Senin, 31 Agustus 2015

City of Thieves


Judul: Kota Para Pencuri
Judul Asli: City of Thieves
Pengarang: David Benioff
Penerbit: Ufuk Press (2010)
ISBN: 9786028801324
Jumlah Halaman: 490 halaman
Penerbitan Perdana: 2008
Literary Awards: ALA Alex Award (2009)



Lihat sinopsis
Lev Beniov, seorang bujangan bertubuh kecil, cerdas, dan selalu gelisah, ditahan atas tuduhan penjarahan. Dia dijebloskan ke sel yang sama dengan Kolya, seorang prajurit tampan yang dituduh melarikan diri dari tugas. Alih-alih dieksekusi, Lev dan Kolya justru diberi tantangan untuk menyelamatkan diri. Syaratnya sungguh konyol, tapi taruhannya nyawa: mereka harus mengamankan selusin telur untuk seorang kolonel yang berkuasa.

Dalam menghadapi penderitaan yang tak terperikan, Lev dan Kolya menjawab tantangan itu di tengah-tengah kondisi Kota Leningrad yang tak kenal hukum. Apakah Lev dan Kolya berhasil menjalankan misinya? Akankah mereka bisa selamat dari ancaman eksekusi mati?

Ini novel yang inspiratif dan lucu, mendebarkan dan menakutkan.
City of Thieves adalah sebuah petualangan yang menghanyutkan.

Saint Petersburg alias Petrograd alias Leningrad alias Saint Petersburg. Kota terbesar kedua di Rusia ini sudah berkali-kali berganti nama seiring bergantinya jaman dan menyimpan peran sangat besar dalam sejarah. Sebuah kota yang mampu tetap berdiri kokoh dan menjegal nama besar Hitler di tahun 1944. Di kota ini pulalah setting cerita ini berlangsung, tentang dua orang pemuda yang ketiban pulung mendapatkan tugas konyol menjelang akhir masa pengepungan Nazi  (1941-1944).

Kota Leningrad.  The City of Thieves.

Alkisah ada seorang bocah Yahudi kerempeng, kurang makan, naif, tapi masih cinta tanah air meski ayahnya jadi korban kediktatoran penguasa. Lev Abramovich Benioff. Kejahatan masa perang: penjarahan. Ada pula Nikolai Alexandrovich Vlasov aka Kolya. Pemuda tampan berdarah Cossack yang banyak omong tapi sebenarnya sangat perhatian pada keadaan sekelilingnya. Kejahatan masa perang: desersi. Keduanya kebetulan dijebloskan di sel yang sama suatu malam di Penjara Kresty dan kemungkinan besar akan dieksekusi keesokan paginya. Namun, alih-alih dihukum, mereka malah ditugaskan mencarikan selusin telur untuk membuat kue pengantin buat pernikahan anak perempuan seorang Kolonel. Tugas yang aneh di masa yang aneh pula. Nasib yang aneh.

Berbekal surat tugas nan sakti (tanda tangan Sang Kolonel ternyata memang sangat hebat!) mulailah petualangan mereka berdua menyusuri kota Leningrad yang sudah babak belur. Dari mulai mendatangi pasar gelap dan membeli permen perpustakaan (yang dibuat dari LEM buku....) hingga bertemu pasangan kanibal. Dari apartemen di tengah kota tempat seorang kakek rela mati demi menjaga ayam-ayamnya hingga daerah pinggiran tempat sekelompok gadis dipelihara dalam penjara ketakutan. Tentang anjing-anjing dalam pasukan anti tank dan mayat-mayat prajurit yang masih tegak beku berdiri berjaga di posnya. Dan dalam perjalanan ini, lewat mata Lev dan Kolya, dituturkan kisah sebuah kota dan orang-orang di dalamnya yang mencoba bertahan hidup walau seberapa sulitnya, dan masih tetap saja ada semangat untuk melawan musuh.

Sosok Lev dan Kolya sendiri juga digambarkan jauh dari sosok pahlawan. Lev yang masih muda kadang naif, tidak percaya diri dan tidak jarang ketakutan. Tapi di saat-saat genting, ia terbukti mampu bertindak nekad dan melakukan hal yang diperlukan. Selain itu, ia juga masih menyimpan banyak benci terhadap kezaliman negaranya, dan sebenarnya merindukan kedua orang tuanya. Sedangkan Kolya.... ya ampun.... desersi demi mencari cewek.... haish.... yah, tapi ia juga sangat cerdik dan punya banyak rasa kesetiakawanan. Perhatiannya terhadap Lev sungguh seperti seorang kakak yang sudah seumur hidup menjaga adiknya. Meski tetep konyol juga sih. :)  Perkembangan hubungan keduanya enak dinikmati sepanjang buku.


Sebuah kisah masa perang yang tragis namun diceritakan dengan hati ringan. Jika sebelumnya aku pernah kagum dan suka dengan gaya penceritaan film La vita è bella yang kocak meski mengulik masa-masa hitam yang sama, maka novel ini membawa semangat penceritaan yang mirip. Kesuraman yang tersembunyi. Ketragisan yang dibungkus indah, menyamarkan tangis ironi yang merebak di penghujung kisah. Sungguh. Nasib memang tak bisa ditebak.


Notes:
Nevsky Prospect during the siege, 1942
(source: wikipedia)

Pengepungan Leningrad (Siege of Leningrad) ini merupakan kejadian real. Sebuah pengepungan militer oleh Tentara Jerman (German Army Group North) terhadap kota Leningrad, yang dimulai sejak 8 September 1941 (saat jalan terakhir menuju kota dihancurkan), sampai 27 Januari 1944, 872 hari kemudian. Pengepungan ini adalah salah satu yang paling destruktif sepanjang sejarah modern, dan yang paling memakan korban. Lebih dari sejuta rakyat sipil tewas dalam masa ini.

Tapi sekali lagi Kota Leningrad tetap kokoh bertahan, dan pasukan Nazi akhirnya menemukan ganjalan terhebatnya di benua Eropa, yang akhirnya menggiring Jerman ke kekalahannya.




Postingan ini dibuat untuk mengikuti event Baca Bareng BBI
Bulan: Agustus 2015
Tema: Perang Dunia II



https://www.goodreads.com/review/show/1354412187

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget