Kamis, 04 September 2014

Girls in the Dark

Judul asli: 暗黒女子 - Ankoku Joshi
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru (2014)
ISBN: 978-602-77-4231-4
Jumlah Halaman: 284 halaman
Penerbitan Perdana: ??

Sinopsis

Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati.
Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu. Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi....

Kau... pernah berpikir ingin membunuh seseorang?

Sebuah novel dengan cara penceritaan yang tidak biasa. Satu peristiwa, kematian seorang gadis, dilihat dari kacamata keenam sahabatnya. Masing-masing dengan pemikiran dan latar belakang kisahnya sendiri-sendiri, dan dari situ pembaca dapat ikut menebak-nebak jalan cerita yang sesungguhnya. Kisah misteri novel ini mengingatkanku pada gaya bercerita crime-fiction ala Agatha Christie (yang seperti tokoh ciptaannya, si detektif kumis Hercule Poirot sering mengatakan bahwa biarkanlah orang-orang bercerita, karena cerita bohong itu sama pentingnya dengan cerita kebenaran). Itu pula yang terjadi di novel ini. Setelah sebuah pengantar dari Sumikawa Sayuri, Wakil Ketua Klub Sastra SMU Santa Maria, maka kelima anggota yang lain mulai menyampaikan ceritanya tentang sang Ketua yang baru saja mati.


Sayangnya, setengah membaca cerita-cerita itu, ternyata polanya sama (bagaimana mereka bertemu, bagaimana mereka mendapatkan undangan masuk ke dalam Klub Sastra, bagaimana interaksi mereka dengan Itsumi yang paling berkesan, bagaimana pandangan Itsumi tentang para anggota yang lain, dan lain sebagainya.) dan semua saling tuduh menuduh, si A bilang si B, si B menuduh si C, si C mengaku melihat si D melakukan sesuatu, dst. Dari sini kecurigaanku meluber ke arah satu orang, dan satu orang itu adalaaahh... #spoiler(uhuk... si korban... uhuk). Maksudku, dari semua cerita detektif yang kubaca, orang yang paling nggak mencurigakan itulah yang paling mungkin adalah penjahatnya, nah tapi kalau begitu, apa... bagaimana... kenapa bisa.....  Meskipun demikian, cerita-cerita selanjutnya tetap sangat menarik. Aku suka cerita Diana yang sedikit eksotik di belahan dunia lain, dan juga cerita Sonoko yang padat fakta. Unik.

Walau sudah setengah menebak kejadiannya, tapi twist di paling akhir novel ini bener-bener t.o.p.b.g.t. Angkat dua jempol buat si mastermind#2. Yup, aku gak menduga datangnya pukulan itu. #puasbangetbacanyadeh (karena aku sama sekali gak suka pada mastermind#1)  :)


Ini jenis cerita detektif yang kusukai. Penuh dengan kelokan dan sandungan-sandungan tersembunyi, banyak karakter yang terlibat, dan semua karakter tersebut ternyata abu-abu, tidak benar-benar bersih tapi juga tidak benar-benar jahat. Dan seperti kebiasaanku setelah membaca cerita detektif yang kusuka, aku selalu membaca kembali perlahan-lahan dari awal. Di sini aku menemukan banyak sekali petunjuk-petunjuk yang terlewatkan saat pertama membaca. Ucapan sekilas Sayuri, pertentangan fakta antara Mirei dan Akane, perumpamaan Diana, selebat cerita dari Sonoko, pengamatan Shiyo, semuanya ada di sana. Fakta tersamar. Gaya yang persis seperti salah satu kisah Agatha Christie yang terbaik, Pembunuhan di Orient Express, hanya saja (sayang sekali) di sini semua orang bercerita dengan pola yang sama. Walaupun begitu, selesai membaca kedua kalinya, tetap saja aku terkagum puas. Twist terakhirnya itu lhoo.

Yup. Sudah pasti. Aku suka novel ini. Titik.


* * *

Aku belum terlalu sering membaca novel-novel terbitan Penerbit Haru ini, terakhir After-Dinner Mysteries kalau gak keliru. Tapi hasil penterjemahan novel GITD ini jelas di atas rata-rata. Kalimat-kalimatnya mengalir lancar, tidak kaku sedikitpun. Nuansa gelap dan gothiknya tertangkap dengan sangat baik. Semua istilah-istilah asli Jepang maupun serapan dari dunia barat ditranslasikan dengan baik. (ok, translator, editor, dan proofreader, kalian semua masuk daftar anak baikku :) ) Typo bersih. Cetakan bagus. Covernya sangat sesuai dengan ceritanya, pembunuhan, anak SMU, cewek, cantik, gothik. Pas!! Great work Haru!




https://www.goodreads.com/review/show/966879276

8 komentar:

  1. Aaaaak. Masukin wishlist. Baca review ini bener-bener bikin pengen baca juga.

    BalasHapus
  2. ayyuuukk baca kang, bagus kok, ada kismisnya juga lo :)

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Haha... dikirim lwt kurir burung hantu bisa ga?

      Hapus
  4. nyari buku ini di tokbuk daerah saya kok mesti kosong. huft -.-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba di tokbuk online? Plus diskon tp ada ongkir, jd ya jatuhnya sama2 aja... :)

      Hapus
  5. Masih mending. Kalo saya malah ongkirnya pasti lebih gede dari potongan diskonnya. Jadi ga pernah beli online hahaha. Anyway, salam kenal ya :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget