Senin, 20 Januari 2014

The False Prince


Judul: The False Prince - Pangeran Palsu
Judul Asli: The False Prince
Seri: The Ascendance Trilogy #1
Pengarang: Jennifer A. Nielsen
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2013)
ISBN: 978-979-22-9832-1
Jumlah Halaman: 392 halaman
Penerbitan Perdana: 2012



Dari sinopsis:
Empat anak laki-laki diculik. Empat anak yang penampilannya amat sangat mirip.
Sage, salah satu di antara mereka, membongkar fakta di balik penculikan itu––bahwa ada yang akan dipilih untuk berperan menjadi pangeran yang hilang––ia tahu bahaya sekarang menghadang.
Sage sadar hanya ada satu cara supaya ia bisa bertahan dalam permainan penuh kebohongan dan kelicikan ini.
Ia harus menjadi sang pangeran… Atau ia akan dibunuh.

Sage. Si pencopet dan penipu. Dari awal hingga akhir.....  I loooveee Sage!
*I sound like a fangirl, I know* :))




Tapi sungguh sangat jarang aku begitu cepat menyukai sebuah karakter seperti aku menyukai Sage. Betuull.... rasanya Sage benar-benar telah mencopet hatiku sejak beberapa halaman awal buku ini. Kemampuannya melihat situasi dan merencanakan langkah-langkah taktis plus bersilat lidah hanya dapat diimbangi dengan 'kemampuannya' membuat jengkel seseorang (ok, semua orang sebenarnya). Tidak terkecuali Conner, si bangsawan yang sedang menawan dirinya. Pada awalnya kupikir dia hanya sekedar tidak peduli, tapi ternyata setiap detail kecil tindakan-tindakannya selalu memiliki makna tertentu, bagian dari sebuah rencana besar melawan rencana besar si bangsawan. Benar-benar penipu cilik yang cerdik. Di beberapa bagian ia mengingatkanku pada Eugenides, dan kupikir Sage akan jadi penipu raja sebaik Gen nantinya.


Kisahnya sendiri adalah versi modern dongeng klasik Prince and Pauper. Sang pangeran hilang, maka dicarilah seseorang yang mirip untuk menggantikannya (dari empat bocah yang diculik, nantinya hanya akan ada satu yang akan dipilih menjadi si Pangeran Palsu, sedangkan sisanya akan 'dihilangkan', membuat suasana persaingan antara mereka semakin brutal.) Tentu saja versi modern ini disertai pula dengan plot pengkhianatan, ketidakjelasan siapa lawan siapa kawan, rahasia-rahasia, kebohongan dan lebih banyak lagi kebohongan dan tentu saja tidak mau ketinggalan, tema acara utama, perebutan kekuasaan. Plotnya sebenarnya lumayan jelas terlihat dari awal, namun semakin cerita bergulir, semakin banyak fakta-fakta kecil yang diberikan (yang entah benar entah tidak), hingga akhirnya membuat pembaca mengira-ngira sendiri manakah versi kebenaran yang sebenarnya. Itu ditambah sebuah detail puntiran alur di akhir cerita yang membuat semuanya menjadi logis dan tentu saja penjelasan yang membuatnya jadi masuk akal. Aku suka bagian flashback ini, tak terduga dan dengan premis yang tak biasa, yang mampu menjawab satu hal yang selalu menjadi pertanyaanku.... mana mungkin seorang pangeran dapat hilang tanpa ada upaya mencarinya?


Oh iya, ada satu bagian di novel ini yang membuat ketawa ngakak. Saat hari upacara pemilihan di Istana Carthya, ternyata Conner bukan satu-satunya bangsawan yang punya ide menampilkan seorang pangeran palsu. Pintu gerbang Istana dipenuhi antrian kereta-kereta yang masing-masing membawa tiruan Pangeran Jarod yang hilang. Wakakaka.... idenya sudah mendunia ini.... :))
(hihihi.... seakan-akan si pengarang menyatakan memang benar kalau ide novel pangeran palsu ini memang sudah klasik, tapi novel yang ditulisnya ini benar-benar 'beda!' #smirk )


Aku cukup penasaran apa yg bakal terjadi setelah ini. Perang? atau akan ada lebih banyak diplomasi dan tipu muslihat? Selain itu juga penasaran pada nasib Imogen -si pelayan yang kerap membantu Sage- dan Amarinda -putri negeri seberang yang ditunangkan pada putra mahkota Carthya- di buku selanjutnya.


***


Scholastic Edition
Versi bahasa Indonesia novel ini diterjemahkan dengan bagus, sangat enak dibaca dan --seperti yang dapat diharapkan dari GPU-- bersih typo. Covernya lumayan bagus, secara tersirat menggambarkan bahaya yang dihadapi seorang yang akan memakai mahkota. Meskipun demikian aku tidak begitu suka dengan jajaran gambar tengkorak berwarna merah itu.
Kalau boleh memilih sih, aku lebih suka cover versi aslinya. ---->

Kira-kira kapan ya versi terjemahan The Runaway King-nya akan terbit?



2 komentar:

  1. kalau tunggu terjemahan kayaknya bakal lama deh, aku baca series ini agak telat masa iya aku baru tahu sekarang huuu:( runaway king dan shadow throne betul2 menyayat hati:( sedih banget, air mata ngga bisa berhenti netes *oke ini lebay tapi serius itu fakta loh hehe

    BalasHapus
  2. ada yang tahu dimana bisa download gratis the false prince? udah dicari2 nggk nemu. penasaran pengen baca. soalnya reviewnya selalu bagus

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget