Selasa, 03 Februari 2015

The Whispering Skull - Tengkorak Berbisik


Judul: The Whispering Skull: Tengkorak Berbisik
Judul Asli: The Whispering Skull
Seri: Lockwood & Co, #2
Pengarang: Jonathan Stroud
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (2015)
ISBN: 978-602-03-1012-1
Jumlah Halaman: 448 halaman
Penerbitan Perdana: 2014



Sinopsis:
Hantu dan arwah gentayangan, waspadalah! Lockwood & Co. beraksi kembali.

Lockwood & Co. makin sibuk. Lucy dan George berusaha memecahkan misteri tengkorak bisa bicara yang terkurung dalam wadah-hantu, sementara Lockwood mencari kasus-kasus baru yang seru.

Lalu mereka dihubungi untuk menyelidiki makam dokter kejam yang hidup pada zaman Victoria. Seperti biasa, segalanya jadi kacau---ada hantu mengerikan yang terlepas dan benda berbahaya yang hilang karena dicuri dari peti mati. Lockwood & Co. harus menemukan benda itu sebelum kekuatannya digunakan, tapi mereka harus berpacu dengan waktu.

Dan yang membuat keadaan makin gawat, si tengkorak dalam wadah-hantu mendadak bergerak.

Enam bulan sejak kejadian Streaming Staircase, agensi Lockwood & Co. cukup terkenal dan sibuk melayani klien-klien baru. Cukup sibuk pula bersaing dengan agen-agen Fittes yang disupervisi oleh Quill Kipps, hingga berujung taruhan tak menyenangkan yang bisa mempermalukan salah satu dari tim mereka.



Dalam keadaan inilah, sebuah kasus aneh ditangani oleh Lockwood, George dan Lucy. Kasus yang harusnya mudah, menyegel sebuah makam kuno dari arwah Dr. Edmund Bickerstaff, seorang dokter 'eksentrik' yang mati penasaran dan dari serangkaian riset, dituliskan bahwa jasad dokter ini dimakan tikus-tikus hingga tercerai-berai. Namun saat digali, ternyata peti mati yang digunakan terbuat dari besi (yang pasti dimaksudkan untuk menyegel sesuatu yang sangat jahat) dan jasad di dalamnya utuh dengan satu bekas tembakan tepat di tengah dahinya. Saat segel terlepas sesaat, sesosok bayangan hitam menyambangi George dan Mr. Joplin -seorang juru arsip yang meneliti makam-makam kuno-, dan hampir memangsa mereka jika saja Lucy tidak bertidak cepat dengan rapiernya.

Belum habis keanehan ini, esok paginya mereka bertiga dipanggil oleh DEPRAC dan dimintai keterangan masalah malam sebelumnya. Ternyata setelah mereka pulang, lokasi makam tersebut kecurian, dan sebuah cermin berpotensi Sumber Masalah yang terkubur bersama jasad dalam peti mati besi tersebut hilang sebelum diserahkan untuk dimusnahkan. Berita baiknya, Lockwood & Co. resmi ditugaskan untuk menyelidiki pencurian itu serta menyegel cermin. Berita buruknya, mereka harus bekerja sama dengan Agen-agen Fittes pimpinan Kipps. Tentu saja penyelidikan ini lalu jadi ajang pembuktian bagi Lockwood dan Kipps.

Meski kalah sarana dan dukungan perusahaan daripada Agen-agen Fittes, Lockwood & Co ternyata punya satu hal yang sama sekali tidak mungkin ditandingi, sebuah tengkorak tipe 3 yang terkurung dalam wadah plasma dan mampu dan mau berbicara pada Lucy, dan untungnya lagi.... tengkorak ini dulunya terlibat pada kejadian-kejadian di rumah Dr. Bickerstaff secara langsung. Tentu saja kenyataannya tidak semudah itu. Si tengkorak licik penuh tipu daya, dan tidak secara sukarela memberikan informasi-informasi yang mereka butuhkan.


Selama penyelidikan, aku suka sekali karena sedikit demi sedikit masalah pribadi Antony Lockwood, Esq. yang penuh misteri tersibak. Belum sebanyak yang kumau sih, tapi paling tidak, ia sudah mempercayai Lucy untuk bertemu kenalan lamanya, Flo Bones, yang tampaknya mengenal Lockwood jauh lebih dalam. Ditambah keusilan si tengkorak yang berbisik pada Lucy (sejak di akhir buku #1) semakin 'memaksa' Lockwood mempercayai teman-temannya itu.

Selain itu, tersisipkan juga dalam cerita ini, kejanggalan kelakuan Penelope Fittes, pemilik Agensi Fittes dan cucu dari Marisa Fittes yang menemukan Masalah pertama kali. Tampaknya ada rahasia besar yang belum terungkap antara keluarga Fittes dengan kemunculan Masalah sendiri. Yaaay... bakal ada cerita konspirasi besar di episode selanjutnya.... *lalu ditimpuk rapier*

Meskipun kesan hoooooorooor yang kental baru didapat di penghujung akhir buku, saat mereka semua bertarung di lokasi Katakomba, tetapi secara keseluruhan, aku puas membacanya. Plot misterinya enak diikuti. Banyak permainan pedang yang menawan. Unsur komedinya juga tersalurkan melalui ocehan si tengkorak. Yup, kalo si Jin Bartimeaus dimasukkan dalam wadah plasma, mungkin jadinya seperti ini, sayang porsinya tidak sebanyak yang kumaui. #moreskullplease #eh

Endingnya juga cukup memuaskan. Beberapa keputusan yang dibuat Lockwood di akhir buku membuatku tambah fangirling kepadanya. =D

Nb. dilihat dari epilognya, nanti buku #3 ada hantu saudaranya Antony ya? #dudukmanismenanti The Hollow Boy.

Nb lagi. ada satu fakta yang masih mengusik pikiranku. Hal. 95, peti mati besi itu dituliskan dimensinya 2m x 2m x 0,5m. Hmm... lebar sekali ya??!?



Sayangnya, edisi bahasa Indonesianya ini cukup 'hancur' di mataku, tidak memenuhi ekspektasi. #jyah #terOpBarJanuari  Oke, pertama-tama novel ini terbitan GPU, jadi masalah typo harusnya out of the question. Kenyataannya... typo berhamburan sepanjang novel. Ini sebagian yang sempat kucatat saja:
h.14 semain - h. 134 seseoran - h. 286 mmang - h. 347 kahwatir - h. 369 ada (harusnya 'apa') - h. 388 seberangk - h. 401 masti - h. 402 (kalimat ucapan tengkorak tidak di italic) - h. 404 tanda baca :

Kedua, glosarium di akhir buku, diurutkan menurut alphabet.... dalam bahasa Inggris aslinya, sedangkan selama kisah, istilah-istilah ini ditranslasikan dalam bahasa Indonesia. Jadi misalnya aku ingin mencari penjelasan tentang Pendar Kematian, di urutan huruf P ya gak bakal ketemu. Harus diteliti satu per satu, dibaca seluruhnya, dari awal, baru nanti ketemu di urutan huruf D penjelasan Death Glow (Pendar Kematian).
Kenapa ya, gak diurutkan dalam Bahasa Indonesia saja, baru dalam kurung ada istilah Bahasa Inggrisnya, jadi misalnya, di urutan huruf P ada Pendar Kematian (Death Glow), begitu. Kan lebih mudah mencarinya.

Yang ketiga, aku gak suka covernya. #halah #truskenapa
Ya gak gak napa-napa sih... pendapat ajah :p
Sama dengan Seri pertamanya, aku tetap lebih suka cover edisi RHCP-nya, judul serinya tampak sangat berunsur metal besi dan tetap dengan Rapier di awal huruf K, ilustrasinya juga pas dengan ceritanya. (di GR edisi ini gak ada, kenapa ya? beneran gak sih ini cover?) *lah malah nanya*




https://www.goodreads.com/review/show/1184988491

4 komentar:

  1. Lihat yang ngedit siapa Mba Cin...dan dirimu akan tahu kalau di buku2 lain yang dipegang editor itu juga rawan typo :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe... iya, aku tahu kok, cuma... ;p
      malah jadi pengin baca buku si editor itu lo, pengin bandingin kerapiannya aja.. #kepo

      Hapus
  2. Endingnya gue ga ngerti deh. Itu ruangan maksudnya apa? Kok si lucy ngomong "jadi orangtuamu?"

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi kayaknya, ruangan itu sudah dilengkapi dengan berbagai bentuk pengamanan untuk mengurung hantu. awalnya lucy mengira entitas yang ada di situ orang tua Lockwood, tapi ternyata itu hantu saudaranya. IMHO.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget