf sampe txt ada semua....

      http://www.gutenberg.org/ebooks/289

      Hapus
  10. kirain punya, mau pinjem #eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. punyaaaaa kok.... ebook-nya..... :)

      Hapus
  11. aku juga udah baca dan posting buku ini sekitar tahun 2011, baca yang edisi terjemahan, dan kayaknya yang versi ini lebih komplit yaaa... :))

    @lucktygs
    http://luckty.wordpress.com/2014/01/30/review-the-frog-princess/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau link nya dong mba, aq mo baca versi terjemahannya yg komplit, thx

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget