Selasa, 13 Mei 2014

The Mysterious Howling

Judul: The Mysterious Howling - Lolongan Misterus
Judul Asli: The Mysterious Howling
Seri: The Incorrigible Children of Ashton Place #1
Pengarang: Maryrose Wood
Penerbit: Ufuk Fiction (2012)
ISBN: 978-602-93-4640-4
Jumlah Halaman: 296 halaman
Penerbitan Perdana: 2010
Literary Awards: YALSA Awards Nominee for Best Fiction for Young Adults (2011), Goodreads Choice Nominee (2010), Kirkus Reviews 2010 Best Children’s Books (2010)



Dibutuhkan segera Pengajar Energik untuk Tiga Anak Bersemangat. Ilmu pengetahuan tentang Prancis, Latin, Sejarah, Etiket, Menggambar, dan Musik akan dibutuhkan. Berpengalaman dengan binatang lebih disukai.

Berawal dari sebuah iklan di edisi terbaru Heathcote, Sepanjang Tahun (sekarang dengan ilustrasi), maka berangkatlah Miss Penelope Lumley, salah satu lulusan paling bersinar dari Akademi Swanburne untuk Wanita Cerdas tapi Miskin, ke kediaman keluarga Ashton yang mewah dan megah.



Sesampainya di sana, ia sudah disambut dengan wawancara canggung dengan Lady Constance,si nyonya rumah, ditingkahi lolongan-lolongan misterius yang datang dari istal kuda. Intinya ia diterima dan harus bersumpah bagaimanapun keadaannya, Ms. Lumley tidak akan mengundurkan diri dari posisinya sebagai pengajar. Ia belum boleh menemui anak-anak yang akan diasuhnya sampai Lord Ashton datang. Namun kelakuan si kusir kuda Timothy dan kepala pelayan rumah Mrs. Clarke tampak sekali sedang meyembunyikan sesuatu. Tidak tahan dengan suara lolongan itu, Ms Lumley datang memeriksa sendiri apa yang disembunyikan dalam istal. Alangkah terkejutnya Ms. Lumley mendapati ada tiga anak kecil yang sedang melolong ketakutan. Ternyata ketiga anak yang baru saja ditemukan Lord Ashton di hutan inilah yang akan menjadi tugas Ms. Lumley, Alexander, Beowulf dan Cassiopea. Meskipun Ms. Lumley sudah sangat ingin mengajarkan geografi dan bahasa latin, tapi tugasnya yang pertama adalah 'memanusiakan' anak-anak itu dulu. Mengajarkan mereka memakai baju, makan dengan garpu dan pisau, menjaga agar Beowulf tidak mengejar-ngejar tupai dan tentu saja, menahan keinginan untuk melolooooooooong.

Misteri-misteri di kediaman Ashton juga tampaknya tak berhenti di situ. Selain mencari tahu siapa ketiga anak ini dan bagaimana mereka bisa sampai hidup di hutan keluarga Ashton, Ms. Lumley juga penasaran mengapa Timothy selalu mengintip-intip di dekat mereka. Belum lagi Lady Constance yang bersikeras mengadakan pesta Natal besar-besaran dan menampilkan ketiga anak itu. Lalu... apa itu schottische? Ms. Lumley sama sekali tak bisa menemukan kata itu di kamus dan buku-buku yang dipelajarinya....

Beowulf, Cassiopea, Ms. Lumley dan Alexander
Source here

Buku anak-anak yang ringan menyenangkan. Penggunaan bahasa yangg digunakan kadang sedikit hiperbolik bahkan cenderung sarkastik secara halus, mengingatkan pada seri Lemony Snicket yang dulu juga cukup kusukai. Kisahnya sendiri campuran antara cerita klasik Tarzan, Secret Garden, dan sedikit rasa gothik pengasuh anak ala Jane Eyre. 

Penutupnya masih menawarkan misteri lain, ternyata masih ada lolongan lain yang berasal dari ruang tertutup di lantai tiga rumah kediaman Ashton. Meskipun aku sudah mulai menduga-duga tentang hal ini, tapi tampaknya ada beberapa petunjuk jelas. Pesta natal yang berlangsung tepat di saat bulan purnama, Lord Ashton yang sedang sibuk di luar dan tak sempat mampir ke pestanya sendiri.... ini hampir seperti Prof. Snape mengambil alih sementara kelas Prof. Lupin dan menyuruh murid-muridnya "turn to page 394" begitu kaleee yaa...??! 


* * *


Untuk edisi terjemahan bahasa Indonesianya ini cukup rapi dan tanpa typo. Namun aku merasa banyak kalimat-kalimat yang rada janggal, dan tampaknya banyak pun dan permainan kata yang digunakan di bahasa aslinya yang tidak dialihbahasakan secara memadai (emang susah sih, untuk kasus-kasus seperti ini) *maklum* Sayang ini bagian pertama dari sebuah seri, dan mengingat penerbitnya, ufuk fiction, sudah tamat (atau sudah hidup lagi ya? kayak burung Phoenix =) ) jadi gak yakin bakal terbit lanjutannya. Padahal pengin baca lanjutannya. Barusan aku cek ke goodreads, ternyata sudah ada empat seri yang terbit.  

Covernya, aku lebih suka yang edisi Indonesia. Meskipun mirip tapi edisi Indonesianya dibuat dengan gaya ilustrasi yang lebih halus, sedangkan cover aslinya lebih cartoony.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget