Rabu, 04 Februari 2015

Moon in the Spring


Judul: Moon in the Spring
Judul Asli: ?
Pengarang: 현고운 Hyun Go Woon
Penerbit: Penerbit Haru (2014)
ISBN: 978-602-77-4239-0
Jumlah Halaman: 405 halaman
Penerbitan Perdana: ?




Sinopsis:
Di malam bulan purnama, seorang dewi terjebak bersama seorang pria berhati dingin dan licik di permukaan bumi.

Dewi Langit, Pria Bumi, lalu Malaikat Kematian….

Apakah wanita itu benar-benar tunanganku?
Pria itu bernama Kang Min-Hyuk, pria berhati dingin dan licik. Ia tidak tampak terkejut ketika tunangannya bangkit dari kematian. Ia tidak memiliki perasaan apa pun kepada wanita itu. Akan tetapi sesudah kejadian itu, wanita itu terlihat seperti wanita lain. Dan wanita itu tidak pernah bisa hilang dari pikirannya.

Apakah pria itu akan berhasil mengetahui identitasku yang sebenarnya?
Ji-Wan melanggar peraturan langit dan turun ke bumi untuk menggantikan posisi seorang wanita yang meninggal. Di sana, ia bertemu dengan Min-Hyuk, tuna angan wanita yang ia gantikan. Sejak bertemu dengannya, Ji-Wan tahu bahwa pria itu adalah orang yang tidak mudah untuk dihadapi. Walaupun begitu, Ji-Wan berniat untuk bisa terus bertahan di dunia manusia… meski ia merasa lelah.


Cerita novel ini yah standard romance biasalah, meski ditambah sediiiikit keabsurdan kisah dewa-dewi, kaisar langit + malaikat kematian. Intinya cowok dingin, ketemu cewek seenaknya, cowok pelan-pelan jatuh cinta, cewek mesti pergi, klimaks, dueeengg..... hepi end. Manis kayak permen digulain. #yeaaaah 



Oke, gak apapa, sekali waktu aku juga pengin baca yang manis-manis kok. Kudapan segar di tengah buku bantal ganjel pintu dan hisfic yang mengantri dibaca. Awalnya aku menduga ada lebih banyak unsur fantasi, myth atau folklore yang ditengahkan dalam novel ini, namun ternyata lebih condong ke pure romance dengan sedikit tempelan unsur tersebut. Jika dibandingkan dengan kdrama atau jdrama, maka konsep kisahnya mirip seperti 49 Days atau Stairway to Heaven, tapi yang kembali ke raga "si korban" bukannya manusia tapi seorang dewi usil dari langit ketujuh XD

Yang jadi keberatan utamaku di sini itu justru penggambaran karakter-karakternya. Baik dari narasi deskriptif (dan sinopsis di cover belakang) maupun dari karakterisasinya sendiri.

Pertama, tentang si tokoh utama pria. Laki-laki yang katanya dingin dan licik di sinopsis, membuat si cewek tunangannya menderita setengah mati sampai mati beneran, bikin dewi di langit terpanggil dan malaikat kematian mengerenyit dan memanggilnya manusia berhati busuk ((berkali-kali)), yah membaca itu semua kupikir kan kayak apa nih jahatnya si cowok... Bengis. Sadis. Kejam. Anak durhaka. Pembunuh berantai. Penghuni Red Room of Pain... Pokoknya segala yang buruk-buruk lah. Eh ladalah, ternyata cuma gara-gara dia nyuekin si cewek itu, yang ditunangankan gara-gara bisnis, mau nyatuin perusahaan. Eaaaa, yang jenis kayak gitu mah, buanyak seabreg, gak usah manggil2 dewi kalee....

Apalagi nanti, di sepanjang kisah, pembaca diperlihatkan asal muasal kenapa karakter Min-hyuk ini berubah menjadi dingin dan tidak berperasaan. Sebuah perubahan yang semakin membuat pembacanya jatuh simpati dan dengan sentuhan-sentuhan kepribadian Dal-hee, membuatnya pelan-pelan berubah jadi hangat kembali.

Nah kalau si cewek, lain lagi. Berasa orang paling menderita sedunia. dipaksa putus sama sang kekasih, ditunangkan sama cowok lain (btw, yang katanya sih tampan dan keren), ditinggal mati ayah, lalu harus hidup bersama ibu tiri dan adik tiri. Uhm... ya trus kenafaa... lhaaaa kok Anda ini lupa kalau diri Anda masih muda, cantik, pinter dan kaya, pewaris tunggal perusahaan besar. Optimis sedikit kenapa. Lagi pula ibu dan adik tirinya ternyata gak jahat-jahat amat tuh. Masalah ditunangkan paksa demi perusahaan?? Itu sana nonton aja The Heirs, kisah Kim Won itu kayaknya lebih menderita dari kamu deh #eh Lalu kalau kamu pikir cowok tunanganmu itu jahat, lha kok kamu egois sekali ninggalin hidup sekian banyak pegawai perusahaanmu di tangan dia? Berjuang dikit kek. *duh rasanya pengin guncang-guncangin cewek ini*

Untungnya cewek ini cuma muncul di awal kisah sebagai kick start cerita. Tempatnya lalu digantikan oleh si Dewi Dal-hee, yang karakternya jauh lebih menyenangkan. Omongannya yang blak-blakan dan tindakannya yang tak terduga (banjo jumping? ^^) memang cocok untuk bikin cowok jadi penasaran. Gak berlebihan, bersemangat tapi tetep wajar. Dalam satu kali pertemuan saja, Dal-hee mampu membuat merger perusahaannya yang awalnya dinilai sebagai belas kasihan menjadi rekanan setara. Ia juga mampu membuat Min-hyuk memandangnya tanpa melecehkan kemampuannya. Lalu hubungannya dengan sang Ibu dan Adik, pelan-pelan ia mampu mendapatkan rasa hormat dan sayang mereka sebagai keluarga.

Sayangnya. karakter-karakter lain di sekeliling mereka rasanya kurang mendapat perhatian. Si malaikat kematian no. 2999 malah berasa lebay, kerjaannya kok cuma ngutukin Min-hyuk mulu. Mestinya kesempatan dia hidup di dunia manusia ini jadi tempat untuk lebih memahami manusia-manusia sendiri. Misalnya, lihat dunk, itu si Yoon-ha, yang jelas-jelas lebih 'busuk' daripada Min-hyuk. Lalu hubungannya dengan Mi-ra juga harusnya bisa digali lebih mengharukan atau lebih lucu, jangan lempeng kayak telenan.

Aku juga suka konflik tambahan antara Min-hyuk, Seo-yeon dan Seok-hwan. Tapi di sini sekali lagi rindu dendam masa lalu diselesaikan dengan muanisss sekali, tanpa ada ganjelan sama sekali. Penginnya sih, ada sesuatu yang lebih complicated.


Untuk edisi bahasa Indonesianya ini, sekali lagi acungin dua jempol buat penerbit Haru. Translasinya enak dibaca dan mengalir (tampaknya diterjemahkan langsung dari bahasa aslinya, jadi lost in translationnya minim), romanisasinya konsisten dan juga bersih typo. Covernya, unyu-unyu, enak dilihat dan cocok buat novel romansa seperti ini.



https://www.goodreads.com/review/show/1075166534

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget