Sabtu, 30 Juli 2016

Winter Dreams

Lok: Kebun Buah & Hidroponik Sumurrejo
Gn. Pati - Semarang


Judul: Winter Dreams
Pengarang: Maggie Tiojakin
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2011)
ISBN: 9789792278125
Jumlah Halaman: 291 halaman
Penerbitan Perdana: 2011





Lihat sinopsis
Nicky F. Rompa tak sengaja terdampar di negeri orang bersama jutaan imigran ilegal yang membawa kisah mereka masing-masing ke dalam salah satu kota paling bersejarah di Pantai Timur AS.

Mengambil setting di Boston, Mass., - dan dikemas dalam atmosfir romantisme urban - "Winter Dreams" menyajikan mimpi-mimpi yang tak jarang melebur ke dalam realita dan melahirkan sebuah ilusi epik.

Sekali lagi, Maggie Tiojakin menunjukkan kepiawaiannya dalam menghadirkan tokoh-tokoh anti-hero klasik yang berpotensi memicu perdebatan baru dalam kancah penulisan fiksi di Indonesia.







“Will I ever be happy?”
“That is up to you” 

Novel ini, sesuai judulnya, mengalun tenang seperti mimpi di musim dingin. Sebuah jendela masa mungil, yang membiarkan kita mengintip secuplik episode dalam kehidupan seorang Nicky. Tanpa pretensi apa-apa. Hanya menjejak nyata.


Winter Dreams mengikuti kehidupan Nicky F. Rompa, seorang pemuda tanpa banyak keinginan atau pun cita-cita besar. Ia hanya berjalan mengikuti nasib. Diawali di Jakarta di mana Nicky hidup bersama ayahnya yang abusive, lalu berpindah ke Boston, tempat Nicky terdampar, mulai datang menggunakan visa tourist, hingga menjadi imigran gelap tanpa tujuan.

Dalam perjalanannya di kota Boston inilah, Nicky belajar hidup dan menjadi dewasa. Menikmati kehidupan sekaligus didera oleh berbagai ketidakadilannya. Berulang kali ia mengambil keputusan yang salah(?), tidak bertanggung-jawab(?), atau malah bisa dikatakan sedikit pengecut. Lalai mengerti arti penting yang dibawa. Namun dari berbagai kejadian ini pula, Nicky ditempa untuk menjadi laki-laki yang lebih baik.

Tidak ada ending di novel ini. Hidup Nicky memang belum selesai. Kita hanya berhenti melihatnya, karena jendela masa yang dibuka Maggie Tiojakin, kembali ditutupnya rapat-rapat. Kita bisa menduga-duga apa yang terjadi selanjutnya, tapi lebih baik itu tetap menjadi misteri. Siapa tahu kelak kita diperbolehkan untuk mengintip lagi.


Beberapa review menyebut ini sebagai novel yg menyenangkan. Aku tidak setuju. Menurutku, ini cerita yang benar-benar-benaaaar menyenangkan untuk di dibaca. Menikmati pendewasaan diri di setiap bagian kisahnya. Seperti mendengarkan cerita tentang seorang sahabat lama yang sudah lama tidak ditemui. Mengundang rindu dan aroma nostalgia.


NB: Baca juga tulisan sang pengarang tentang novel ini di blognya.





https://www.goodreads.com/review/show/1707659470

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Recent Pages

Recent Posts Widget